alexametrics
31.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Minim Kirim Sampel Tes Usap

Midji Wanti-wanti Kayong Utara

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU)  lebih aktif mengirimkan sampel tes usap (swab) sebagai upaya penanggulangan Covid-19. Jika daerah tersebut masih minim mengirimkan sampel, dirinya terpaksa menurunkan langsung tim dari provinsi untuk melaksanakan tes usap. “Terus lakukan swab, yang kendur ini Kayong Utara, tidak jelas dalam hal Covid-19, ada tidak Satgasnya, karena tidak ada niat buat PCR, tidak gencar melakukan swab. Satgasnya ada atau tidak di sana,” tanyanya, Senin (7/12).

Untuk daerah tersebut Midji sapaan akrabnya mengatakan bisa saja diambil langkah sesuai arahan Kemendagri dan Kemenkes, yakni Satgas Provinsi yang mengambil alih penanganan Covid-19. Itu karena pengiriman sampel tes usap dari KKU selalu minim meski daerah tersebut berada di zona risiko kuning atau rendah. “Tapi harusnya bupatinya mikir, saya kawatir Kayong begitu terkejut jadi merah, bukan tidak mungkin. Karena saya bicara dengan data dan memang daerah sudah minim kirim sampel (tes usap), sehingga yang dikerjakan hanya 400 (sampel per hari) padahal kapasitias bisa 800,” sesalnya.

Baca Juga :  Waspada Fogging Ilegal

Dari sisi geografis KKU dinilainya cukup rentan karena menjadi daerah perlintasan orang yang cukup tinggi. Jangan sampai kasus Covid-19 di daerah tersebut tidak terkendali. “Jadi harus diperhatikan itu, nanti orang-orang malah tidak mau ke sana, kan rugi juga mereka (KKU), kami ngomong apa adanya,” ungkapnya.

Sementara mengenai perkembangan kategori risiko kenaikan kasus per 7 Desember 2020, ada empat daerah di Kalbar yang berada di zona orange atau tingkat risiko sedang. Sementara 10 daerah sisanya berada di zona kuning atau tingkat risiko rendah. “Zona orange tambah tiga, Kubu Raya, Singkawang dan Bengkayang, saya sudah wanti-wanti waktu ke Singkawang, jangan kendur, karena Singkawang tempat tujuan wisata orang, termasuk Bengkayang tempat tujuan wisata, sehingga betul diperhatikan protokol kesehatannya jangan lengah,” pesannya.

Baca Juga :  Buka Mata Naga, Harap Naga Redam Wabah Virus Corona

Sementara untuk Kota Pontianak kondisinya masih sama dari minggu sebelumnya juga berada di zona orange. Untuk yang berada di zona kuning Midji juga tetap mengingatkan agar tidak lengah. “Zona kuning bukan berarti aman, kota (Pontianak) tidak begerak (orange), kalau Kubu Raya ketat minggu ini, minggu depan sudah kembali kuning. Karena pada batas minimal, ke depan kalau diperbaiki bisa kuning,” katanya. Orang nomor satu di Kalbar itu melihat rata-rata daerah sudah kendur melakukan pemeriksaan tes usap. Yang masih cukup gencar disebutkannya ada Kapuas Hulu dan Landak. “Landak gencar sehingga yang positif sudah mulai menurun, karena gencar dan mereka sudah bangun lab PCR,” pungkasnya.(bar)

Midji Wanti-wanti Kayong Utara

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU)  lebih aktif mengirimkan sampel tes usap (swab) sebagai upaya penanggulangan Covid-19. Jika daerah tersebut masih minim mengirimkan sampel, dirinya terpaksa menurunkan langsung tim dari provinsi untuk melaksanakan tes usap. “Terus lakukan swab, yang kendur ini Kayong Utara, tidak jelas dalam hal Covid-19, ada tidak Satgasnya, karena tidak ada niat buat PCR, tidak gencar melakukan swab. Satgasnya ada atau tidak di sana,” tanyanya, Senin (7/12).

Untuk daerah tersebut Midji sapaan akrabnya mengatakan bisa saja diambil langkah sesuai arahan Kemendagri dan Kemenkes, yakni Satgas Provinsi yang mengambil alih penanganan Covid-19. Itu karena pengiriman sampel tes usap dari KKU selalu minim meski daerah tersebut berada di zona risiko kuning atau rendah. “Tapi harusnya bupatinya mikir, saya kawatir Kayong begitu terkejut jadi merah, bukan tidak mungkin. Karena saya bicara dengan data dan memang daerah sudah minim kirim sampel (tes usap), sehingga yang dikerjakan hanya 400 (sampel per hari) padahal kapasitias bisa 800,” sesalnya.

Baca Juga :  Maksimalkan Peran Babinsa Lakukan Tracker 3T

Dari sisi geografis KKU dinilainya cukup rentan karena menjadi daerah perlintasan orang yang cukup tinggi. Jangan sampai kasus Covid-19 di daerah tersebut tidak terkendali. “Jadi harus diperhatikan itu, nanti orang-orang malah tidak mau ke sana, kan rugi juga mereka (KKU), kami ngomong apa adanya,” ungkapnya.

Sementara mengenai perkembangan kategori risiko kenaikan kasus per 7 Desember 2020, ada empat daerah di Kalbar yang berada di zona orange atau tingkat risiko sedang. Sementara 10 daerah sisanya berada di zona kuning atau tingkat risiko rendah. “Zona orange tambah tiga, Kubu Raya, Singkawang dan Bengkayang, saya sudah wanti-wanti waktu ke Singkawang, jangan kendur, karena Singkawang tempat tujuan wisata orang, termasuk Bengkayang tempat tujuan wisata, sehingga betul diperhatikan protokol kesehatannya jangan lengah,” pesannya.

Baca Juga :  Kalbar Tambah 27 Kasus Positif Covid-19

Sementara untuk Kota Pontianak kondisinya masih sama dari minggu sebelumnya juga berada di zona orange. Untuk yang berada di zona kuning Midji juga tetap mengingatkan agar tidak lengah. “Zona kuning bukan berarti aman, kota (Pontianak) tidak begerak (orange), kalau Kubu Raya ketat minggu ini, minggu depan sudah kembali kuning. Karena pada batas minimal, ke depan kalau diperbaiki bisa kuning,” katanya. Orang nomor satu di Kalbar itu melihat rata-rata daerah sudah kendur melakukan pemeriksaan tes usap. Yang masih cukup gencar disebutkannya ada Kapuas Hulu dan Landak. “Landak gencar sehingga yang positif sudah mulai menurun, karena gencar dan mereka sudah bangun lab PCR,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/