alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Skema Jabatan Kerja Arsitek Lsp-P1 Polnep Menjadi Skema Nasional

PONTIANAK- Upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Tanah Air serta mewujudkan link and match dengan kebutuhan industri, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong institusi pendidikan tinggi vokasi mendapatkan kepercayaan (trust) oleh dunia industri dan dunia kerja (IDUKA) salah satunya melalui program “Pengembangan Penilaian MUtu Pendidikan Tinggi Vokasi Berstandar Industri”.

LSP-P1 Politeknik Negeri Pontianak sebagai salah satu LSP yang berkesempatan mengikuti program ini menyambut baik upaya penyelarasan antara pendidikan vokasi dan industri.

Jabatan Kerja Arsitek adalah salah satu okupasi yang telah memiliki standar yang telah disahkan menjadi SKKNI No.164 Tahun 2016.

Terdapat 8 unit kompetensi di dalam SKKNI tersebut antara lain 1) Menerapkan Manajemen Perancangan, 2) Membuat Konsep Perancangan, 3) Membuat Pra-rancangan Arsitektur / Schematic Design, 4) Membuat Pengembangan Rancangan Arsitektur, 5) Membuat Gambar Kerja, 6) Menyiapkan Bahan Dokumen Pengadaan, 7) Melaksanakan Pengawasan Berkala, dan 8) Membuat Laporan Pelaksanaan Pekerjaan.

Mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi ini diharapkan dapat memenuhi seluruh kriteria unjuk kerja yang telah ditetapkan unit-unit tersebut, sehingga layak disebut kompeten untuk seluruh unit di atas.

Baca Juga :  PPM JTA POLNEP: Pembuatan Movable Washtafel dari Bahan Bekas Sebagai Antisipasi Pencegahan Wabah Covid-19

Diharapkan nantinya dapat berkompetisi di dunia kerja dengan modal sertifikat kompeten yang dikeluarkan LSP-P1 Politeknik Negeri Pontianak.

Kegiatan FGD 1 Skema Jabatan Kerja Arsitek telah diselenggarakan pada Rabu 18 November 2020 mulai Pukul 13:00 WIB dan dibuka Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Ir. H. Muhammad Toasin Asha, M.Si.

Toasin berharap kegiatan ini dapat menjadi masukan bagi pengembang skema agar sesuai dengan dunia industri secara nasional. Narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah dari dunia industri PT. Arsekon yang diwakili oleh Ir. Mulyadi , asosiasi profesi, Ikatan Arsitek Indonesia Cabang Kalimantan Barat yang diwakili Estar Putra Akbar, S.T., M.Sc., IAI, dan Sekolah Vokasi UNDIP Prodi D4 Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur yang diwakili Sukawi, S.T., M.T. Kegiatan ini juga dihadiri para dosen dari Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak.

Kegiatan FGD 2 Skema Jabatan Kerja Arsitek telah diselenggarakan pada Rabu 25 November 2020 mulai Pukul 13:00 WIB. Pada kegiatan ini, dunia industri yang diwakili oleh PT. Arsekon dan PT. Citra Contractor Hajasa telah memberikan masukan yang bermanfaat bagi pengembangan MUK yang telah dibuat oleh LSP P1 Polnep.

Baca Juga :  Prof Dr Ir Hj Nurmala MM, Guru Besar Kedua Polnep

Masukan ini akan menjadi pertimbangan bagi prodi Arsitektur Bangunan Gedung yang menggunakan skema Jabatan Kerja Arsitek dalam evaluasi dan pemutakhiran kurikulum yang perlu disegerakan, agar bisa sesuai dengan skema JKA.

Kemudian dari dunia profesi yang diwakili oleh Ikatan Arsitek Indonesia Cabang Kalimantan Barat, menyatakan bahwa ada kesempatan bagi lulusan untuk bergabung menjadi arsitek profesional melalui sekolah profesi arsitek yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan juga oleh universitas yang ditunjuk oleh IAI. Kemudian perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan standar kompetensi baru di bidang BIM (Buiding Information Modelling) yang saat ini menjadi kebutuhan di dunia industri dan profesi.
Kegiatan FGD 2 Skema Jabatan Kerja Arsitek akhirnya ditutup Direktur Politeknik Negeri Pontianak yang diwakili oleh Pembantu Direktur I, Drs. Slamet Tarno, M.Si. Dihadiri juga perwakilan dari LSP P1 Polnep, Dr. Ir. Y. Erning Indrastuti, MP.

Dalam penutupan ini Pudir I Direktur Politeknik Negeri Pontianak menyampaikan perlu adanya perkawinan antara dunia industri dan pendidikan vokasi agar terjadi peningkatan mutu pendidikan.

Selain itu diharapkan skema dan MUK yang telah dibuat dan dilaksanakan di LSP P1 Polnep ini dapat diakui secara nasional. (ser)

PONTIANAK- Upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Tanah Air serta mewujudkan link and match dengan kebutuhan industri, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong institusi pendidikan tinggi vokasi mendapatkan kepercayaan (trust) oleh dunia industri dan dunia kerja (IDUKA) salah satunya melalui program “Pengembangan Penilaian MUtu Pendidikan Tinggi Vokasi Berstandar Industri”.

LSP-P1 Politeknik Negeri Pontianak sebagai salah satu LSP yang berkesempatan mengikuti program ini menyambut baik upaya penyelarasan antara pendidikan vokasi dan industri.

Jabatan Kerja Arsitek adalah salah satu okupasi yang telah memiliki standar yang telah disahkan menjadi SKKNI No.164 Tahun 2016.

Terdapat 8 unit kompetensi di dalam SKKNI tersebut antara lain 1) Menerapkan Manajemen Perancangan, 2) Membuat Konsep Perancangan, 3) Membuat Pra-rancangan Arsitektur / Schematic Design, 4) Membuat Pengembangan Rancangan Arsitektur, 5) Membuat Gambar Kerja, 6) Menyiapkan Bahan Dokumen Pengadaan, 7) Melaksanakan Pengawasan Berkala, dan 8) Membuat Laporan Pelaksanaan Pekerjaan.

Mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi ini diharapkan dapat memenuhi seluruh kriteria unjuk kerja yang telah ditetapkan unit-unit tersebut, sehingga layak disebut kompeten untuk seluruh unit di atas.

Baca Juga :  Serapan Dunia Kerja Makin Tinggi

Diharapkan nantinya dapat berkompetisi di dunia kerja dengan modal sertifikat kompeten yang dikeluarkan LSP-P1 Politeknik Negeri Pontianak.

Kegiatan FGD 1 Skema Jabatan Kerja Arsitek telah diselenggarakan pada Rabu 18 November 2020 mulai Pukul 13:00 WIB dan dibuka Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Ir. H. Muhammad Toasin Asha, M.Si.

Toasin berharap kegiatan ini dapat menjadi masukan bagi pengembang skema agar sesuai dengan dunia industri secara nasional. Narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah dari dunia industri PT. Arsekon yang diwakili oleh Ir. Mulyadi , asosiasi profesi, Ikatan Arsitek Indonesia Cabang Kalimantan Barat yang diwakili Estar Putra Akbar, S.T., M.Sc., IAI, dan Sekolah Vokasi UNDIP Prodi D4 Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur yang diwakili Sukawi, S.T., M.T. Kegiatan ini juga dihadiri para dosen dari Jurusan Teknik Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak.

Kegiatan FGD 2 Skema Jabatan Kerja Arsitek telah diselenggarakan pada Rabu 25 November 2020 mulai Pukul 13:00 WIB. Pada kegiatan ini, dunia industri yang diwakili oleh PT. Arsekon dan PT. Citra Contractor Hajasa telah memberikan masukan yang bermanfaat bagi pengembangan MUK yang telah dibuat oleh LSP P1 Polnep.

Baca Juga :  Latih Pengelasan Dasar Masyarakat Kurang Mampu

Masukan ini akan menjadi pertimbangan bagi prodi Arsitektur Bangunan Gedung yang menggunakan skema Jabatan Kerja Arsitek dalam evaluasi dan pemutakhiran kurikulum yang perlu disegerakan, agar bisa sesuai dengan skema JKA.

Kemudian dari dunia profesi yang diwakili oleh Ikatan Arsitek Indonesia Cabang Kalimantan Barat, menyatakan bahwa ada kesempatan bagi lulusan untuk bergabung menjadi arsitek profesional melalui sekolah profesi arsitek yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan juga oleh universitas yang ditunjuk oleh IAI. Kemudian perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan standar kompetensi baru di bidang BIM (Buiding Information Modelling) yang saat ini menjadi kebutuhan di dunia industri dan profesi.
Kegiatan FGD 2 Skema Jabatan Kerja Arsitek akhirnya ditutup Direktur Politeknik Negeri Pontianak yang diwakili oleh Pembantu Direktur I, Drs. Slamet Tarno, M.Si. Dihadiri juga perwakilan dari LSP P1 Polnep, Dr. Ir. Y. Erning Indrastuti, MP.

Dalam penutupan ini Pudir I Direktur Politeknik Negeri Pontianak menyampaikan perlu adanya perkawinan antara dunia industri dan pendidikan vokasi agar terjadi peningkatan mutu pendidikan.

Selain itu diharapkan skema dan MUK yang telah dibuat dan dilaksanakan di LSP P1 Polnep ini dapat diakui secara nasional. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/