30 C
Pontianak
Friday, June 9, 2023

Skema Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan Lsp-P1 Polnep Menjadi Skema Nasional

PONTIANAK- Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong institusi pendidikan tinggi vokasi mendapatkan kepercayaan dari dunia industri dan dunia kerja (IDUKA) salah satunya melalui program “Pengembangan Penilaian Mutu Pendidikan Tinggi Vokasi Berstandar Industri”.

LSP-P1 Politeknik Negeri Pontianak sebagai salah satu LSP yang berkesempatan mengikuti program ini menyambut baik upaya penyelarasan antara pendidikan vokasi dan industry. Salah satu skema yang ada di LSP-P1 Polnep yang menjadi Skema Nasional adalah Skema Sertifikasi Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan, yang mengacu pada mengacu pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Ketegori Tenaga Kerja Profesional, Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Jasa Arsitektur dan Teknik Sipil; Analisis dan Uji Skema Sertifikasi Pada Jabatan Ahli Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi dua kali FGD (Forum Group Discussion) secara daring. FGD 1 meliputi kegiatan penyampaian draft skema kompetensi, perangkat uji dan materi uji kompetensi yang disusun tim skema dilanjutkan dengan diskusi pemberian saran dan masukan dari pihak PTV, asosiasi profesi dan industri. Dilaksanakan pada 18 Nopember 2020, dibuka Direktur Politeknik Negeri Pontianak, M. Toasin Asha, dan dihadiri Mitra PTV Yakni Prodi Teknik Infrastruktur, Sipil dan Perancangan Arsitektur UNDIP, dari asosiasi profesi IALI PD Kalbar, dan konsultan (mitra industri) yaitu PT. Media Karsa Pratama dan PT. Cilaki Bandung.

Baca Juga :  Jurusan Teknologi Pertanian Polnep Gelar PPM Nilai Tambah Jagung Manis

Pelaksanaan FGD 2 Jurusan Teknik Arsitek Polnep pada Rabu, 25 November 2020 merupakan rangkaian akhir kegiatan pengembangan penilaian mutu pendidikan tinggi vokasi berstandar industri tahun 2020.

Kegiatan FGD 2 ini juga diikuti oleh mitra yang sama pada FGD 1 sebelumnya. Kesimpulan dari kegiatan FGD 2 Skema Nasional Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan bahwa setiap unit yang diujikan dalam Uji Kompetensi untuk skema Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan, memiliki perbedaan klasifikasi tingkat yaitu : mengetahui dan menguasai, dimana setiap unit terdapat capaian.

Ditegaskannya, diantara capaian tersebut diantaranya :

Pertama, mengetahui dan dapat menjelaskan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Tata Guna Lahan, GSB, KDB dan KLB pada suatu kawasan yang menjadi kasus permasalahan.

Kedua, mengetahui risiko yang dapat terjadi pada lokasi pekerjaan (kantor konsultan) dan dapat menyebutkan perlengkapan PK3 yang dibutuhkan pada lokasi pekerjaan (kantor konsultan).

Baca Juga :  Latih Pengelasan Dasar Masyarakat Kurang Mampu

Ketiga, dapat menginterpretasikan maksud dari TOR/ KAK dan menyampaikannya kepada rekan kerja di dalam tim.

Keempat, dapat membuat Peta Dasar Kawasan yang telah terdigitasi dan membuat deliniasi dengan menggunakan ArcGIS.

Kelima, dapat mengidentifikasi kondisi fisik pada suatu kawasan secara terukur dan detil.

Keenam, dapat menganalisis beberapa elemen pada suatu kawasan, berdasarkan hasil survey.

Ketujuh, dapat mengimplementasikan konsep dari Team Leader secara spasial (sketsa ide/ 3D) dengan melampirkan preseden terkait.

Kedelapan, dapat mengimplementasikan konsep sebelumnya, menjadi Rencana Umum terpilih.

Kesembilan, dapat membuat produk gambar Panduan Rancangan berdasarkan hasil dari Rencana Umum (terpilih), dan mempresentasikannya.

Kesepuluh, dapat memasukkan data investasi ke dalam tabel Rencana Investasi dan menyusun program pembangunannya dalam jangka pendek, dan dapat menyusun Laporan dokumen Uji Kompetensi secara sistematis, lengkap dengan cover dan daftar isi dokumen.

FGD 2 ini ditutupsecara resmi Pembantu Direktur I Politenik Negeri Pontianak, Slamet Tarno, dengan harapan skema TBL ini dapat menjadi bagian di dalam Kurikulum Prodi Desain Kawasan Binaan. (ser)

PONTIANAK- Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong institusi pendidikan tinggi vokasi mendapatkan kepercayaan dari dunia industri dan dunia kerja (IDUKA) salah satunya melalui program “Pengembangan Penilaian Mutu Pendidikan Tinggi Vokasi Berstandar Industri”.

LSP-P1 Politeknik Negeri Pontianak sebagai salah satu LSP yang berkesempatan mengikuti program ini menyambut baik upaya penyelarasan antara pendidikan vokasi dan industry. Salah satu skema yang ada di LSP-P1 Polnep yang menjadi Skema Nasional adalah Skema Sertifikasi Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan, yang mengacu pada mengacu pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Ketegori Tenaga Kerja Profesional, Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Jasa Arsitektur dan Teknik Sipil; Analisis dan Uji Skema Sertifikasi Pada Jabatan Ahli Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi dua kali FGD (Forum Group Discussion) secara daring. FGD 1 meliputi kegiatan penyampaian draft skema kompetensi, perangkat uji dan materi uji kompetensi yang disusun tim skema dilanjutkan dengan diskusi pemberian saran dan masukan dari pihak PTV, asosiasi profesi dan industri. Dilaksanakan pada 18 Nopember 2020, dibuka Direktur Politeknik Negeri Pontianak, M. Toasin Asha, dan dihadiri Mitra PTV Yakni Prodi Teknik Infrastruktur, Sipil dan Perancangan Arsitektur UNDIP, dari asosiasi profesi IALI PD Kalbar, dan konsultan (mitra industri) yaitu PT. Media Karsa Pratama dan PT. Cilaki Bandung.

Baca Juga :  Dies Natalis ke-34, Polnep Melayani Tanpa Pamrih

Pelaksanaan FGD 2 Jurusan Teknik Arsitek Polnep pada Rabu, 25 November 2020 merupakan rangkaian akhir kegiatan pengembangan penilaian mutu pendidikan tinggi vokasi berstandar industri tahun 2020.

Kegiatan FGD 2 ini juga diikuti oleh mitra yang sama pada FGD 1 sebelumnya. Kesimpulan dari kegiatan FGD 2 Skema Nasional Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan bahwa setiap unit yang diujikan dalam Uji Kompetensi untuk skema Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan, memiliki perbedaan klasifikasi tingkat yaitu : mengetahui dan menguasai, dimana setiap unit terdapat capaian.

Ditegaskannya, diantara capaian tersebut diantaranya :

Pertama, mengetahui dan dapat menjelaskan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Tata Guna Lahan, GSB, KDB dan KLB pada suatu kawasan yang menjadi kasus permasalahan.

Kedua, mengetahui risiko yang dapat terjadi pada lokasi pekerjaan (kantor konsultan) dan dapat menyebutkan perlengkapan PK3 yang dibutuhkan pada lokasi pekerjaan (kantor konsultan).

Baca Juga :  PSP Terancam Dipansuskan Dewan Kalbar

Ketiga, dapat menginterpretasikan maksud dari TOR/ KAK dan menyampaikannya kepada rekan kerja di dalam tim.

Keempat, dapat membuat Peta Dasar Kawasan yang telah terdigitasi dan membuat deliniasi dengan menggunakan ArcGIS.

Kelima, dapat mengidentifikasi kondisi fisik pada suatu kawasan secara terukur dan detil.

Keenam, dapat menganalisis beberapa elemen pada suatu kawasan, berdasarkan hasil survey.

Ketujuh, dapat mengimplementasikan konsep dari Team Leader secara spasial (sketsa ide/ 3D) dengan melampirkan preseden terkait.

Kedelapan, dapat mengimplementasikan konsep sebelumnya, menjadi Rencana Umum terpilih.

Kesembilan, dapat membuat produk gambar Panduan Rancangan berdasarkan hasil dari Rencana Umum (terpilih), dan mempresentasikannya.

Kesepuluh, dapat memasukkan data investasi ke dalam tabel Rencana Investasi dan menyusun program pembangunannya dalam jangka pendek, dan dapat menyusun Laporan dokumen Uji Kompetensi secara sistematis, lengkap dengan cover dan daftar isi dokumen.

FGD 2 ini ditutupsecara resmi Pembantu Direktur I Politenik Negeri Pontianak, Slamet Tarno, dengan harapan skema TBL ini dapat menjadi bagian di dalam Kurikulum Prodi Desain Kawasan Binaan. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru