alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Handphone Jadul Berimbas, Bisnis Penjualan Ikut Menurun

Aturan pengendalian international mobile equipment identity (IMEI) yang mulai dijalankan sejak Januari lalu, oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi guna menekan peredaran barang ilegal, berbuntut pada penggunaan handphone jadul. Ketiadaan sinyal, membuat fungsi handphone jadul benar-benar menuju sakratul maut. Bisnis jual beli handphone jadul semakin lesu

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

NOPA, kolektor dan pelaku usaha jual beli handphone jadul hari itu panik. Salah satu handphone produksi Finlandia miliknya tiba-tiba hilang sinyal. Padahal, hari itu, handphone tersebut akan dikirim ke Sambas. Setelah sebelumnya, ia dan calon pembeli telah menyepakati transaksi jual beli handphone jadul dengan harga Rp200 ribu.

Melihat sinyal di handphone tiba-tiba hilang. Iapun langsung mengutak-atik handphone-nya. Pertama kali ia lakukan adalah membuka sim card, kemudian dipasang dan dihidupkan. Setelah diaktifkan, sinyal tersebut muncul kembali. Barulah ia lega.

Beberapa handphone jadul miliknya bahkan sudah kehilangan sinyal sejak awal Januari lalu. Penyebabnya, karena pemberlakuan aturan Kementerian Komunikasi dan Informasi tentang IMEI. Tujuan utama dari aturan itu, guna menekan peredaran barang black market yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga :  Pentingnya Smartphone untuk Bikin Jualan Online Kamu Laku Keras

Artinya handphone yang masuk ke Indonesia tanpa melewati pajak, secara otomatis tidak bisa digunakan. Cara melihatnya simpel. Ketika handphone tiba-tiba kehilangan sinyal, dipastikan dia handphone tersebut barang black market. Semenjak aturan ini diberlakukan Januari lalu, memang tak sedikit handphone berjenis android yang tiba-tiba kehilangan sinyal.

Namun, akibat kebijakan ini, handphone jadul juga turut berdampak. Kata Nopa, tak sedikit handphone miliknya yang tiba-tiba hilang sinyal. Jumlahnya bukan satu dua. Lumayan banyak di rumah. Padahal handphone miliknya bukan kategori black market.

“Tentu ini memberatkan. Karena handphone ini tidak bisa berfungsi. Penjualan handphone jadul juga menurun. Padahal handphone jadul masih diburu. Selain buat digunakan sehari-hari, juga sebagai koleksi bagi kolektor,” keluhnya.

Baca Juga :  PGMI IAIN Pontianak Bersiap Laksanakan Reakreditasi

Ia melanjutkan, sebenarnya ia mendukung pemerintah terkait aturan IMEI sebagai upaya menekan penyebaran handphone black market di pasar Indonesia. Tapi dalam peraturan itu, pemerintah harus bisa menyaring mana handphone black market dan handphone yang masuk ke Indonesia secara resmi.

Terkait aturan ini, juga mendapat respon di grup pecinta handphone jadul. Tak sedikit handphone jadul yang masuk Indonesia secara resmi tiba-tiba kehilangan sinyal.

Jimi, pengguna handphone jadul agak bimbang dengan aturan tersebut. “Sampai sekarang handphone jadul saya masih bisa beroperasi. Melihat kabar ini, membuat saya bimbang. Takut jika tiba-tiba handphone ini hilang sinyal. Sampai sekarang, saya masih menggunakan handphone jadul, untuk aktivitas telekomunikasi sehari-hari. Saya suka handphone jadul, karena mengingatkan masa sebelum smartphone terkenal,” tandasanya.(*)

Aturan pengendalian international mobile equipment identity (IMEI) yang mulai dijalankan sejak Januari lalu, oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi guna menekan peredaran barang ilegal, berbuntut pada penggunaan handphone jadul. Ketiadaan sinyal, membuat fungsi handphone jadul benar-benar menuju sakratul maut. Bisnis jual beli handphone jadul semakin lesu

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

NOPA, kolektor dan pelaku usaha jual beli handphone jadul hari itu panik. Salah satu handphone produksi Finlandia miliknya tiba-tiba hilang sinyal. Padahal, hari itu, handphone tersebut akan dikirim ke Sambas. Setelah sebelumnya, ia dan calon pembeli telah menyepakati transaksi jual beli handphone jadul dengan harga Rp200 ribu.

Melihat sinyal di handphone tiba-tiba hilang. Iapun langsung mengutak-atik handphone-nya. Pertama kali ia lakukan adalah membuka sim card, kemudian dipasang dan dihidupkan. Setelah diaktifkan, sinyal tersebut muncul kembali. Barulah ia lega.

Beberapa handphone jadul miliknya bahkan sudah kehilangan sinyal sejak awal Januari lalu. Penyebabnya, karena pemberlakuan aturan Kementerian Komunikasi dan Informasi tentang IMEI. Tujuan utama dari aturan itu, guna menekan peredaran barang black market yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga :  Aksi Begal Resahkan Warga Pinyuh, Dewi Bulan jadi Korban

Artinya handphone yang masuk ke Indonesia tanpa melewati pajak, secara otomatis tidak bisa digunakan. Cara melihatnya simpel. Ketika handphone tiba-tiba kehilangan sinyal, dipastikan dia handphone tersebut barang black market. Semenjak aturan ini diberlakukan Januari lalu, memang tak sedikit handphone berjenis android yang tiba-tiba kehilangan sinyal.

Namun, akibat kebijakan ini, handphone jadul juga turut berdampak. Kata Nopa, tak sedikit handphone miliknya yang tiba-tiba hilang sinyal. Jumlahnya bukan satu dua. Lumayan banyak di rumah. Padahal handphone miliknya bukan kategori black market.

“Tentu ini memberatkan. Karena handphone ini tidak bisa berfungsi. Penjualan handphone jadul juga menurun. Padahal handphone jadul masih diburu. Selain buat digunakan sehari-hari, juga sebagai koleksi bagi kolektor,” keluhnya.

Baca Juga :  Keuskupan Agung Pontianak dan GP Anshor Salurkan Sembako ke Empat Provinsi

Ia melanjutkan, sebenarnya ia mendukung pemerintah terkait aturan IMEI sebagai upaya menekan penyebaran handphone black market di pasar Indonesia. Tapi dalam peraturan itu, pemerintah harus bisa menyaring mana handphone black market dan handphone yang masuk ke Indonesia secara resmi.

Terkait aturan ini, juga mendapat respon di grup pecinta handphone jadul. Tak sedikit handphone jadul yang masuk Indonesia secara resmi tiba-tiba kehilangan sinyal.

Jimi, pengguna handphone jadul agak bimbang dengan aturan tersebut. “Sampai sekarang handphone jadul saya masih bisa beroperasi. Melihat kabar ini, membuat saya bimbang. Takut jika tiba-tiba handphone ini hilang sinyal. Sampai sekarang, saya masih menggunakan handphone jadul, untuk aktivitas telekomunikasi sehari-hari. Saya suka handphone jadul, karena mengingatkan masa sebelum smartphone terkenal,” tandasanya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/