alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Perhatikan Masalah Drainase Pontianak Timur

PONTIANAK – Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak Agus Sugianto meminta Pemerintah Kota Pontianak membenahi masalah drainase di Pontianak Timur. Hal itu disampaikannya karena drainase yang ada sumbat karena tumpukan sampah dan rumput liar.

Kondisi itu menyebabkan banjir bahkan hingga ke masuk ke dalam rumah warga. Agus mengaku melihat langsung kondisi itu saat reses bersama masyarakat di Jalan Padat Karya, Kecamatan Pontianak Timur. Bahkan rumah yang dijadikan lokasi reses pun mengalami banjir.

Banjir terjadi karena drainase di lokasi tersebut banyak tumpukan sampah. Rumput-rumput liar dan semak belukar juga memenuhi parit lokasi tersebut. Hal tersebut mengakibatkan air tidak bisa bergerak.

Merespon keluhan itu, Agus berencana menggelar gotong royong bersama masyarakat. Namun ia merasa sulit berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup karena membutuhkan angkutan untuk sampah serta rumput liar usai dibersihkan dari parit.
“Esok harinya saya telpon untuk berkoordinasi karena warga sudah siap untuk gotong royong, tetapi telpon saya tak diangkat, chat WA juga tak dibalas. Padahal ingin berkoordinasi untuk pengangkutan sampah-sampah dan itu juga merupakan tugas dan fungsi dinas lingkungan hidup,” sesal Agus.

Baca Juga :  Ditangkap di Tiga Lokasi Berbeda, Teroris Diamankan ke Mako Brimob Polda Kalbar

Agus menyayangkan lambatnya respon dari dinas terkait, sementara warga sudah siap bergotong royong untuk membersihkan sampah dan rumput luar di parit. Menurutnya dengan difasilitasi mobil dinas lingkungan hidup akan lebih mudah mengangkut sampah dari pembersihan drainase.

Agus menilai selama ini respon dinas terkait ke wilayah Pontianak Timur sangat minim. Ia meminta dinas-dinas di lingkungan pemerintah Kota Pontianak untuk memperlakukan sama setiap wilayah.
“Apalagi daerah Pontianak Timur ada Masjid Jami, Keraton Kadariah yang merupakan cagar budaya,” tutupnya. (mse)

PONTIANAK – Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak Agus Sugianto meminta Pemerintah Kota Pontianak membenahi masalah drainase di Pontianak Timur. Hal itu disampaikannya karena drainase yang ada sumbat karena tumpukan sampah dan rumput liar.

Kondisi itu menyebabkan banjir bahkan hingga ke masuk ke dalam rumah warga. Agus mengaku melihat langsung kondisi itu saat reses bersama masyarakat di Jalan Padat Karya, Kecamatan Pontianak Timur. Bahkan rumah yang dijadikan lokasi reses pun mengalami banjir.

Banjir terjadi karena drainase di lokasi tersebut banyak tumpukan sampah. Rumput-rumput liar dan semak belukar juga memenuhi parit lokasi tersebut. Hal tersebut mengakibatkan air tidak bisa bergerak.

Merespon keluhan itu, Agus berencana menggelar gotong royong bersama masyarakat. Namun ia merasa sulit berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup karena membutuhkan angkutan untuk sampah serta rumput liar usai dibersihkan dari parit.
“Esok harinya saya telpon untuk berkoordinasi karena warga sudah siap untuk gotong royong, tetapi telpon saya tak diangkat, chat WA juga tak dibalas. Padahal ingin berkoordinasi untuk pengangkutan sampah-sampah dan itu juga merupakan tugas dan fungsi dinas lingkungan hidup,” sesal Agus.

Baca Juga :  Pendaftaran Dewan Pendidikan Kalbar

Agus menyayangkan lambatnya respon dari dinas terkait, sementara warga sudah siap bergotong royong untuk membersihkan sampah dan rumput luar di parit. Menurutnya dengan difasilitasi mobil dinas lingkungan hidup akan lebih mudah mengangkut sampah dari pembersihan drainase.

Agus menilai selama ini respon dinas terkait ke wilayah Pontianak Timur sangat minim. Ia meminta dinas-dinas di lingkungan pemerintah Kota Pontianak untuk memperlakukan sama setiap wilayah.
“Apalagi daerah Pontianak Timur ada Masjid Jami, Keraton Kadariah yang merupakan cagar budaya,” tutupnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/