alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Produk Turunan Sayur Kale Digandrungi Masyarakat

Sayur kale kaya akan manfaat. Selain campuran bahan masakan, kale kerap digunakan sebagai bahan utama pembuatan jus. Di tangan Mujiono, kale justru disulap menjadi bakso. Rintisan usahanya itu, kini mulai berkembang dan diminati masyarakat

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Beberapa tahun ke belakang, perkembangan budidaya sayuran hidroponik di Kota Pontianak semakin ngetrend. Bertani dengan memanfaatkan lahan sempit tumbuh subur di kota besar. Pelakunya, bukan orang-orang tua. Anak-anak milenial tak sedikit yang berkecimpung menanam sayuran hidroponik ini.

Dari banyak jenis sayuran hidroponik. Kale salah satu yang digandrungi. Manfaat kale bagi kesehatan cukup banyak. Tak heran, jika kale menjadi buruan masyarakat. Selain dijual mentah, kale juga disulap menjadi beberapa produk turunan. Bagi orang yang memiliki program diet, kale boleh diasup. Biasanya dibuat jus. Rasanya enak. Asam manis, karena ada campuran nanas dalam jus.

Selain jus. Kale juga diolah menjadi mie. Warnanya hijau. Olahan produk turunan itu, salah satu cara jitu, buat ibu-ibu menyuplai makanan buat anak yang kurang suka sayur. Ini juga dasar Mujiono, membuat produk turunan sayur kale, menjadi bakso kale.

Baca Juga :  Pelantikan 20 PNS Fungsional Penyuluh KB, Tenny ; Kerja ASN Harus Berintegritas dan Profesional

“Saya lihat bakso kale belum ada. Sayapun mulai mencoba buat menyulap kale sebagai produk turunan. Sebelumnya jus kale sudah saya buat. Yang terbaru, saya buat bakso kale,” ujar Mujiono, ketika ditemui Pontianak Post, di kediamannya di Gang Damai nomor 20, Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota, Senin (8/2).

Untuk bahan baku kale, tak susah bagi pria 44 tahun ini mendapatkan. Pasalnya, seorang keluarga lumayan lama menekuni budidaya sayuran hidroponik. “Termasuk kale ini,” ujarnya. Dia menjelaskan, di tengah pandemi covid 19, sayuran hidroponik begitu diminati oleh masyarakat. Penjualannya cukup tinggi. Hal tersebut diketahui Mujiono langsung, karena keluarganya menekuni bisnis ini.

Melihat usaha hidroponik keluarga berjalan mulus. Ide timbul di kepala. Salah satunya dengan membuat jus kale. Kelihaian dia menyulap kale menjadi jus tereferensi dari google dan YouTube. Bagi dia, pembuatan jus kale tak sulit. Karena tutorial pembuatan jus ada banyak di YouTube. Tinggal mau tidaknya mencoba. Untuk penjualan jus kale pun tidak susah. Ia memanfaatkan sosial media untuk berpromosi. Al hasil, cuan dari tanaman kale pelan tapi pasti mulai ia rasakan.

Baca Juga :  Uang Rp 200 Juta Raib Korban Buat Aduan Ke Polisi

Candu kale makin menjadi. Mujiono kembali memikirkan produk turunan baru. Salah satunya, bakso kale. “Saya buat bakso kale, karena saya lihat anak kurang suka makan sayur. Tapi kalau makan bakso anak-anak kan banyak yang suka. Makanya saya coba membuat bakso kale,” ujarnya. Rupanya, ide Mujiono menyulap sayuran kale menjadi bakso direspon oleh kerabat dan teman. Hasil bakso kale buatannya baru dijadikan status WhatsApp, namun langsung dapat tanggapan positif. “Waktu itu saya coba buat lima kilo. Ternyata langsung habis dipesan,” ujarnya.

Lalu keesokan harinya, ia buat 10 kilogram bakso kale. Hari itu, juga langsung ludes dibeli pembeli. “Sampailah hari ini, penjualan bakso kale rutin saya buat, guna memenuhi kebutuhan pesanan pelanggan,” ujarnya. Ke depan, jika permintaan bakso kale semakin banyak, iapun akan memikirkan ketersediaan kale. Menurutnya ketersediaan kale sebagai bahan dasar bakso harus dipikirkan dari sekarang. Itu sebagai antisipasi ketika terjadi permintaan yang tingi.(**)

Sayur kale kaya akan manfaat. Selain campuran bahan masakan, kale kerap digunakan sebagai bahan utama pembuatan jus. Di tangan Mujiono, kale justru disulap menjadi bakso. Rintisan usahanya itu, kini mulai berkembang dan diminati masyarakat

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Beberapa tahun ke belakang, perkembangan budidaya sayuran hidroponik di Kota Pontianak semakin ngetrend. Bertani dengan memanfaatkan lahan sempit tumbuh subur di kota besar. Pelakunya, bukan orang-orang tua. Anak-anak milenial tak sedikit yang berkecimpung menanam sayuran hidroponik ini.

Dari banyak jenis sayuran hidroponik. Kale salah satu yang digandrungi. Manfaat kale bagi kesehatan cukup banyak. Tak heran, jika kale menjadi buruan masyarakat. Selain dijual mentah, kale juga disulap menjadi beberapa produk turunan. Bagi orang yang memiliki program diet, kale boleh diasup. Biasanya dibuat jus. Rasanya enak. Asam manis, karena ada campuran nanas dalam jus.

Selain jus. Kale juga diolah menjadi mie. Warnanya hijau. Olahan produk turunan itu, salah satu cara jitu, buat ibu-ibu menyuplai makanan buat anak yang kurang suka sayur. Ini juga dasar Mujiono, membuat produk turunan sayur kale, menjadi bakso kale.

Baca Juga :  Uang Rp 200 Juta Raib Korban Buat Aduan Ke Polisi

“Saya lihat bakso kale belum ada. Sayapun mulai mencoba buat menyulap kale sebagai produk turunan. Sebelumnya jus kale sudah saya buat. Yang terbaru, saya buat bakso kale,” ujar Mujiono, ketika ditemui Pontianak Post, di kediamannya di Gang Damai nomor 20, Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota, Senin (8/2).

Untuk bahan baku kale, tak susah bagi pria 44 tahun ini mendapatkan. Pasalnya, seorang keluarga lumayan lama menekuni budidaya sayuran hidroponik. “Termasuk kale ini,” ujarnya. Dia menjelaskan, di tengah pandemi covid 19, sayuran hidroponik begitu diminati oleh masyarakat. Penjualannya cukup tinggi. Hal tersebut diketahui Mujiono langsung, karena keluarganya menekuni bisnis ini.

Melihat usaha hidroponik keluarga berjalan mulus. Ide timbul di kepala. Salah satunya dengan membuat jus kale. Kelihaian dia menyulap kale menjadi jus tereferensi dari google dan YouTube. Bagi dia, pembuatan jus kale tak sulit. Karena tutorial pembuatan jus ada banyak di YouTube. Tinggal mau tidaknya mencoba. Untuk penjualan jus kale pun tidak susah. Ia memanfaatkan sosial media untuk berpromosi. Al hasil, cuan dari tanaman kale pelan tapi pasti mulai ia rasakan.

Baca Juga :  Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Perkantoran, Disporapar Sosialisasikan ke Tempat Wisata

Candu kale makin menjadi. Mujiono kembali memikirkan produk turunan baru. Salah satunya, bakso kale. “Saya buat bakso kale, karena saya lihat anak kurang suka makan sayur. Tapi kalau makan bakso anak-anak kan banyak yang suka. Makanya saya coba membuat bakso kale,” ujarnya. Rupanya, ide Mujiono menyulap sayuran kale menjadi bakso direspon oleh kerabat dan teman. Hasil bakso kale buatannya baru dijadikan status WhatsApp, namun langsung dapat tanggapan positif. “Waktu itu saya coba buat lima kilo. Ternyata langsung habis dipesan,” ujarnya.

Lalu keesokan harinya, ia buat 10 kilogram bakso kale. Hari itu, juga langsung ludes dibeli pembeli. “Sampailah hari ini, penjualan bakso kale rutin saya buat, guna memenuhi kebutuhan pesanan pelanggan,” ujarnya. Ke depan, jika permintaan bakso kale semakin banyak, iapun akan memikirkan ketersediaan kale. Menurutnya ketersediaan kale sebagai bahan dasar bakso harus dipikirkan dari sekarang. Itu sebagai antisipasi ketika terjadi permintaan yang tingi.(**)

Most Read

Artikel Terbaru

/