alexametrics
26 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Vaksinasi Massal Ditunda, Ketersediaan Jarum Suntik Berkurang

PONTIANAK – Pelaksanaan vaksinasi massal yang biasanya digelar di Sekretariat Yayasan Bhakti Suci, Jalan Gajah Mada ditiadakan. Kondisi ini disebabkan kekurangan alat medis berupa jarum untuk menyuntik vaksin.

“Ya sudah dua hari ini. Kami informasi bahwa sementara ditunda sampai batas waktu yang ditentukan,” kata Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci, Susanto Muliawan Lim di Pontianak, siang kemarin.

“Kami sudah bertanya ke pihak dinas, memang jarum yang digunakan untuk menyuntik vaksin kurang karena jarumnya khusus,” sambung Susanto.

Ia menjelaskan bahwa pihak Yayasan Bhakti Suci sudah lama menggelar vaksinasi massal. Menjelang  Imlek 2022 pihak  berhenti sementara dulu untuk menggelar vaksinasi massal, mulai tanggal 28 Januari 2022. Pelaksanaan kemudian direncanakan berlanjut pada tanggal 7 Februari 2022.

“Sudah kami informasi ke masyarakat. Rupanya ada informasi yang kami terima bahwa tertunda tanggal 8 Februari. Alasannya karena jarum suntiknya kurang sehingga tertunda lagi,” sambung Susanto.

“Yang jelas sejak tanggal 7 dan 8 Februari tidak ada. Kami menunggu kabar dari Dinas Kesehatan Kota. Jika sudah ada, kami akan sampaikan ke masyarakat,” sambung dia.

Baca Juga :  Nekat! Di Tengah Kesusahan Ekonominya, Pengusaha Muda Ini Malah Sumbangkan Rumahnya Untuk Bantu Masyarakat

Ia menambahkan pihaknya sudah menyampaikan kondisi ini ke masyarakat luas. Karena mengingat tingginya antusias masyarakat untuk mengikuti vaksinasi massal yang digelar Yayasan Bhakti Suci.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak jadi masih menunggu konfirmasi sehingga ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Susanto.

Susanto menambahkan pihaknya menggelar vaksinasi massal ini untuk membantu pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi. Apalagi saat ini pemerintah sudah membuka kesempatan vaksinasi booster untuk masyarakat.

“Jika sebelumnya hanya untuk usia 60 tahun ke atas, sekarang dari usia 18 ke atas sudah bisa ikut,” sambung dia.

Ia menjelaskan antusias masyarakat untuk ikut vaksinasi sangat tinggi ketika dibuka kesempatan vaksin booster untuk mereka berusia 18 tahun ke atas. Sebelumnya disebutkan Susanto, per hari  jumlah masyarakat yang ikut vaksinasi bisa mencapai 100 orang.

Saat ini, dengan dibukanya kesempatan usia 18 tahun ke atas untuk vaksin booster, jumlahnya diyakininya bisa mencapai 200 orang per hari.

Baca Juga :  Vaksinasi Gratis Masuk Desa

“Kami siap dan bisa 100-200 orang per hari. Tetapi jarumnya kurang sementara vaksinnya yang siap,” sambung Susanto.

Susanto melanjutkan selain vaksinasi booster sebelumnya pun juga tersedia vaksinasi pertama dan kedua untuk masyarakat.

“Karena jarumnya kurang untuk vaksinasi pertama dan kedua juga ditunda,” sambung Susanto.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sidiq Handanu membenarkan kekurangan jarum suntik untuk vaksinasi massal yang digelar di Yayasan Bhakti Suci. Namun ia memastikan kondisi itu tidak mengganggu jalannya vaksinasi yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.

“Sifatnya hanya sementara saja. Sudah kami dropping lagi. Kemungkinan Kamis akan digelar di sana (Yayasan Bhakti Suci),” jelas Sidiq.

Sidiq melanjutkan selain berkaitan dengan jarum suntik, kendalanya pada sumber daya manusia. Menurutnya, sumber daya yang ada digunakan untuk menggelar vaksinasi massal di tempat lain.

“Inikan sifatnya yang dinamis. Jadi sudah normal dan tidak kendala lagi. Apalagi vaksinasi di tempat lain berjalan seperti biasa,” pungkas Sidiq. (mse)

PONTIANAK – Pelaksanaan vaksinasi massal yang biasanya digelar di Sekretariat Yayasan Bhakti Suci, Jalan Gajah Mada ditiadakan. Kondisi ini disebabkan kekurangan alat medis berupa jarum untuk menyuntik vaksin.

“Ya sudah dua hari ini. Kami informasi bahwa sementara ditunda sampai batas waktu yang ditentukan,” kata Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci, Susanto Muliawan Lim di Pontianak, siang kemarin.

“Kami sudah bertanya ke pihak dinas, memang jarum yang digunakan untuk menyuntik vaksin kurang karena jarumnya khusus,” sambung Susanto.

Ia menjelaskan bahwa pihak Yayasan Bhakti Suci sudah lama menggelar vaksinasi massal. Menjelang  Imlek 2022 pihak  berhenti sementara dulu untuk menggelar vaksinasi massal, mulai tanggal 28 Januari 2022. Pelaksanaan kemudian direncanakan berlanjut pada tanggal 7 Februari 2022.

“Sudah kami informasi ke masyarakat. Rupanya ada informasi yang kami terima bahwa tertunda tanggal 8 Februari. Alasannya karena jarum suntiknya kurang sehingga tertunda lagi,” sambung Susanto.

“Yang jelas sejak tanggal 7 dan 8 Februari tidak ada. Kami menunggu kabar dari Dinas Kesehatan Kota. Jika sudah ada, kami akan sampaikan ke masyarakat,” sambung dia.

Baca Juga :  Bujang Kurir, Local Champion Digital Indonesia

Ia menambahkan pihaknya sudah menyampaikan kondisi ini ke masyarakat luas. Karena mengingat tingginya antusias masyarakat untuk mengikuti vaksinasi massal yang digelar Yayasan Bhakti Suci.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak jadi masih menunggu konfirmasi sehingga ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Susanto.

Susanto menambahkan pihaknya menggelar vaksinasi massal ini untuk membantu pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi. Apalagi saat ini pemerintah sudah membuka kesempatan vaksinasi booster untuk masyarakat.

“Jika sebelumnya hanya untuk usia 60 tahun ke atas, sekarang dari usia 18 ke atas sudah bisa ikut,” sambung dia.

Ia menjelaskan antusias masyarakat untuk ikut vaksinasi sangat tinggi ketika dibuka kesempatan vaksin booster untuk mereka berusia 18 tahun ke atas. Sebelumnya disebutkan Susanto, per hari  jumlah masyarakat yang ikut vaksinasi bisa mencapai 100 orang.

Saat ini, dengan dibukanya kesempatan usia 18 tahun ke atas untuk vaksin booster, jumlahnya diyakininya bisa mencapai 200 orang per hari.

Baca Juga :  Karya Bakti TNI: Percepatan Pembangunan Desa Mandiri, Kodam XII /Tpr Juga Gelar Serbuan Vaksinasi

“Kami siap dan bisa 100-200 orang per hari. Tetapi jarumnya kurang sementara vaksinnya yang siap,” sambung Susanto.

Susanto melanjutkan selain vaksinasi booster sebelumnya pun juga tersedia vaksinasi pertama dan kedua untuk masyarakat.

“Karena jarumnya kurang untuk vaksinasi pertama dan kedua juga ditunda,” sambung Susanto.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sidiq Handanu membenarkan kekurangan jarum suntik untuk vaksinasi massal yang digelar di Yayasan Bhakti Suci. Namun ia memastikan kondisi itu tidak mengganggu jalannya vaksinasi yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.

“Sifatnya hanya sementara saja. Sudah kami dropping lagi. Kemungkinan Kamis akan digelar di sana (Yayasan Bhakti Suci),” jelas Sidiq.

Sidiq melanjutkan selain berkaitan dengan jarum suntik, kendalanya pada sumber daya manusia. Menurutnya, sumber daya yang ada digunakan untuk menggelar vaksinasi massal di tempat lain.

“Inikan sifatnya yang dinamis. Jadi sudah normal dan tidak kendala lagi. Apalagi vaksinasi di tempat lain berjalan seperti biasa,” pungkas Sidiq. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/