alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Pupuk Subsidi Langka dan Kualitas Rendah

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Affandie melontarkan kritikannya terkait langkanya pupuk subsidi pada sejumlah daerah di Kalimantan Barat ketika masuk musim tanam. Seandainya tersedia, para petani kerap mengeluhkan rendahnya kualitas ketimbang non subsidi. “Kami (Komisi II) akan mencari tahu permasalahannya apa. Secepatnya pihak terkait yakni dinas teknisnya segera dipanggil,” ucap H Affandie AR, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, kemarin.

Menurutnya dinas teknis atau OPD terkait pupuk subsidi di antaranya Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perkebunan (Disbun), Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar, dan Perusahaan Pupuk Indonesia (PPI). “Dan nantinya sesuai jadwal di Banmus (Badan Musyawarah), kami akan memanggil instasi terkait pada 23 April Tahun 2020 guna membahas persoalan pupuk subsidi,” ucapnya.

Baca Juga :  Event Gowes di Hari Jadi Kota Pontianak, Ajang Silaturahmi dan Semangat Berprestasi

Dalam pembahasan tersebut, Affandie berharap penyebab kelangkaan pupuk bersubsdi setiap musim tanam dapat diketahui. Persoalannya dimana dan solusi seperti apa dapat diketahui. “Kami juga akan memastikan apakah memang benar kualitas pupuk subsidi lebih rendah dibandingkan non subsidi. Sebab informasi di lapangan, kenyataannya demikian,” ujar Affandie

Politisi Demokrat asal Dapil Kubu Raya-Mempawah ini menambahkan bahwa yang namanya pupuk bersubsidi merupakan pupuk pembelian dibantu pemerintah. Harganya lebih murah dibandingkan subsidi pemerintah. “Kualitas pupuknya harus tetap terjaga dong. Kasihan petani,” pintanya. “Segala bahan aktif dalam pupuk subsidi, harus sama dengan non subsidi. Bisa saja kedepan sampel pupuk subsidi kami akan cek ke lab dan bandingkan dengan non subsidi,” timpal dia.

Baca Juga :  UMKM Ajukan Bantuan Produktif

Dia menambahkan bahwa pemeriksaan pupuk pada laboratorium bisa dilakukan di Sucofindo atau Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Nanti dapat dipahami apakah kualiatasnya sesuai kandungan atau tidak. “Harusnya sama dengan non subsidi,” harapnya.(den)

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Affandie melontarkan kritikannya terkait langkanya pupuk subsidi pada sejumlah daerah di Kalimantan Barat ketika masuk musim tanam. Seandainya tersedia, para petani kerap mengeluhkan rendahnya kualitas ketimbang non subsidi. “Kami (Komisi II) akan mencari tahu permasalahannya apa. Secepatnya pihak terkait yakni dinas teknisnya segera dipanggil,” ucap H Affandie AR, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, kemarin.

Menurutnya dinas teknis atau OPD terkait pupuk subsidi di antaranya Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perkebunan (Disbun), Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar, dan Perusahaan Pupuk Indonesia (PPI). “Dan nantinya sesuai jadwal di Banmus (Badan Musyawarah), kami akan memanggil instasi terkait pada 23 April Tahun 2020 guna membahas persoalan pupuk subsidi,” ucapnya.

Baca Juga :  Kuota Pupuk Subsidi Kalbar Hanya 30 Persen

Dalam pembahasan tersebut, Affandie berharap penyebab kelangkaan pupuk bersubsdi setiap musim tanam dapat diketahui. Persoalannya dimana dan solusi seperti apa dapat diketahui. “Kami juga akan memastikan apakah memang benar kualitas pupuk subsidi lebih rendah dibandingkan non subsidi. Sebab informasi di lapangan, kenyataannya demikian,” ujar Affandie

Politisi Demokrat asal Dapil Kubu Raya-Mempawah ini menambahkan bahwa yang namanya pupuk bersubsidi merupakan pupuk pembelian dibantu pemerintah. Harganya lebih murah dibandingkan subsidi pemerintah. “Kualitas pupuknya harus tetap terjaga dong. Kasihan petani,” pintanya. “Segala bahan aktif dalam pupuk subsidi, harus sama dengan non subsidi. Bisa saja kedepan sampel pupuk subsidi kami akan cek ke lab dan bandingkan dengan non subsidi,” timpal dia.

Baca Juga :  Ahli Waris Pertanyakan Pembayaran Lahan Jembatan Duplikasi Landak

Dia menambahkan bahwa pemeriksaan pupuk pada laboratorium bisa dilakukan di Sucofindo atau Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Nanti dapat dipahami apakah kualiatasnya sesuai kandungan atau tidak. “Harusnya sama dengan non subsidi,” harapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/