alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Napi Kendalikan Sabu

PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional Kalimantan Barat membakar tiga kilogram narkotika jenis sabu hasil penyitaan dari tiga orang kurir. Barang haram tersebut dibakar menggunakan mesin incenerator, Senin (8/3) pagi.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Kalbar, Kombes Adeyana Supriayana menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan tim gabungan BNN bersama Bea Cukai pada 11 Februari 2021.

Dari hasil pengungkapan itu, tim gabungan berhasil menangkap tiga orang tersangka di antaranya Bojes, Jek, dan Rory. Dikatakan Adeyana, sebelum meringkus ketiganya, tim gabungan mulanya menangkap Bojes di depan Polsek Tayan Hulu, Jalan Bardan, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.

“Saat itu tersangka Bojes mengendarai mobil diberhentikan petugas, dan saat dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati tiga bungkus yang diduga berisi sabu,” kata Adeyana, kemarin.

Dari pengakuan Bojes, ia merupakan orang suruhan tersangka atas nama Jek, yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi penangkapan Bojes. “Tersangka Jek ditangkap di SPBU, tak jauh dari lokasi penangkapan Bojes,” jelas Adeyana.

Baca Juga :  Penggugat Hadirkan Dua Saksi Ahli

Kepada petugas, keduanya mengaku mendapat sabu itu dari seorang bernama Rory yang sedang berada di Balai Karangan, dan tak berselang lama petugas berhasil meringkus Rory di sebuah penginapan di Balai Karangan.

“Rory ini mengaku awalnya ia dihubungi oleh seseorang berinisial RD yang saat ini masih DPO. Ia memberi tahu bahwa seorang berinisial RM yang ternyata warga binaan menyuruhnya mengambil sabu di perbatasan dengan upah 10 juta rupiah perkilogram, Rory menyetujui dan sudah menerima Rp20 juta,” beber Adeyana.

“Sementara itu Jek dan Bojes mengaku menerima perintah oleh RM dan diupah Rp8 juta dan sudah menerima 3 juta rupiah,” sambungnya.

Atas kasus ini Adeyana mengantakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap RM yang merupakan warga binaan di Rutan Kelas 2 A Pontianak. Ia disinyalir sebagai dalang atau otak pengiriman sabu yang akan diedarkan di Kalbar ini.

Baca Juga :  Petugas Sita Dua Kilogram Sabu, Satu Tersangka Diamankan

“RM ini sebagai pengendali. Kami masih melakukan pengembangan,” tegasnya.

Selain membakar tiga kilogram narkotika jenis sabu, BNN Kalbar juga memusnahkan 11,91 kg ganja tak bertuan. Ganja seberat 11,91 kg tersebut diamankan di kantor jasa pengiriman barang di Jalan Suwigyo, Kecamatan Pontianak Kota pada 23 Februari 2021.

Dikatakan Adeyana, saat itu, BNN Kalimantan Barat mendapat informasi dari petugas jasa pengiriman barang. Ada lima paket yang mencurigakan yang sudah hampir sebulan tidak diambil oleh penerima.

Dari informasi itu, petugas BNN mendatangi lokasi dan mengecek isi paket tersebut. “Paket itu dikirim oleh seseorang dari Medan. Setelah diperiksa, ternyata isinya ganja,” kata Adeyana.

Dalam pengiriman paket tersebut, pelaku menyamarkan isi paket dengan sebuah selimut. “Jadi modusnya adalah, pelaku mengirim barang ini disamarkan dengan selimut. Sehingga pas dibuka, berisi selimut. Tapi di dalamnya paket ganja kering,” pungkasnya. (arf)

PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional Kalimantan Barat membakar tiga kilogram narkotika jenis sabu hasil penyitaan dari tiga orang kurir. Barang haram tersebut dibakar menggunakan mesin incenerator, Senin (8/3) pagi.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Kalbar, Kombes Adeyana Supriayana menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan tim gabungan BNN bersama Bea Cukai pada 11 Februari 2021.

Dari hasil pengungkapan itu, tim gabungan berhasil menangkap tiga orang tersangka di antaranya Bojes, Jek, dan Rory. Dikatakan Adeyana, sebelum meringkus ketiganya, tim gabungan mulanya menangkap Bojes di depan Polsek Tayan Hulu, Jalan Bardan, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.

“Saat itu tersangka Bojes mengendarai mobil diberhentikan petugas, dan saat dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati tiga bungkus yang diduga berisi sabu,” kata Adeyana, kemarin.

Dari pengakuan Bojes, ia merupakan orang suruhan tersangka atas nama Jek, yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi penangkapan Bojes. “Tersangka Jek ditangkap di SPBU, tak jauh dari lokasi penangkapan Bojes,” jelas Adeyana.

Baca Juga :  Petugas Sita Dua Kilogram Sabu, Satu Tersangka Diamankan

Kepada petugas, keduanya mengaku mendapat sabu itu dari seorang bernama Rory yang sedang berada di Balai Karangan, dan tak berselang lama petugas berhasil meringkus Rory di sebuah penginapan di Balai Karangan.

“Rory ini mengaku awalnya ia dihubungi oleh seseorang berinisial RD yang saat ini masih DPO. Ia memberi tahu bahwa seorang berinisial RM yang ternyata warga binaan menyuruhnya mengambil sabu di perbatasan dengan upah 10 juta rupiah perkilogram, Rory menyetujui dan sudah menerima Rp20 juta,” beber Adeyana.

“Sementara itu Jek dan Bojes mengaku menerima perintah oleh RM dan diupah Rp8 juta dan sudah menerima 3 juta rupiah,” sambungnya.

Atas kasus ini Adeyana mengantakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap RM yang merupakan warga binaan di Rutan Kelas 2 A Pontianak. Ia disinyalir sebagai dalang atau otak pengiriman sabu yang akan diedarkan di Kalbar ini.

Baca Juga :  Wuling Luncurkan Harga Spesial untuk Almaz RS

“RM ini sebagai pengendali. Kami masih melakukan pengembangan,” tegasnya.

Selain membakar tiga kilogram narkotika jenis sabu, BNN Kalbar juga memusnahkan 11,91 kg ganja tak bertuan. Ganja seberat 11,91 kg tersebut diamankan di kantor jasa pengiriman barang di Jalan Suwigyo, Kecamatan Pontianak Kota pada 23 Februari 2021.

Dikatakan Adeyana, saat itu, BNN Kalimantan Barat mendapat informasi dari petugas jasa pengiriman barang. Ada lima paket yang mencurigakan yang sudah hampir sebulan tidak diambil oleh penerima.

Dari informasi itu, petugas BNN mendatangi lokasi dan mengecek isi paket tersebut. “Paket itu dikirim oleh seseorang dari Medan. Setelah diperiksa, ternyata isinya ganja,” kata Adeyana.

Dalam pengiriman paket tersebut, pelaku menyamarkan isi paket dengan sebuah selimut. “Jadi modusnya adalah, pelaku mengirim barang ini disamarkan dengan selimut. Sehingga pas dibuka, berisi selimut. Tapi di dalamnya paket ganja kering,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/