alexametrics
26.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Gemawan Gelar Wisuda Sekolah Pemimpin Perempuan Angkatan Pertama

PONTIANAK – Sekolah Pemimpin Perempuan (SPP) merupakan satu dari sepuluh pendidikan informal yang dicanangkan Gemawan. SPP dihelat dalam rangka meningkatkan kapasitas perempuan di wilayah aktivitas Gemawan.

Pada tanggal 7 Maret 2022, Gemawan melakukan wisuda kepada 10 orang yang menjadi alumni angkatan pertama Sekolah Pemimpin Perempuan. Pelaksanaan SPP sendiri telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021 secara offline. Kegiatan ini juga dilakukan in class dan out class.

Direktur Gemawan, Laili Khairnur, dalam sambutannya menjelaskan bahwa SPP merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan Gemawan dalam melakukan pendampingan, pemberdayaan dan pengorganisasian kepada masyarakat. Hal ini tertuang dalam hasil Strategic Planning Lembaga Gemawan tahun 2020-2025.

“Gemawan memiliki empat pendekatan dalam melakukan pengorganisasian masyarakat yaitu, membangun kesadaran kritis dan capacity building, advokasi kebijakan, komunikasi strategis, dan knowledge management,” kata Laili, kemarin.

Baca Juga :  Syarif Machmud Mundur dari Gerindra

“SPP ini adalah salah satu cara kami melakukan pengorganisasian untuk pemberdayaan dan advokasi kebijakan di tingkat desa. SPP diharapkan dapat mendorong pemerintah desa memberikan alokasi dana untuk pemberdayaan perempuan, terutama diisu kepemimpinan,” sambungnya.

Laili juga menjelaskan bahwa pelaksanaan SPP ini juga untuk membangun kepercayaan diri perempuan guna berpartisipasi dalam membuat keputusan berdasarkan perspektif mereka dalam melihat pembangunan di sekitar mereka.

“Perjuangan kesetaraan gender bukan tentang melawan laki-laki namun yang ingin dibangun adalah relasi kuasa yang adil untuk menuju kebahagiaan, kesejahteraan dan keadilan,” tegasnya.

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan SPP merupakan terobosan inovatif untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengadvokasi dirinya dari ketidakadilan.

Baca Juga :  Warga yang Pulang dari Kuching dan KL Diimbau untuk Memeriksakan Diri

Kepala Divisi Perempuan Lembaga Gemawan, Siti Rahmawati berharap para alumni SPP ini dapat mentrasformasikan pengetahuan yang mereka dapat kepada para perempuan lain di desa masing-masing dan mampu melakukan advokasi di tingkat desa.

Imah Kusmawati, salah satu alumni SPP juga menyampaikan rasa bahagianya menjadi alumni SPP ini.

“Saya sangat senang, bersemangat karena bisa mengikuti wisuda SPP ini. Apalagi kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas. Semoga ke depan para alumni SPP ini bisa menempati posisi strategis di desa dengan pengalaman yang didapat dari SPP ini,” ujar Ketua Kelompok Perempuan Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung ini. (mse/r)

PONTIANAK – Sekolah Pemimpin Perempuan (SPP) merupakan satu dari sepuluh pendidikan informal yang dicanangkan Gemawan. SPP dihelat dalam rangka meningkatkan kapasitas perempuan di wilayah aktivitas Gemawan.

Pada tanggal 7 Maret 2022, Gemawan melakukan wisuda kepada 10 orang yang menjadi alumni angkatan pertama Sekolah Pemimpin Perempuan. Pelaksanaan SPP sendiri telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021 secara offline. Kegiatan ini juga dilakukan in class dan out class.

Direktur Gemawan, Laili Khairnur, dalam sambutannya menjelaskan bahwa SPP merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan Gemawan dalam melakukan pendampingan, pemberdayaan dan pengorganisasian kepada masyarakat. Hal ini tertuang dalam hasil Strategic Planning Lembaga Gemawan tahun 2020-2025.

“Gemawan memiliki empat pendekatan dalam melakukan pengorganisasian masyarakat yaitu, membangun kesadaran kritis dan capacity building, advokasi kebijakan, komunikasi strategis, dan knowledge management,” kata Laili, kemarin.

Baca Juga :  Polita Wisuda 62 Lulusan Kebidanan

“SPP ini adalah salah satu cara kami melakukan pengorganisasian untuk pemberdayaan dan advokasi kebijakan di tingkat desa. SPP diharapkan dapat mendorong pemerintah desa memberikan alokasi dana untuk pemberdayaan perempuan, terutama diisu kepemimpinan,” sambungnya.

Laili juga menjelaskan bahwa pelaksanaan SPP ini juga untuk membangun kepercayaan diri perempuan guna berpartisipasi dalam membuat keputusan berdasarkan perspektif mereka dalam melihat pembangunan di sekitar mereka.

“Perjuangan kesetaraan gender bukan tentang melawan laki-laki namun yang ingin dibangun adalah relasi kuasa yang adil untuk menuju kebahagiaan, kesejahteraan dan keadilan,” tegasnya.

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan SPP merupakan terobosan inovatif untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengadvokasi dirinya dari ketidakadilan.

Baca Juga :  Wisuda Daring Universitas Widya Dharma Pontianak, Tetap Berjalan Khidmat Meski Digelar secara Virtual

Kepala Divisi Perempuan Lembaga Gemawan, Siti Rahmawati berharap para alumni SPP ini dapat mentrasformasikan pengetahuan yang mereka dapat kepada para perempuan lain di desa masing-masing dan mampu melakukan advokasi di tingkat desa.

Imah Kusmawati, salah satu alumni SPP juga menyampaikan rasa bahagianya menjadi alumni SPP ini.

“Saya sangat senang, bersemangat karena bisa mengikuti wisuda SPP ini. Apalagi kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas. Semoga ke depan para alumni SPP ini bisa menempati posisi strategis di desa dengan pengalaman yang didapat dari SPP ini,” ujar Ketua Kelompok Perempuan Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung ini. (mse/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/