alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Polda Awasi Tangki Siluman, Pastikan Kuota BBM Aman

PONTIANAK – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Suryanbodo Asmoro memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat aman dan tidak ada kelangkaan. Hal itu disampaikannya setelah rapat bersama Kapolri, Wakil Menteri BUMN dan Dirut Pertamina melalui Video Conference, Jumat (8/4) siang.

Menurut Suryanbodo, kuota BBM tidak ada masalah dan tercukupi secara nasional. “Termasuk di Kalimantan Barat juga tercukupi,” katanya. Dari data Pertamina, Depo Pertamina Kalbar memiliki stok sebanyak 40 juta liter, yang terdiri dari solar, pertalite dan pertamax.

Namun demikian, lanjut Suryanbodo, jika masih ada antrean di SPBU, kemungkinan waktu itu suplai belum datang atau dalam perjalanan.  “Jadi mereka menunggu,” lanjutnya.

Suryanbodo menegaskan, dirinya sudah memerintahkan seluruh jajaran polda hingga polres dan polsek untuk mengawasi alur distribusi BBM di Kalbar. Untuk itu, jajarannya diminta berkoordinasi dengan pemda. Polres dan polsek juga diinstruksikan untuk mendata jumlah kendaraan seperti truk, alat berat dan lainnya.

Baca Juga :  Midji : Masyarakat Jangan Panik

“Polres-polres sudah mendata SPBU yang ada di daerahnya masing-masing, mengawasi kuota yang masuk dan siapa yang membelinya,” tutur dia.

Kemudian, lanjut Suryanbodo, Direktorat Reserse Kriminal Khusus pun sudah melakukan penyelidikan bersama Direktorat Lalu Lintas untuk mengantisipasi bila ada yang menggunakan tangki modifikasi. Tangki yang biasa disebut tangki siluman itu digunakan untuk membeli BBM bersubsidi dan dijual ke Industri, baik ke perkebunan maupun pertambangan.

“Nanti akan kami dalami. Apakah ada aliran BBM subsidi yang digunakan untuk industri, baik untuk perkebunan maupun pertambangan,” bebernya.

Selain stok BBM untuk masyarakat yang menggunakan transportasi darat, pihaknya juga memastikan bahwa stok BBM untuk nelayan di Kalbar aman.  Menurut dia, saat ini terdapat 13 SPBN yang tersebar di berbagai wilayah di Kalbar dan secara keseluruhan stok BBM dinyatakan aman.

Dirinya menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak bilamana ada oknum yang menyalahgunakan BBM khususnya BBM bersubsidi. Bahkan, kata dia, bila ada oknum polisi yang ikut terlibat dalam penyalahgunaan BBM dengan membekingi juga akan ditindak tegas.

Baca Juga :  Syarat Bepergian Mulai Longgar

“Tentu sudah ada aturannya. Jika ada oknum aparat kepolisian yang bermain akan ditindak tegas. Nanti propam yang akan menangani,” tegasnya.

Sementara itu, Sales Area Manager PT Pertamina Kalbar, Ahmad Rifqi juga menegaskan bahwa kuota BBM di Kalbar tercukupi. Menurutnya, untuk Kalbar mendapat jatah kuota BBM sebanyak 330.000 Kiloliter per tahun, yang didistribusikan ke 130 SPBU.

Terkait dengan adanya indikasi pelanggaran, Rifqi mengimbau kepada masyarakat untuk melapor kepada PT. Pertamina. Pihaknya tidak akan segan menindak. Bahkan, saat ini ada 10 SPBU di Kalbar yang mendapat sanksi tidak boleh menjual solar selama sebulan.

Kemudian, pada bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya idul Fitri, pihaknya pun sudah memprediksi akan terdapat kenaikan konsumsi di masyarakat. Oleh sebab itu, Pertamina sudah menyiapkan tambahan suplai 7% dari suplai normal. (arf)

PONTIANAK – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Suryanbodo Asmoro memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat aman dan tidak ada kelangkaan. Hal itu disampaikannya setelah rapat bersama Kapolri, Wakil Menteri BUMN dan Dirut Pertamina melalui Video Conference, Jumat (8/4) siang.

Menurut Suryanbodo, kuota BBM tidak ada masalah dan tercukupi secara nasional. “Termasuk di Kalimantan Barat juga tercukupi,” katanya. Dari data Pertamina, Depo Pertamina Kalbar memiliki stok sebanyak 40 juta liter, yang terdiri dari solar, pertalite dan pertamax.

Namun demikian, lanjut Suryanbodo, jika masih ada antrean di SPBU, kemungkinan waktu itu suplai belum datang atau dalam perjalanan.  “Jadi mereka menunggu,” lanjutnya.

Suryanbodo menegaskan, dirinya sudah memerintahkan seluruh jajaran polda hingga polres dan polsek untuk mengawasi alur distribusi BBM di Kalbar. Untuk itu, jajarannya diminta berkoordinasi dengan pemda. Polres dan polsek juga diinstruksikan untuk mendata jumlah kendaraan seperti truk, alat berat dan lainnya.

Baca Juga :  Polda-DPRD Sepakat Jaga Alam di Kalbar

“Polres-polres sudah mendata SPBU yang ada di daerahnya masing-masing, mengawasi kuota yang masuk dan siapa yang membelinya,” tutur dia.

Kemudian, lanjut Suryanbodo, Direktorat Reserse Kriminal Khusus pun sudah melakukan penyelidikan bersama Direktorat Lalu Lintas untuk mengantisipasi bila ada yang menggunakan tangki modifikasi. Tangki yang biasa disebut tangki siluman itu digunakan untuk membeli BBM bersubsidi dan dijual ke Industri, baik ke perkebunan maupun pertambangan.

“Nanti akan kami dalami. Apakah ada aliran BBM subsidi yang digunakan untuk industri, baik untuk perkebunan maupun pertambangan,” bebernya.

Selain stok BBM untuk masyarakat yang menggunakan transportasi darat, pihaknya juga memastikan bahwa stok BBM untuk nelayan di Kalbar aman.  Menurut dia, saat ini terdapat 13 SPBN yang tersebar di berbagai wilayah di Kalbar dan secara keseluruhan stok BBM dinyatakan aman.

Dirinya menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak bilamana ada oknum yang menyalahgunakan BBM khususnya BBM bersubsidi. Bahkan, kata dia, bila ada oknum polisi yang ikut terlibat dalam penyalahgunaan BBM dengan membekingi juga akan ditindak tegas.

Baca Juga :  Rp12,4 Miliar Untuk Kebayan-Balai Sebut

“Tentu sudah ada aturannya. Jika ada oknum aparat kepolisian yang bermain akan ditindak tegas. Nanti propam yang akan menangani,” tegasnya.

Sementara itu, Sales Area Manager PT Pertamina Kalbar, Ahmad Rifqi juga menegaskan bahwa kuota BBM di Kalbar tercukupi. Menurutnya, untuk Kalbar mendapat jatah kuota BBM sebanyak 330.000 Kiloliter per tahun, yang didistribusikan ke 130 SPBU.

Terkait dengan adanya indikasi pelanggaran, Rifqi mengimbau kepada masyarakat untuk melapor kepada PT. Pertamina. Pihaknya tidak akan segan menindak. Bahkan, saat ini ada 10 SPBU di Kalbar yang mendapat sanksi tidak boleh menjual solar selama sebulan.

Kemudian, pada bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya idul Fitri, pihaknya pun sudah memprediksi akan terdapat kenaikan konsumsi di masyarakat. Oleh sebab itu, Pertamina sudah menyiapkan tambahan suplai 7% dari suplai normal. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/