alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Bimtek Perpustakaan Nasional, Tingkatkan Kapasitas Pustakawan Kalbar

PONTIANAK – Perpustakaan Nasional RI menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, dalam program transformasi perpustakaan inklusi sosial, di wilayah Kalimantan Barat, pada Selasa (8/6). Kegiatan tersebut mengundang pustakawan dari 6 Kabupaten di Kalbar di antaranya dari Kabupaten Landak, Sintang, Sambas, Kayong Utara, Ketapang, dan Sambas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Yuline Marhaeni menyebut pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas para pustakawan di Kalbar. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Perpusnas sudah memberikan kegiatan kepada teman-teman yang ada di Kabupaten. “Kegiatan ini digelar agar mereka diberikan bantuan untuk pengembangan perpustakaan agar mereka bisa mengembangkan supaya mereka bisa mandiri, mereka bisa mengembangkan kegiatan yang mereka dapati pada hari ini,” jelas Yuline, usai pembukaan kegiatan.

Baca Juga :  Wujudkan MTQ Berkualitas dan Berprestasi

Sementara itu, Kepala Pusat Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi, Nurcahyono mengungkapkan ini merupakan program nasional yang digelar setiap tahun. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembangkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. “Jadi ini sangat didukung pemerintah dengan tujuan untuk menuntaskan angka kemiskinan masyarakat, dengan masyarakat membaca jadi cerdas, dia bisa berkarya, berusaha untuk mencukupi kehidupan mereka,” papar Nurcahyono.

Selain untuk pembangunan nasional, kegitan ini juga merupakan salah satu upaya meningkatkan indeks pembangunan masyarakat Indonesia. “Mereka harus sejahtera dulu, nah mereka harus belajar, di perpustakaan. Di sini kita mencerdaskan melalui layanan berbasis inklusi sosial tadi, kita memprovokasi masyarakat agar mau ke perpustakaan, harapan kami agar mereka memiliki keterampilan tinggi dan mendukung indeks pembangunan manusia Indonesia yang masih rendah tadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kembangkan Pembangkit Listrik Pico Hydro

Selain itu, dia juga memaparkan bahwa pihaknya juga menyediakan fasilitas perpustakaan digital, dengan mengunduh aplikasi dan dapat diakses melalui digital. “Bisa diakses melalui digital, instal, selama pandemi juga banyak konsultasi menggunakan online, dan kita di Indonesia nomor 1 di dunia untuk layanan open accses dan itu luar biasa, jumlah perpustakaan kita nomor 2 setelah India,” ucapnya.

Pihaknya juga terus melakukan motivasi kepada masyarakat untuk perkembangan perpustakaan desa, Nurcahyo mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi perkembangan perpustakaan hingga ke pelosok daerah. “Kita punya tugas membina perpustakaan umum, desa, kecamatan, kabupaten kota, ada juga sekolah, dan perguruan tinggi. Kita mendampingi semua,” pungkasnya. (ars)

PONTIANAK – Perpustakaan Nasional RI menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, dalam program transformasi perpustakaan inklusi sosial, di wilayah Kalimantan Barat, pada Selasa (8/6). Kegiatan tersebut mengundang pustakawan dari 6 Kabupaten di Kalbar di antaranya dari Kabupaten Landak, Sintang, Sambas, Kayong Utara, Ketapang, dan Sambas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Yuline Marhaeni menyebut pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas para pustakawan di Kalbar. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Perpusnas sudah memberikan kegiatan kepada teman-teman yang ada di Kabupaten. “Kegiatan ini digelar agar mereka diberikan bantuan untuk pengembangan perpustakaan agar mereka bisa mengembangkan supaya mereka bisa mandiri, mereka bisa mengembangkan kegiatan yang mereka dapati pada hari ini,” jelas Yuline, usai pembukaan kegiatan.

Baca Juga :  Kembangkan Pembangkit Listrik Pico Hydro

Sementara itu, Kepala Pusat Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi, Nurcahyono mengungkapkan ini merupakan program nasional yang digelar setiap tahun. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembangkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. “Jadi ini sangat didukung pemerintah dengan tujuan untuk menuntaskan angka kemiskinan masyarakat, dengan masyarakat membaca jadi cerdas, dia bisa berkarya, berusaha untuk mencukupi kehidupan mereka,” papar Nurcahyono.

Selain untuk pembangunan nasional, kegitan ini juga merupakan salah satu upaya meningkatkan indeks pembangunan masyarakat Indonesia. “Mereka harus sejahtera dulu, nah mereka harus belajar, di perpustakaan. Di sini kita mencerdaskan melalui layanan berbasis inklusi sosial tadi, kita memprovokasi masyarakat agar mau ke perpustakaan, harapan kami agar mereka memiliki keterampilan tinggi dan mendukung indeks pembangunan manusia Indonesia yang masih rendah tadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan Rumah Tangga 450 VA dan 900 VA Subsidi

Selain itu, dia juga memaparkan bahwa pihaknya juga menyediakan fasilitas perpustakaan digital, dengan mengunduh aplikasi dan dapat diakses melalui digital. “Bisa diakses melalui digital, instal, selama pandemi juga banyak konsultasi menggunakan online, dan kita di Indonesia nomor 1 di dunia untuk layanan open accses dan itu luar biasa, jumlah perpustakaan kita nomor 2 setelah India,” ucapnya.

Pihaknya juga terus melakukan motivasi kepada masyarakat untuk perkembangan perpustakaan desa, Nurcahyo mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi perkembangan perpustakaan hingga ke pelosok daerah. “Kita punya tugas membina perpustakaan umum, desa, kecamatan, kabupaten kota, ada juga sekolah, dan perguruan tinggi. Kita mendampingi semua,” pungkasnya. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/