alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Latih Kelola Limbah Jadi Pupuk Organik

TIM Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang terdiri dari dosen Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak (TP Polnep) menggelar pelatihan pengelolaan limbah penyulingan minyak cengkeh dan perikanan menjadi pupuk organik. PPM digelar pada Kamis, 1 Juli 2021 di Pulau Kabung, Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, bersama Perkumpulan Masyarakat Pulau Kabung (PMPK).

Kegiatan diikuti bapak, ibu, dan pemuda di Pulau Kabung bagian barat, timur, utara, dan selatan. Tim PPM TP Polnep diketuai Jaini Fakhrudin SP MSi. Kegiatan PPM dibiayai DIPA Polnep tahun anggaran 2021. Kegiatan dibuka Kepala Desa Karimunting, diwakili Ketua PMPK, Juni Rahman (Pak Atok).

Warga Pulau Kabung menyambut baik kegiatan tersebut. Sebagian besar mata pencaharian warga setempat yakni nelayan, serta petani cengkeh dan pala. Jika cuaca baik, mereka dapat memanen hasil laut melalui bagan-bagan. Tetapi, jika cuaca buruk, mereka menyuling daun cengkeh menjadi minyak, serta buah pala dikeringkan dan dijual. “Banyak limbah dihasilkan dari kegiatan tersebut, tetapi belum dimanfaatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tuntaskan Stunting, Tahun Depan Alokasi Anggaran Dikucur Lebih Besar

Limbah padat daun cengkeh hasil penyulingan dapat dijadikan kompos. Limbah perikanan, isi perut dan sisik ikan yang biasanya dibuang juga dapat dijadikan pupuk organik cair (POC). Proses pembuatan kompos dan POC tergolong mudah dan bisa dilakukan sendiri masyarakat Pulau Kabung. Caranya cukup dengan mencampur limbah dengan starter / biang (EM4) untuk mempercepat pembusukan. Setelah fermentasi sekitar satu bulan maka akan diperoleh kompos dan POC ramah lingkungan.

Keduanya dapat dimanfaatkan warga untuk tanaman cabai, bayam, kangkung, bahkan cengkeh dan pala (komoditas unggulan) yang mereka pelihara. Kompos dan POC pun dapat dijual kembali untuk meningkatkan pendapatan warga. Selama ini warga tidak menggunakan apapun untuk merawat sayuran, serta kebun cengkeh dan pala. Melalui kompos dan POC ini diharapkan produktivitas tanaman warga dapat meningkat.

Ketua Kelompok Tani Pulau Kabung menyampaikan, pelatihan pembuatan kompos dan POC dari limbah daun cengkeh dan perikanan merupakan pengetahuan baru bagi warga. Selama ini, warga hanya menggunakan limbah daun cengkeh sebagai bahan bakar penyulingan. Limbah perikanan juga dibuang begitu saja.

Baca Juga :  Prakira Cuaca Panas

Menurutnya, PPM dari TP Polnep tersebut sangat bermanfaat bagi warga. Sekarang warga dapat memanfaatkan limbah menjadi kompos dan POC. Keduanya baik untuk tanaman pekarangan rumah maupun di kebun warga.

Jaini Fakhrudin, ketua tim PPM menyampaikan, pelatihan ini sangat bagus karena warga sekarang dapat memanfaatkan limbah yang selama ini dibuang. Kompos dan POC juga dapat meningkatkan hasil produksi cabai, bayam, kangkung, cengkeh, dan pala warga.

“Tidak hanya digunakan sendiri, kompos dan POC juga bisa dipasarkan untuk meningkatkan perekonomian warga Pulau Kabung. Kompos dan POC ini merupakan pupuk yang sangat ramah lingkungan. Pun mudah dibuat karena bahannya sudah tersedia di sekitar rumah. Harapan kami dapat tercipta ekosistem sehat, serta berkurangnya biaya perawatan lahan pertanian warga,” pungkas Jaini. (ser)

TIM Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang terdiri dari dosen Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak (TP Polnep) menggelar pelatihan pengelolaan limbah penyulingan minyak cengkeh dan perikanan menjadi pupuk organik. PPM digelar pada Kamis, 1 Juli 2021 di Pulau Kabung, Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, bersama Perkumpulan Masyarakat Pulau Kabung (PMPK).

Kegiatan diikuti bapak, ibu, dan pemuda di Pulau Kabung bagian barat, timur, utara, dan selatan. Tim PPM TP Polnep diketuai Jaini Fakhrudin SP MSi. Kegiatan PPM dibiayai DIPA Polnep tahun anggaran 2021. Kegiatan dibuka Kepala Desa Karimunting, diwakili Ketua PMPK, Juni Rahman (Pak Atok).

Warga Pulau Kabung menyambut baik kegiatan tersebut. Sebagian besar mata pencaharian warga setempat yakni nelayan, serta petani cengkeh dan pala. Jika cuaca baik, mereka dapat memanen hasil laut melalui bagan-bagan. Tetapi, jika cuaca buruk, mereka menyuling daun cengkeh menjadi minyak, serta buah pala dikeringkan dan dijual. “Banyak limbah dihasilkan dari kegiatan tersebut, tetapi belum dimanfaatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI Distribusikan Bantuan ke Pulau Kabung

Limbah padat daun cengkeh hasil penyulingan dapat dijadikan kompos. Limbah perikanan, isi perut dan sisik ikan yang biasanya dibuang juga dapat dijadikan pupuk organik cair (POC). Proses pembuatan kompos dan POC tergolong mudah dan bisa dilakukan sendiri masyarakat Pulau Kabung. Caranya cukup dengan mencampur limbah dengan starter / biang (EM4) untuk mempercepat pembusukan. Setelah fermentasi sekitar satu bulan maka akan diperoleh kompos dan POC ramah lingkungan.

Keduanya dapat dimanfaatkan warga untuk tanaman cabai, bayam, kangkung, bahkan cengkeh dan pala (komoditas unggulan) yang mereka pelihara. Kompos dan POC pun dapat dijual kembali untuk meningkatkan pendapatan warga. Selama ini warga tidak menggunakan apapun untuk merawat sayuran, serta kebun cengkeh dan pala. Melalui kompos dan POC ini diharapkan produktivitas tanaman warga dapat meningkat.

Ketua Kelompok Tani Pulau Kabung menyampaikan, pelatihan pembuatan kompos dan POC dari limbah daun cengkeh dan perikanan merupakan pengetahuan baru bagi warga. Selama ini, warga hanya menggunakan limbah daun cengkeh sebagai bahan bakar penyulingan. Limbah perikanan juga dibuang begitu saja.

Baca Juga :  Tuntaskan Stunting, Tahun Depan Alokasi Anggaran Dikucur Lebih Besar

Menurutnya, PPM dari TP Polnep tersebut sangat bermanfaat bagi warga. Sekarang warga dapat memanfaatkan limbah menjadi kompos dan POC. Keduanya baik untuk tanaman pekarangan rumah maupun di kebun warga.

Jaini Fakhrudin, ketua tim PPM menyampaikan, pelatihan ini sangat bagus karena warga sekarang dapat memanfaatkan limbah yang selama ini dibuang. Kompos dan POC juga dapat meningkatkan hasil produksi cabai, bayam, kangkung, cengkeh, dan pala warga.

“Tidak hanya digunakan sendiri, kompos dan POC juga bisa dipasarkan untuk meningkatkan perekonomian warga Pulau Kabung. Kompos dan POC ini merupakan pupuk yang sangat ramah lingkungan. Pun mudah dibuat karena bahannya sudah tersedia di sekitar rumah. Harapan kami dapat tercipta ekosistem sehat, serta berkurangnya biaya perawatan lahan pertanian warga,” pungkas Jaini. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/