alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Calon Ketua MABT Harus Sertakan Rp 50 Juta Saat Pendaftaran, Susanto Batal Daftar Jadi Ketua MABT

PONTIANAK-Susanto bakal calon ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan barat mempertanyakan salah satu syarat pendaftaran calon ketua MABT mesti menyertakan Rp 50 juta buat biaya pelaksanaan Mubeslub MABT Kalbar. Anehnya, jika peserta bakal calon ketua tidak lolos, uang tersebut menjadi hangus.

“Setelah mendapat informasi tentang adanya pemilihan bakal calon ketua MABT, saya berinisiatif maju sebagai bakal calon ketua. Lalu saya menyiapkan berkas yang diperlukan. Setelah lengkap 5 September 2020 kemarin saya mendaftarkan diri ke kantor MABT di Jalan Pahlawan Pasar Flamboyan Kota Pontianak,” terang Susanto kepada Pontianak Post, Rabu (9/9).

Setelah penyerahan dokumen ia kaget. Ternyata ada selembar surat pernyataan yang di poin 6 berbunyi bersedia menyumbangkan iklas dana Rp 50 juta untuk biaya pelaksanaan Mubeslub MABT Kalbar yang diserahkan kepada panitia bersamaan saat mendaftar.

Baca Juga :  Tutup Akhir Tahun, Luncurkan 13 Buku

Sebagai calon ketua MABT tentu menjadi pertanyaan. Kata dia, kenapa seorang calon ketua harus menyumbang dengan iklas sebesar nominal tersebut.

“Saya berkeinginan maju sebagai calon karena melihat selama hampir 15 tahun MABT sepertinya sudah mati suri. Jadi saya berkeinginan memajukan dan mengembalikan MABT Kal Bar keposisinya dan merangkul terutama kalangan etnis Tionghoa agar bersatu bersama sama membantu sumbangsihnya buat masyarakat Kal Bar,” katanya.

Andaikata peserta calon ketua yang sudah menyumbang dengan ikhlas ternyata tidak lolos terpilih maka uang sumbangan tersebut hangus. Dikarenakan adanya pungutan yang jumlahnya relatif besar. Iapun menyatakan mundur sebagai calon ketua MABT Kalbar.(iza)

PONTIANAK-Susanto bakal calon ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan barat mempertanyakan salah satu syarat pendaftaran calon ketua MABT mesti menyertakan Rp 50 juta buat biaya pelaksanaan Mubeslub MABT Kalbar. Anehnya, jika peserta bakal calon ketua tidak lolos, uang tersebut menjadi hangus.

“Setelah mendapat informasi tentang adanya pemilihan bakal calon ketua MABT, saya berinisiatif maju sebagai bakal calon ketua. Lalu saya menyiapkan berkas yang diperlukan. Setelah lengkap 5 September 2020 kemarin saya mendaftarkan diri ke kantor MABT di Jalan Pahlawan Pasar Flamboyan Kota Pontianak,” terang Susanto kepada Pontianak Post, Rabu (9/9).

Setelah penyerahan dokumen ia kaget. Ternyata ada selembar surat pernyataan yang di poin 6 berbunyi bersedia menyumbangkan iklas dana Rp 50 juta untuk biaya pelaksanaan Mubeslub MABT Kalbar yang diserahkan kepada panitia bersamaan saat mendaftar.

Baca Juga :  Untuk Kesehatan, Jangan Ragu Divaksin

Sebagai calon ketua MABT tentu menjadi pertanyaan. Kata dia, kenapa seorang calon ketua harus menyumbang dengan iklas sebesar nominal tersebut.

“Saya berkeinginan maju sebagai calon karena melihat selama hampir 15 tahun MABT sepertinya sudah mati suri. Jadi saya berkeinginan memajukan dan mengembalikan MABT Kal Bar keposisinya dan merangkul terutama kalangan etnis Tionghoa agar bersatu bersama sama membantu sumbangsihnya buat masyarakat Kal Bar,” katanya.

Andaikata peserta calon ketua yang sudah menyumbang dengan ikhlas ternyata tidak lolos terpilih maka uang sumbangan tersebut hangus. Dikarenakan adanya pungutan yang jumlahnya relatif besar. Iapun menyatakan mundur sebagai calon ketua MABT Kalbar.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/