alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Gegara Baut Knalpot, Nor Tewas Ditikam

DUA pemuda terlibat pertikaian di kafe Brader, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (8/9) sekitar pukul 01.45. Pertikaian antara Top dan Nor tersebut diduga karena Nor mengambil baut cover knalpot milik Top.

Top yang dalam pengaruh alkohol tidak terima dengan perbuatan Nor. Dengan sebilah senjata tajam, Top menyerang Nor. Perkelahian keduanya tidak dapat dihindari. Nor yang merasa jiwanya terancam berusaha melarikan diri tetapi terus dikejar hingga terjatuh ke dalam selokan.

Saat itulah, Top menghujamkan senjata tajamnya ke punggung belakang, bahu kanan dan leher belakang. Hingga akhirnya korban tewas bersimbah darah.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Rio Sigal Hasibuan membenarkan, peristiwa perkelahian yang berujung tewasnya seorang pemuda tersebut. Rio menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi di tempat kejadian, pertikian antara pelaku dan korban karena pelaku sakit hati dengan korban karena mengambil aksesoris sepeda motor miliknya.

Baca Juga :  Sedang Tidur, Mustafa Ditikam Tetangga

Saat itu, lanjut Rio, pelaku menanyakan tindakan yang dilakukan korban. Saat itu pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang korban.

“Dari keterangan saksi-saksi, pelaku diketahui mabuk karena mengkonsumsi minuman keras,” kata Rio.

Rio menerangkan, antara pelaku dan korban sama-sama tersulut emosi. Keduanya terlibat perkelahian di tempat parkir. Tetapi karena merasa tindakan pelaku sudah sangat mengancam, korban memilih melarikan diri.

“Saat korban melarikan diri, korban terjatuh ke dalam parit. Pelaku kemudian turun lalu menikam korban di punggung kanan, bahu belakang dan tengkuk leher,” ungkapnya.

“Dari informasi warga, kami langsung mendatangi tempat kejadian. Pelaku berhasil ditangkap di tempat kejadian. Dari tangannya disita barang bukti pisau lipat,” tuturnya.

Baca Juga :  Jukir Tewas dengan Tiga Tusukan

Rio menyatakan, terhadap korban saat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal oleh dokter yang menangani. (adg)

DUA pemuda terlibat pertikaian di kafe Brader, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (8/9) sekitar pukul 01.45. Pertikaian antara Top dan Nor tersebut diduga karena Nor mengambil baut cover knalpot milik Top.

Top yang dalam pengaruh alkohol tidak terima dengan perbuatan Nor. Dengan sebilah senjata tajam, Top menyerang Nor. Perkelahian keduanya tidak dapat dihindari. Nor yang merasa jiwanya terancam berusaha melarikan diri tetapi terus dikejar hingga terjatuh ke dalam selokan.

Saat itulah, Top menghujamkan senjata tajamnya ke punggung belakang, bahu kanan dan leher belakang. Hingga akhirnya korban tewas bersimbah darah.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Rio Sigal Hasibuan membenarkan, peristiwa perkelahian yang berujung tewasnya seorang pemuda tersebut. Rio menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi di tempat kejadian, pertikian antara pelaku dan korban karena pelaku sakit hati dengan korban karena mengambil aksesoris sepeda motor miliknya.

Baca Juga :  Gelar Operasi Pekat Kapuas 2020, Tubuh Sampai Jok Motor Digeledah Polisi

Saat itu, lanjut Rio, pelaku menanyakan tindakan yang dilakukan korban. Saat itu pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang korban.

“Dari keterangan saksi-saksi, pelaku diketahui mabuk karena mengkonsumsi minuman keras,” kata Rio.

Rio menerangkan, antara pelaku dan korban sama-sama tersulut emosi. Keduanya terlibat perkelahian di tempat parkir. Tetapi karena merasa tindakan pelaku sudah sangat mengancam, korban memilih melarikan diri.

“Saat korban melarikan diri, korban terjatuh ke dalam parit. Pelaku kemudian turun lalu menikam korban di punggung kanan, bahu belakang dan tengkuk leher,” ungkapnya.

“Dari informasi warga, kami langsung mendatangi tempat kejadian. Pelaku berhasil ditangkap di tempat kejadian. Dari tangannya disita barang bukti pisau lipat,” tuturnya.

Baca Juga :  Data Pribadi Kerap Bocor, Nasabah ‘Diteror’ Via Telpon hingga Saldo Berkurang

Rio menyatakan, terhadap korban saat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal oleh dokter yang menangani. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/