alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Ini Kronologi Kasus Penganiayaan Anak oleh Ibu Kandung dan Ayah Tirinya di Sungai Jawi

PONTIANAK – Bocah laki-laki berusia enam tahun jadi korban penganiayaan dan penyekapan. Diduga pelaku adalah ibu kandung dan ayah tiri korban. Korban disekap di dalam kakus dengan kondisi tubuh yang telah mengurus dan terdapat luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Nerikut kronologi kasusnya.

  1. Asisten rumah tangga membuat video tentang penyekapan yang dialami seorang anak

Kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terungkap berkat video yang dibuat pembantu terduga pelaku. Sebelum membuat video, ia juga menjadi korban penyekapan lantaran hendak berusaha menolong korban.

  1. Video disebar melalui aplikasi chat WhatsApp

Dalam penyekapan, pembantu tersebut berhasil melarikan diri. Ia kemudian membuat video yang menjelaskan tentang penyekapan yang dialami bocah malang itu. Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, di dalam video tersebut dijelaskan secara detail di mana lokasi penyekapan. Video kemudian disebar melalui aplikasi chat WhatsApp hingga akhirnya sampai kepada penegak hukum.

  1. Kepolisian melakukan penyelidikan
Baca Juga :  Gubernur Laporkan Oknum Mahasiswa, Midji: Mengatakan Saya Sebagai Binatang itu Menghina Ibu Saya

Dari video pengakuan pembantu, kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Pada Sabtu 21 Agustus 2021 sekitar pukul 21.00, disaksikan warga salah satu komplek Kelurahan Sei Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, polisi melakukan penggerebekan.

  1. Korban ditemukan di dalam kakus Korban ditemukan berada di dalam kakus dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
  1. Polisi membawa ibu kandung dan ayah tiri korban ke Mapolsek Pontianak Kota untuk dilakukan pemeriksaan.
  2. Ayah kandung korban mengaku baru mengetahui jika anak ketiganya itu disekap oleh ibu kandungnya setelah dihubungi pihak kepolisian.
  3. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian, kedua orang tua korban, yakni FL (ayah tiri) dan DS (ibu kandung) statusnya dinaikan dari saksi sebagai tersangka.
  4. Penetapan kedua pelaku sebagai tersangka tersebut, dilakukan kepolisian pada Kamis, 26 Agustus 2021 setelah seluruh bukti yang menguatkan perbuatan kedua pelaku terkumpul.
  5. Terhadap tersangka FL saat ini masih berada di tahanan Polresta Pontianak. Sementara tersangka DS tidak dilakukan penahanan namun wajib lapor.
  6. Ada upaya mediasi antara tersangka dan ayah korban. Mediasi berlangsung di rumah tahanan Polresta Pontianak.
  7. Kedua pelaku akan dikenakan pasal 44 ayat 1 Undang undang nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan pasal 80 juncto 76C Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman hukuman lima tahun. (adg)

PONTIANAK – Bocah laki-laki berusia enam tahun jadi korban penganiayaan dan penyekapan. Diduga pelaku adalah ibu kandung dan ayah tiri korban. Korban disekap di dalam kakus dengan kondisi tubuh yang telah mengurus dan terdapat luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Nerikut kronologi kasusnya.

  1. Asisten rumah tangga membuat video tentang penyekapan yang dialami seorang anak

Kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terungkap berkat video yang dibuat pembantu terduga pelaku. Sebelum membuat video, ia juga menjadi korban penyekapan lantaran hendak berusaha menolong korban.

  1. Video disebar melalui aplikasi chat WhatsApp

Dalam penyekapan, pembantu tersebut berhasil melarikan diri. Ia kemudian membuat video yang menjelaskan tentang penyekapan yang dialami bocah malang itu. Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, di dalam video tersebut dijelaskan secara detail di mana lokasi penyekapan. Video kemudian disebar melalui aplikasi chat WhatsApp hingga akhirnya sampai kepada penegak hukum.

  1. Kepolisian melakukan penyelidikan
Baca Juga :  Penanganan Kepulangan PMI Terkendala Biaya PCR

Dari video pengakuan pembantu, kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Pada Sabtu 21 Agustus 2021 sekitar pukul 21.00, disaksikan warga salah satu komplek Kelurahan Sei Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, polisi melakukan penggerebekan.

  1. Korban ditemukan di dalam kakus Korban ditemukan berada di dalam kakus dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
  1. Polisi membawa ibu kandung dan ayah tiri korban ke Mapolsek Pontianak Kota untuk dilakukan pemeriksaan.
  2. Ayah kandung korban mengaku baru mengetahui jika anak ketiganya itu disekap oleh ibu kandungnya setelah dihubungi pihak kepolisian.
  3. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian, kedua orang tua korban, yakni FL (ayah tiri) dan DS (ibu kandung) statusnya dinaikan dari saksi sebagai tersangka.
  4. Penetapan kedua pelaku sebagai tersangka tersebut, dilakukan kepolisian pada Kamis, 26 Agustus 2021 setelah seluruh bukti yang menguatkan perbuatan kedua pelaku terkumpul.
  5. Terhadap tersangka FL saat ini masih berada di tahanan Polresta Pontianak. Sementara tersangka DS tidak dilakukan penahanan namun wajib lapor.
  6. Ada upaya mediasi antara tersangka dan ayah korban. Mediasi berlangsung di rumah tahanan Polresta Pontianak.
  7. Kedua pelaku akan dikenakan pasal 44 ayat 1 Undang undang nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan pasal 80 juncto 76C Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman hukuman lima tahun. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/