alexametrics
26 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Gowes Pengurus Hotel, Bicarakan Protokol di Zona Merah

PONTIANAK – Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat dan sejumlah general manager hotel di Pontianak berkumpul untuk membicarakan isi terkini, Minggu (8/11). Uniknya pertemuan ini dilakukan sambil berolahraga di udara terbuka. Mereka melakukan gowes bersama keliling Kota Pontianak. Sembari menyambangi satu per satu hotel yang dilintasi.

“Kita start jam 7 pagi dari Hotel Surya, Jl Sidas. Kita sudah lama tidak bersilaturahmi seperti ini. Apalagi banyak isu penting yang akan dibahas. Kenapa gowes? Karena kita juga ingin mengkampanyekan gaya hidup sehat,” ujar Ketua PHRI Kalbar Yuliardi Qamal.

Salah satu isu yang dibahas adalah sejauh mana penerapan protokol kesehatan di masing-masing hotel. Selain itu apa saja hambatan serta tantangan bisnis perhotelan dan restoran di era new normal. “Saat ini Kota Pontianak statusnya sudah menjadi zona merah. Oleh karena itu penting bagi PHRI untuk memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan benar. Kita tidak mau hotel menjadi cluster penyebaran virus Corona,” sebut dia.

Baca Juga :  Ibis Pontianak Launching Member Accor Live Limitless

Sejauh ini, kata dia, berdasarkan laporan anggota dan pemantauannya langsung, semua hotel telah mematuhi protokol kesehatan. Apabila ada anggota yang melanggar maka harus siap menerima sanksi. “Saya sendiri dan PHRI tidak akan membela anggota yang lalai terhadap pelanggaran protokol kesehatan,” ungkapnya.

Masalah setting resepsionis, restoran, kamar, hall, hingga pantry dan lainnya pun disusun sesuai prinsip physical distancing. Semua karyawan wajib mengenakan masker selama berada di dalam hotel. Semua hotel di Pontianak juga sudah menyiapkan fasilitas sabun cuci tangan, hand sanitizer, alat penanda batas jarak, termometer tembak, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada area strategis di dalam hotel.

Dia optimis pada semester kedua tahun ini, akan jauh lebih baik dari paroh pertama tahun. “Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya kini berusaha bertahan dengan berbagai cara. Memasuki masa new normal hotel membuka kembali layanan mereka. Tetapi permintaannya kecil sekali. Ini karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Sehingga kita harus saling menjaga diri dan menghambat penyebaran. Semoga vaksin segera keluar dan ekonomi kita kembali pulih,” sebut dia.

Baca Juga :  Empat Kali Ditemukan Praktik Prostitusi Anak, Wisma Nusantara Disegel

Kondisi di bisnis perhotelan atau penginapan, dia menjelaskan, berbeda dengan usaha restoran, rumah makan, dan warung kopi. Pasalnya rumah makan masih bisa mengandalkan konsumen tempatan. Sedangkan hotel sangat mengandalkan tamu dari luar.

Namun pemasukan utama adalah dari gelaran meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE),  “Sebagai kota jasa dan perdagangan dan pusat pemerintahan, hotel di kita memang bergantung dari adanya event-event MICE. Makanya okupansi tertinggi terjadi di weekday (hari kerja),” ungkapnya. (zan/ars)

 

PONTIANAK – Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat dan sejumlah general manager hotel di Pontianak berkumpul untuk membicarakan isi terkini, Minggu (8/11). Uniknya pertemuan ini dilakukan sambil berolahraga di udara terbuka. Mereka melakukan gowes bersama keliling Kota Pontianak. Sembari menyambangi satu per satu hotel yang dilintasi.

“Kita start jam 7 pagi dari Hotel Surya, Jl Sidas. Kita sudah lama tidak bersilaturahmi seperti ini. Apalagi banyak isu penting yang akan dibahas. Kenapa gowes? Karena kita juga ingin mengkampanyekan gaya hidup sehat,” ujar Ketua PHRI Kalbar Yuliardi Qamal.

Salah satu isu yang dibahas adalah sejauh mana penerapan protokol kesehatan di masing-masing hotel. Selain itu apa saja hambatan serta tantangan bisnis perhotelan dan restoran di era new normal. “Saat ini Kota Pontianak statusnya sudah menjadi zona merah. Oleh karena itu penting bagi PHRI untuk memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan benar. Kita tidak mau hotel menjadi cluster penyebaran virus Corona,” sebut dia.

Baca Juga :  Elsa Anak Petani Sambas Wakili Kalbar di Final LIDA 2021

Sejauh ini, kata dia, berdasarkan laporan anggota dan pemantauannya langsung, semua hotel telah mematuhi protokol kesehatan. Apabila ada anggota yang melanggar maka harus siap menerima sanksi. “Saya sendiri dan PHRI tidak akan membela anggota yang lalai terhadap pelanggaran protokol kesehatan,” ungkapnya.

Masalah setting resepsionis, restoran, kamar, hall, hingga pantry dan lainnya pun disusun sesuai prinsip physical distancing. Semua karyawan wajib mengenakan masker selama berada di dalam hotel. Semua hotel di Pontianak juga sudah menyiapkan fasilitas sabun cuci tangan, hand sanitizer, alat penanda batas jarak, termometer tembak, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada area strategis di dalam hotel.

Dia optimis pada semester kedua tahun ini, akan jauh lebih baik dari paroh pertama tahun. “Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya kini berusaha bertahan dengan berbagai cara. Memasuki masa new normal hotel membuka kembali layanan mereka. Tetapi permintaannya kecil sekali. Ini karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Sehingga kita harus saling menjaga diri dan menghambat penyebaran. Semoga vaksin segera keluar dan ekonomi kita kembali pulih,” sebut dia.

Baca Juga :  Ulat Serang Ribuan Hektare Kratom

Kondisi di bisnis perhotelan atau penginapan, dia menjelaskan, berbeda dengan usaha restoran, rumah makan, dan warung kopi. Pasalnya rumah makan masih bisa mengandalkan konsumen tempatan. Sedangkan hotel sangat mengandalkan tamu dari luar.

Namun pemasukan utama adalah dari gelaran meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE),  “Sebagai kota jasa dan perdagangan dan pusat pemerintahan, hotel di kita memang bergantung dari adanya event-event MICE. Makanya okupansi tertinggi terjadi di weekday (hari kerja),” ungkapnya. (zan/ars)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/