alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal, Harga Relatif Stabil, Cabai dan Minyak Goreng Melonjak

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak memastikan harga sejumlah bahan pokok relatif stabil. Terkecuali untuk cabai dan minyak goreng. Harga dua bahan pokok mengalami lonjakan. 

RAMSES TOBING, Pontianak

KETUA Harian TPID Kota Pontianak, Mulyadi memaparkan, hasil dari pemantauan tim, diketahui komoditas cabe rawit lokal mengalami lonjakan harga hingga menembus Rp120 ribu per kilogram.

Sementara harga termurah di kisaran Rp78 ribu per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah yang normalnya kisaran Rp15 ribu per kilogram, sekarang sudah berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Begitu juga minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan dengan harga antara Rp20 ribu hingga Rp40 ribu.

“Antisipasi kenaikan harga cabe, kami mengajak masyarakat untuk menanam cabe di pekarangan rumah masing-masing, setidaknya bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga,” imbaunya usai melakukan monitoring harga pangan di Pasar Flamboyan, Rabu (8/12).

Sementara itu untuk komoditas lainnya, seperti ikan dan bawang relatif stabil. Bawang merah harga terendah Rp22 ribu per kilogram. Bawang putih juga sama. Paling tingi Rp24 ribu per kilogram. “Cabai kering sempat naik dan sekarang cukup dalam jangkauan dengan harga Rp50 ribu per kilogram,” sebut Mulyadi.

Baca Juga :  Wali Kota Geram, Kalau Ketemu Perusak Pot, Mau Disuruh Bersihkan Parit

Ia melanjutkan hasil monitoring ini, TPID akan mengamati dan menganalisa apa yang menjadi penyebab kenaikan harga beberapa komoditas pangan tersebut. Selain itu, TPID akan merancang berbagai program dan pola pengendalian harga sehingga tidak terlalu memberatkan konsumen. Jalur distribusi komoditas itu juga akan ditelusuri pihaknya karena ada beberapa ketergantungan atau keterkaitan antara satu sama lain.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan operasi pasar kalau harga cabe terus melambung tinggi,” sebut Mulyadi yang juga menjabat selalu Sekretaris Daerah Kota Pontianak.

Namun yang perlu ditekankannya, ke depan program TPID adalah melakukan operasi pasar di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Untuk itu, nantinya titik-titik lokasi itu akan disebar di seluruh kecamatan.

Baca Juga :  Gelar Open House, Bupati Undang Seluruh Masyarakat Landak

“Makanya sekarang kami sudah punya program pasar tani. Pasar tani ini artinya petani lokal kami bisa langsung jual dagangannya yang berlokasi di Jalan Letkol Sugiyono,” ungkapnya.

Secara umum, lanjutnya, hasil pemantauan TPID Kota Pontianak di pasar-pasar tradisional harga kebutuhan pokok lainnya masih cukup stabil. Sebut saja harga ikan tenggiri, tongkol dan ikan kakap masih stabil. Demikian pula harga bawang merah yang berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram dan bawang putih terendah di harga Rp22 ribu per kilogram dan tertinggi Rp24 ribu per kilogram. Sementara harga cabe kering mulai mengalami penurunan dengan kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.

“Kalau harga daging segar stabil kisaran harga Rp130 ribu per kilogram, sedangkan daging beku di kisaran harga Rp100 ribu per kilogram,” terang Mulyadi. (*)

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak memastikan harga sejumlah bahan pokok relatif stabil. Terkecuali untuk cabai dan minyak goreng. Harga dua bahan pokok mengalami lonjakan. 

RAMSES TOBING, Pontianak

KETUA Harian TPID Kota Pontianak, Mulyadi memaparkan, hasil dari pemantauan tim, diketahui komoditas cabe rawit lokal mengalami lonjakan harga hingga menembus Rp120 ribu per kilogram.

Sementara harga termurah di kisaran Rp78 ribu per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah yang normalnya kisaran Rp15 ribu per kilogram, sekarang sudah berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Begitu juga minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan dengan harga antara Rp20 ribu hingga Rp40 ribu.

“Antisipasi kenaikan harga cabe, kami mengajak masyarakat untuk menanam cabe di pekarangan rumah masing-masing, setidaknya bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga,” imbaunya usai melakukan monitoring harga pangan di Pasar Flamboyan, Rabu (8/12).

Sementara itu untuk komoditas lainnya, seperti ikan dan bawang relatif stabil. Bawang merah harga terendah Rp22 ribu per kilogram. Bawang putih juga sama. Paling tingi Rp24 ribu per kilogram. “Cabai kering sempat naik dan sekarang cukup dalam jangkauan dengan harga Rp50 ribu per kilogram,” sebut Mulyadi.

Baca Juga :  Wali Kota Geram, Kalau Ketemu Perusak Pot, Mau Disuruh Bersihkan Parit

Ia melanjutkan hasil monitoring ini, TPID akan mengamati dan menganalisa apa yang menjadi penyebab kenaikan harga beberapa komoditas pangan tersebut. Selain itu, TPID akan merancang berbagai program dan pola pengendalian harga sehingga tidak terlalu memberatkan konsumen. Jalur distribusi komoditas itu juga akan ditelusuri pihaknya karena ada beberapa ketergantungan atau keterkaitan antara satu sama lain.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan operasi pasar kalau harga cabe terus melambung tinggi,” sebut Mulyadi yang juga menjabat selalu Sekretaris Daerah Kota Pontianak.

Namun yang perlu ditekankannya, ke depan program TPID adalah melakukan operasi pasar di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Untuk itu, nantinya titik-titik lokasi itu akan disebar di seluruh kecamatan.

Baca Juga :  Aksi Borong Bikin Stok Minyak Goreng 14 Ribu Kosong di Banyak Tempat

“Makanya sekarang kami sudah punya program pasar tani. Pasar tani ini artinya petani lokal kami bisa langsung jual dagangannya yang berlokasi di Jalan Letkol Sugiyono,” ungkapnya.

Secara umum, lanjutnya, hasil pemantauan TPID Kota Pontianak di pasar-pasar tradisional harga kebutuhan pokok lainnya masih cukup stabil. Sebut saja harga ikan tenggiri, tongkol dan ikan kakap masih stabil. Demikian pula harga bawang merah yang berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram dan bawang putih terendah di harga Rp22 ribu per kilogram dan tertinggi Rp24 ribu per kilogram. Sementara harga cabe kering mulai mengalami penurunan dengan kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.

“Kalau harga daging segar stabil kisaran harga Rp130 ribu per kilogram, sedangkan daging beku di kisaran harga Rp100 ribu per kilogram,” terang Mulyadi. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/