alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Ortu Kesal, Anak Tewas

PONTIANAK – Polisi bekerja cepat mengungkap kasus kekerasan dalam rumah tangga yang membuat Axcelle Raditya Ramadan (8) meninggal. Hasil gelar perkara, ibu kandung korban, RY dan ayah tirinya, As terbukti melakukan penganiayaan.

Dari hasil gelar perkara yang langsung dihadiri Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (9/1).

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Charles membenarkan, jika pada Kamis, 9 Januari 2020, pihaknya telah selesai melakukan gelar perkara, kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orangtua kepada anaknya di Komplek Regency 2 Lanjutan, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Charles menjelaskan, dari hasil gelar perkara, ibu kandung dan ayah tiri korban ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terbukti melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal.

Baca Juga :  Korban KDRT, Bagaimana Fungsi Seksualnya?

“Dari proses penyelidikan, ada lima saksi yang kami periksa. Para saksi memberikan keterangan, tidak melihat langsung penganiayaan itu. Tetapi dari jenazah korban terlihat terdapat bekas lebam di wajah kanan korban, yang dicurigai akibat pukulan,” kata Charles.

Charles menerangkan, alat bukti lain yang menguatkan perbuatan kedua pelaku adalah gagang penyapu, yang digunakan untuk memukul korban. “Ibu korban mengaku memukul korban dengan penyapu. Sementara ayah tirinya memukul korban dengan tangan kosong,” ucapnya.

Charles mengungkapkan, masih dari keterangan kedua pelaku, dugaan sementara penganiayaan itu dilakukan karena keduanya kesal dengan korban yang tidak mendengar omongan orangtua.

Charles mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, terungkap jika penganiayaan terhadap korban tersebut dilakukan selama dua hari, yakni pada Rabu, 1 Januari 2020 dan Kamis, 2 Januari 2020.

Baca Juga :  Yudisium Kenaikan Tingkat Praja IPDN Kampus Kalbar

Akibat penganiayaan itu, lanjut Charles, pada Sabtu, 4 Januari 2020, korban menderita panas tinggi. Namun oleh kedua pelaku korban tidak dibawa ke rumah sakit dengan alasan tidak memiliki uang. Pada Selasa, 7 Januari 2020, korban menghembuskan napas terakhir.

Charles menegaskan, terhadap kedua pelaku akan dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 80 ayat 1, 2, 3, dan 4 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, pasal 44 Undang Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan juncto pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan ditambah sepertiga dari ancaman. (adg)

PONTIANAK – Polisi bekerja cepat mengungkap kasus kekerasan dalam rumah tangga yang membuat Axcelle Raditya Ramadan (8) meninggal. Hasil gelar perkara, ibu kandung korban, RY dan ayah tirinya, As terbukti melakukan penganiayaan.

Dari hasil gelar perkara yang langsung dihadiri Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (9/1).

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Charles membenarkan, jika pada Kamis, 9 Januari 2020, pihaknya telah selesai melakukan gelar perkara, kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orangtua kepada anaknya di Komplek Regency 2 Lanjutan, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Charles menjelaskan, dari hasil gelar perkara, ibu kandung dan ayah tiri korban ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terbukti melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal.

Baca Juga :  Herawan: Ali Sabudin Tak Berhak Kasasi Atas Perkara KDRT

“Dari proses penyelidikan, ada lima saksi yang kami periksa. Para saksi memberikan keterangan, tidak melihat langsung penganiayaan itu. Tetapi dari jenazah korban terlihat terdapat bekas lebam di wajah kanan korban, yang dicurigai akibat pukulan,” kata Charles.

Charles menerangkan, alat bukti lain yang menguatkan perbuatan kedua pelaku adalah gagang penyapu, yang digunakan untuk memukul korban. “Ibu korban mengaku memukul korban dengan penyapu. Sementara ayah tirinya memukul korban dengan tangan kosong,” ucapnya.

Charles mengungkapkan, masih dari keterangan kedua pelaku, dugaan sementara penganiayaan itu dilakukan karena keduanya kesal dengan korban yang tidak mendengar omongan orangtua.

Charles mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, terungkap jika penganiayaan terhadap korban tersebut dilakukan selama dua hari, yakni pada Rabu, 1 Januari 2020 dan Kamis, 2 Januari 2020.

Baca Juga :  Upelkes Jadi RS Darurat Covid-19, Mampu Tampung 100 Pasien

Akibat penganiayaan itu, lanjut Charles, pada Sabtu, 4 Januari 2020, korban menderita panas tinggi. Namun oleh kedua pelaku korban tidak dibawa ke rumah sakit dengan alasan tidak memiliki uang. Pada Selasa, 7 Januari 2020, korban menghembuskan napas terakhir.

Charles menegaskan, terhadap kedua pelaku akan dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 80 ayat 1, 2, 3, dan 4 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, pasal 44 Undang Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan juncto pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan ditambah sepertiga dari ancaman. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/