alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Keluarga Ini Batal Naik SJ-182 dan Putuskan Naik Kapal

PONTIANAK – Seorang warga Pontianak, Atma Budi Wirawan membagikan kisah keluarganya yang batal pulang ke Pontianak dengan menaiki Pesawat Sriwijaya Air kode penerbangan SJ-182. Dia menceritakan, keputusan sanak saudaranya itu, lantaran biaya tes PCR yang teramat sangat mahal, sehingga lebih memilih untuk berangkat dengan kapal.

“Pagi ini, saya menjemput Ibu mertua, adik ipar dan istrinya, serta keponakan-keponakan yang baru tiba dari Jakarta, rombongan berjumlah 8 orang. Semestinya, mereka pulang dengan pesawat udara Sabtu sore kemarin dengan penerbangan Sriwijaya SJ-182, tiket sudah dibeli sekira semingguan sebelumnya,” ungkap Atma, Minggu (10/1).

Dia mengatakan, setelah mengetahui biaya tes PCR yang teramat sangat mahal, dan melalui perdebatan panjang di WhatsApp Group keluarga, diputuskan pulang dengan kapal laut, dengan harga tiketnya yang tentu lebih murah, hanya 220ribuan per orang. Meskipun, kata dia, tiket pesawat terpaksa hangus. Pikirnya, dari pada harus membayar lagi Rp1.200.000 per orang untuk Test PCR sehingga total Rp9.600.000 yang harus dirogoh.

Baca Juga :  Evakuasi Diperpanjang Tiga Hari

“Allah-lah sebaik-baiknya pengatur skenario kehidupan manusia. Qadarullah, pesawat Sriwijaya SJ-182 yang semestinya mereka tumpangi, hilang kontak setelah empat menit take-off dari Seotta, Sabtu 09/01 pukul 14.40,” tutur dia.

Dia menceritakan, rombongan keluarga bertolak dari pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 08/01 pukul 17.00 dan dijadwalkan tiba di Pontianak pagi ini pukul 10 pagi. “Alhamdulillah, kapal laut KM Lawit yang mereka ditumpangi, baru saja tiba di Pelabuhan Pontianak dalam keadaan selamat,” ucap dia.

Meski bersyukur keluarganya terhindar dari peristiwa naas, namun dirinya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk para korban. “Semoga berpulang ke Rahmatullah dengan husnul khotimah, dan bagi keluarga korban agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah yang sama-sama tak kita inginkan ini,” pungkas dia. (sti)

Baca Juga :  Ratusan Kayu Belian Diamankan

PONTIANAK – Seorang warga Pontianak, Atma Budi Wirawan membagikan kisah keluarganya yang batal pulang ke Pontianak dengan menaiki Pesawat Sriwijaya Air kode penerbangan SJ-182. Dia menceritakan, keputusan sanak saudaranya itu, lantaran biaya tes PCR yang teramat sangat mahal, sehingga lebih memilih untuk berangkat dengan kapal.

“Pagi ini, saya menjemput Ibu mertua, adik ipar dan istrinya, serta keponakan-keponakan yang baru tiba dari Jakarta, rombongan berjumlah 8 orang. Semestinya, mereka pulang dengan pesawat udara Sabtu sore kemarin dengan penerbangan Sriwijaya SJ-182, tiket sudah dibeli sekira semingguan sebelumnya,” ungkap Atma, Minggu (10/1).

Dia mengatakan, setelah mengetahui biaya tes PCR yang teramat sangat mahal, dan melalui perdebatan panjang di WhatsApp Group keluarga, diputuskan pulang dengan kapal laut, dengan harga tiketnya yang tentu lebih murah, hanya 220ribuan per orang. Meskipun, kata dia, tiket pesawat terpaksa hangus. Pikirnya, dari pada harus membayar lagi Rp1.200.000 per orang untuk Test PCR sehingga total Rp9.600.000 yang harus dirogoh.

Baca Juga :  Masuk Dalam Manifest, Paulus dan Indra Terhindar dari Kecelakaan SJ-182

“Allah-lah sebaik-baiknya pengatur skenario kehidupan manusia. Qadarullah, pesawat Sriwijaya SJ-182 yang semestinya mereka tumpangi, hilang kontak setelah empat menit take-off dari Seotta, Sabtu 09/01 pukul 14.40,” tutur dia.

Dia menceritakan, rombongan keluarga bertolak dari pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 08/01 pukul 17.00 dan dijadwalkan tiba di Pontianak pagi ini pukul 10 pagi. “Alhamdulillah, kapal laut KM Lawit yang mereka ditumpangi, baru saja tiba di Pelabuhan Pontianak dalam keadaan selamat,” ucap dia.

Meski bersyukur keluarganya terhindar dari peristiwa naas, namun dirinya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk para korban. “Semoga berpulang ke Rahmatullah dengan husnul khotimah, dan bagi keluarga korban agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah yang sama-sama tak kita inginkan ini,” pungkas dia. (sti)

Baca Juga :  Keluarga Korban Tunggu Kabar Resmi

Most Read

Artikel Terbaru

/