alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

42 Anggota DPRD Pontianak Jalani Vaksin Tahap Pertama

PONTIANAK-Sebanyak 42 Anggota DPRD Kota Pontianak mengikuti vaksinasi covid 19 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak pada Rabu (10/3). Proses vaksin pada wakil rakyat dilakukan karena dipandang mobilitasnya begitu tinggi.

“Hari ini 42 dewan ikut vaksin dari Dinkes Kota Pontianak. Saya sendiri sudah dulu di vaksin bersama dua rekan dewan, yaitu Emiliana dan Yandi,” ujar Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin kepada Pontianak Post.

Ia mengatakan, proses vaksin bagi anggota DPRD Kota Pontianak dipandang penting. Pasalnya, mobilitas dewan juga tinggi. Mereka bertemu dengan banyak masyarakat, kemudian melakukan perjalanan dinas. Jika tidak di vaksin, pandangan dia cukup rentan tertular virus ini.

Apa yang dilakukan teman-teman DPRD Kota Pontianak diharap bisa menjadi sosialisasi vaksin pada masyarakat. Sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat tentang program nasional pemerintah untuk melakukan vaksin.

Baca Juga :  Co Pilot Lion Air Tewas di Kamar Hotel

Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfidar mengatakan, secara keseluruhan proses vaksin berjalan dengan baik dan tak terkendala.

Iapun meminta masyarakat utamanya yang menjadi skala prioritas vaksin dapat melakukan secepatnya. Apalagi dalam pemeriksaan tidak ditemukan penyakit bawaan, tidak ada kata buat menolak vaksi.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Rahmad Bong mengatakan usai dilakukan vaksin dirinya tidak mengalami hal aneh. “Saya biasa-biasa saja. Kondisi tubuh nyaman,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Anggota DPRD Kota Pontianak Erwin. “Sayapun sama. Sehabis vaksin juga tidak terasa sama sekali. Hanya saja suntik pertama, wajarlah sedikit sakit,” ujarnya.

Mansyur juga demikian. Ia menyatakan sudah seharusnya program pemerintah tentang vaksin didukung. Masyarakat juga jangan percaya dengan informasi sesat tentang dampak dari vaksin. “Saya sudah vaksin. Dari proses suntik sampai masa observasi 30 menit tidak ada masalah,” ujarnya.

Baca Juga :  Norsan Ajak Jamaah Shalat Idul Adha Taati Protokol Kesehatan

Bebby Nailufa anggota DPRD Kota Pontianak perwakilan perempuan juga mengajak masyarakat untuk ikut program vaksin dalam upaya memutus mata rantai covid-19.

“Sejauh ini tidak ada reaksi. Bahkan yang katanya habis vaksin ngantuk, saya tidak merasakannya,” katanya.

Proses vaksin kata dia juga tidak sembarang. Semua harus melewati prosedur. Mulai dari pengisian data, lalu mengecek riwayat penyakit, pengecekan tensi darah dan suhu badan. Semua dilakukan. Jika dirasa tidak ada kendala, barulah vaksin dilakukan.

Namun Mardiana, Anggota DPRD Kota Pontianak dari Partai Golkar batal untuk di vaksin. “Saya pernah tranfusi darah beberapa kali karena operasi. Setelah berkonsultasi dengan petugas, ternyata tidak diizinkan untuk vaksin. Saya diminta untuk konsultasi ke dokter saya terlebih dahulu. Padahal saya sudah siap,” terangnya.(iza)

PONTIANAK-Sebanyak 42 Anggota DPRD Kota Pontianak mengikuti vaksinasi covid 19 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak pada Rabu (10/3). Proses vaksin pada wakil rakyat dilakukan karena dipandang mobilitasnya begitu tinggi.

“Hari ini 42 dewan ikut vaksin dari Dinkes Kota Pontianak. Saya sendiri sudah dulu di vaksin bersama dua rekan dewan, yaitu Emiliana dan Yandi,” ujar Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin kepada Pontianak Post.

Ia mengatakan, proses vaksin bagi anggota DPRD Kota Pontianak dipandang penting. Pasalnya, mobilitas dewan juga tinggi. Mereka bertemu dengan banyak masyarakat, kemudian melakukan perjalanan dinas. Jika tidak di vaksin, pandangan dia cukup rentan tertular virus ini.

Apa yang dilakukan teman-teman DPRD Kota Pontianak diharap bisa menjadi sosialisasi vaksin pada masyarakat. Sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat tentang program nasional pemerintah untuk melakukan vaksin.

Baca Juga :  Vaksinasi Nakes Lampaui Target

Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfidar mengatakan, secara keseluruhan proses vaksin berjalan dengan baik dan tak terkendala.

Iapun meminta masyarakat utamanya yang menjadi skala prioritas vaksin dapat melakukan secepatnya. Apalagi dalam pemeriksaan tidak ditemukan penyakit bawaan, tidak ada kata buat menolak vaksi.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Rahmad Bong mengatakan usai dilakukan vaksin dirinya tidak mengalami hal aneh. “Saya biasa-biasa saja. Kondisi tubuh nyaman,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Anggota DPRD Kota Pontianak Erwin. “Sayapun sama. Sehabis vaksin juga tidak terasa sama sekali. Hanya saja suntik pertama, wajarlah sedikit sakit,” ujarnya.

Mansyur juga demikian. Ia menyatakan sudah seharusnya program pemerintah tentang vaksin didukung. Masyarakat juga jangan percaya dengan informasi sesat tentang dampak dari vaksin. “Saya sudah vaksin. Dari proses suntik sampai masa observasi 30 menit tidak ada masalah,” ujarnya.

Baca Juga :  CJH Singkawang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19

Bebby Nailufa anggota DPRD Kota Pontianak perwakilan perempuan juga mengajak masyarakat untuk ikut program vaksin dalam upaya memutus mata rantai covid-19.

“Sejauh ini tidak ada reaksi. Bahkan yang katanya habis vaksin ngantuk, saya tidak merasakannya,” katanya.

Proses vaksin kata dia juga tidak sembarang. Semua harus melewati prosedur. Mulai dari pengisian data, lalu mengecek riwayat penyakit, pengecekan tensi darah dan suhu badan. Semua dilakukan. Jika dirasa tidak ada kendala, barulah vaksin dilakukan.

Namun Mardiana, Anggota DPRD Kota Pontianak dari Partai Golkar batal untuk di vaksin. “Saya pernah tranfusi darah beberapa kali karena operasi. Setelah berkonsultasi dengan petugas, ternyata tidak diizinkan untuk vaksin. Saya diminta untuk konsultasi ke dokter saya terlebih dahulu. Padahal saya sudah siap,” terangnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/