alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Vaksinasi Lansia, Pemkot Pontianak Apresiasi PSMTI Kalbar

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr Sidig Handanu Widoyono Mkes menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, perlu melibatkan stakeholder, baik TNI, Polri, swasta, yayasan, maupun masyarkat.

“Vaksinasi lansia pada hari ini salah satu bentuk peran serta lembaga kemasyarakatan untuk membantu pemerintah. Ini contoh baik. Apresiasi kepada PSMTI Kalbar,” ujarnya saat meninjau vaksinasi lansia kerjasama Puskesmas Purnama dan PSMTI Kalbar di Yayasan Makmur Jl Gajahmada, Selasa (9/10).

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap dibawah kendali pemerintah, karena vaksin dari pemerintah gratis, juga tenaga kesehatan dari pemerintah.

PMSTI membantu fasilitasi tempat dan mengorganisir sasaran, sehingga tidak terjadi kerumuman untuk proses vaksinasi lancar.

“Antusiasme lansia dalam vaksinasi ini saya rasa cukup besar. Tetapi memang kita masih harus persiapkan lokasi dan vaksinatornya. Karena proses vaksinasi tidak bisa sembaranan, kita ada proses screening, yang lama proses monitoringnya. Proses vaksinasi Covid-19 ini akan berjalan panjang satu tahun, target semua warga negara divaksin. Harapan kami kerjasama serupa bisa juga dengan yayasan lain,” katanya.

Baca Juga :  Sawit Kalbar jadi Andalan di Masa Pandemi

Sementara itu, Particia Ami Dameuli, Kepala Puskesmas Purnama menjelaskan, ternyata masih ada warga Pontianak yang belum familiar dengan pendaftaran online. PSMTI Kalbar membantu menjelaskan ke warga, juga bantu mendaftarkan online.

“Untuk vaksinasi, semua tetap harus mendaftar via online di pontianak.kemkes.go.id,” ujarnya.

Terkait persiapan sebelum vaksinasi, lansia perlu persiapan fisik dan mental. “Prinsipnya, lansia dalam keadaan sehat. Kalaupun ada komorbid, dia komorbid terkendali. Terus mampu beraktivitas secara normal dengan kapasitas sebagai lansia. Untuk pendaftaran mesti punya KTP dan dibawa saat vaksinasi,” katanya.

Marius Eddy Susanto, Sekretaris PSMTI Kalbar menyampaikan bahwa kerja sama tersebut berawa dari keinginan mereka membantu warga Pontianak dalam pendaftaran vaksinasi Covid-19.

“Kami merasa terpanggil membantu karena masih ada yang belum bisa mengisi aplikasi untuk vaksinasi Covid-19. Lalu timbul cerita dari pak ketua untuk main ke Puskemas Purnama. Akhirnya kami ketemu kepala puskesmas dan ada kerja sama ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Puting Beliung Terima Bantuan

Pertimbangan keterbatasan ruangan di Puskesmas, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di Gedung Yayasan Makmur, setelah survei dua hari.

“Sudah terdaftar di kami ada 165 orang, yang menjalani vaksinasi hari ini 40 orang. Jika waktu masih memungkinkan kita perpanjang lagi,” katanya.
Yo Nguan Cua, Ketua PSMTI Kalbar menyatakan, bidang sosial menjadi fokus pelayanan mereka. “Kerja sama vaksinasi lansia ini bukan mendadak. Kami sudah koordinasi kerja sama dengan Puskemas Purnama, kebetulan saya tinggal di Purnama. Lalu dari 25 Februari, kami sudah post online siapa yang mau daftar vaksinasi kami bantu. Harapan kami turut membantu kelancaran vaksinasi lansia ini,” jelasnya.
Pelaksanaan vaksinasi lansia di Yayasan Makmur digelar dua hari, 9-10 Maret 2021. Jika perlu diperpanjang akan mereka umumkan kemudian. “Jika tidak diperpanjang, kami anjurkan yang belum daftar ke Puskesmas Purnama langsung,” katanya. (*)

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr Sidig Handanu Widoyono Mkes menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, perlu melibatkan stakeholder, baik TNI, Polri, swasta, yayasan, maupun masyarkat.

“Vaksinasi lansia pada hari ini salah satu bentuk peran serta lembaga kemasyarakatan untuk membantu pemerintah. Ini contoh baik. Apresiasi kepada PSMTI Kalbar,” ujarnya saat meninjau vaksinasi lansia kerjasama Puskesmas Purnama dan PSMTI Kalbar di Yayasan Makmur Jl Gajahmada, Selasa (9/10).

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap dibawah kendali pemerintah, karena vaksin dari pemerintah gratis, juga tenaga kesehatan dari pemerintah.

PMSTI membantu fasilitasi tempat dan mengorganisir sasaran, sehingga tidak terjadi kerumuman untuk proses vaksinasi lancar.

“Antusiasme lansia dalam vaksinasi ini saya rasa cukup besar. Tetapi memang kita masih harus persiapkan lokasi dan vaksinatornya. Karena proses vaksinasi tidak bisa sembaranan, kita ada proses screening, yang lama proses monitoringnya. Proses vaksinasi Covid-19 ini akan berjalan panjang satu tahun, target semua warga negara divaksin. Harapan kami kerjasama serupa bisa juga dengan yayasan lain,” katanya.

Baca Juga :  PSMTI Kalbar dan Perwanti Gelar Pasar Murah

Sementara itu, Particia Ami Dameuli, Kepala Puskesmas Purnama menjelaskan, ternyata masih ada warga Pontianak yang belum familiar dengan pendaftaran online. PSMTI Kalbar membantu menjelaskan ke warga, juga bantu mendaftarkan online.

“Untuk vaksinasi, semua tetap harus mendaftar via online di pontianak.kemkes.go.id,” ujarnya.

Terkait persiapan sebelum vaksinasi, lansia perlu persiapan fisik dan mental. “Prinsipnya, lansia dalam keadaan sehat. Kalaupun ada komorbid, dia komorbid terkendali. Terus mampu beraktivitas secara normal dengan kapasitas sebagai lansia. Untuk pendaftaran mesti punya KTP dan dibawa saat vaksinasi,” katanya.

Marius Eddy Susanto, Sekretaris PSMTI Kalbar menyampaikan bahwa kerja sama tersebut berawa dari keinginan mereka membantu warga Pontianak dalam pendaftaran vaksinasi Covid-19.

“Kami merasa terpanggil membantu karena masih ada yang belum bisa mengisi aplikasi untuk vaksinasi Covid-19. Lalu timbul cerita dari pak ketua untuk main ke Puskemas Purnama. Akhirnya kami ketemu kepala puskesmas dan ada kerja sama ini,” ujarnya.

Baca Juga :  PSMTI Kalbar Salurkan APD Kepada Pemkot Pontianak

Pertimbangan keterbatasan ruangan di Puskesmas, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di Gedung Yayasan Makmur, setelah survei dua hari.

“Sudah terdaftar di kami ada 165 orang, yang menjalani vaksinasi hari ini 40 orang. Jika waktu masih memungkinkan kita perpanjang lagi,” katanya.
Yo Nguan Cua, Ketua PSMTI Kalbar menyatakan, bidang sosial menjadi fokus pelayanan mereka. “Kerja sama vaksinasi lansia ini bukan mendadak. Kami sudah koordinasi kerja sama dengan Puskemas Purnama, kebetulan saya tinggal di Purnama. Lalu dari 25 Februari, kami sudah post online siapa yang mau daftar vaksinasi kami bantu. Harapan kami turut membantu kelancaran vaksinasi lansia ini,” jelasnya.
Pelaksanaan vaksinasi lansia di Yayasan Makmur digelar dua hari, 9-10 Maret 2021. Jika perlu diperpanjang akan mereka umumkan kemudian. “Jika tidak diperpanjang, kami anjurkan yang belum daftar ke Puskesmas Purnama langsung,” katanya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/