alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Covid-19 Bisa Mengancam Krisis Pangan Daerah

PONTIANAK—Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suib khawatir ketahanan pangan, terutama ketersediaan kebutuhan pokok berupa beras terancam, apabila pandemi Covid-19 tidak menunjukan berangsur-angsur pulih dan menuju arah membaik atau hilang sama sekali.

”Belum ada penjelasan atau kabar pasti kapan pandemi Covid-19 benar-benar pulih di Indonesia dan Kalbar. Setidaknya banyak pendapat ahli virus dunia menunggu jalan keluar satu-satunya yakni ditemukannya melalui vaksin anti virus. Sehingga kekebalan tubuh manusia bisa dibentuk,” ungkapnya, Minggu(10/5).

Menurut dia pemerintah sudah harus mendorong sektor pertanian di Kalbar dengan memberdayakan petani dan lahannya melalui banyak stimulus. Artinya sektor ini harus memperoleh perhatian melalui kue anggaran di APBD Perubahan tahun 2020 sedikit lebih besar.

”Harus didorong ketahanan pangan Kalbar, terutama penyediaan kebutuhan pokok berupa beras untuk masyarakat Kalbar. Percayalah di tengah pandemi, kita tidak berladang maka kebutuhan dan stok pangan kita bakalan terancam,” ucapnya.

Baca Juga :  150 Jasad Telantar di Trotoar, Ekuador Siapkan Peti Mati dari Kardus

Diapun mendorong seandainya kelompok-kelompok tani di Kalimantan Barat didorong dengan banyaknya bantuan bibit, pupuk, alat pertanian dan peralatan lain. Kalau bisa untuk tahun 2020 jumlah bantuannya harus lebih besar termasuk dianggarkan kembali tahun 2021.

”Biar ada gairah untuk petani dan kelompoknya. Jangan di tengah pandemi, kita juga biarkan mereka bekerja di lapangan biasa saja,” kata dia.

Sebelumya Komisi II DPRD Kalbar memang sudah mendorong masyarakat dan pemerintah memperberdayakan lahan pedesaan dengan tujuan membangun ketahanan pangan lokal. Komisi II sendiri sudah berancang-ancang bersama dinas teknis terkait membuat anggaran stimulus dan lebih besar di bidang pertanian di APBD Perubahan 2020 dan APBD murni 2021.

Baca Juga :  PTK dan Magabutri Sambas Serahkan 18 Ribu Masker

”Kami (DPRD Kalbar) akan terus torong Pemda
se-Kalbar memprioritaskan program ketahanan pangan lokal. Ini sangat penting karena ketahanan pangan lokal menjadi kebutuhan utama berlangsungnya hidup,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa ada tiga faktor utama yang membuat khawatir di tengah pandemi Covid-18 sehingga program ketahanan pangan dapat menjadi salah satu solusi. Pertama puncak atau batas akhir waktu virus berakhir belum dapat diketahui pasti. Situasi tidak dapat diketahui kapan kembali ke titik zero.

“Ambil contohnya saja seperti negara Tiongkok yang pertama kali mengalami peristiwa covid 19 ini sampai sekarang belum mereda bahkan awalnya terjadi di satu negara ternyata sekarang merebak ke lebih dari 200 negara di dunia,” ucapnya.(den)

PONTIANAK—Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suib khawatir ketahanan pangan, terutama ketersediaan kebutuhan pokok berupa beras terancam, apabila pandemi Covid-19 tidak menunjukan berangsur-angsur pulih dan menuju arah membaik atau hilang sama sekali.

”Belum ada penjelasan atau kabar pasti kapan pandemi Covid-19 benar-benar pulih di Indonesia dan Kalbar. Setidaknya banyak pendapat ahli virus dunia menunggu jalan keluar satu-satunya yakni ditemukannya melalui vaksin anti virus. Sehingga kekebalan tubuh manusia bisa dibentuk,” ungkapnya, Minggu(10/5).

Menurut dia pemerintah sudah harus mendorong sektor pertanian di Kalbar dengan memberdayakan petani dan lahannya melalui banyak stimulus. Artinya sektor ini harus memperoleh perhatian melalui kue anggaran di APBD Perubahan tahun 2020 sedikit lebih besar.

”Harus didorong ketahanan pangan Kalbar, terutama penyediaan kebutuhan pokok berupa beras untuk masyarakat Kalbar. Percayalah di tengah pandemi, kita tidak berladang maka kebutuhan dan stok pangan kita bakalan terancam,” ucapnya.

Baca Juga :  Raih Penghasilan Tambahan dari Pembuatan Media Tanam

Diapun mendorong seandainya kelompok-kelompok tani di Kalimantan Barat didorong dengan banyaknya bantuan bibit, pupuk, alat pertanian dan peralatan lain. Kalau bisa untuk tahun 2020 jumlah bantuannya harus lebih besar termasuk dianggarkan kembali tahun 2021.

”Biar ada gairah untuk petani dan kelompoknya. Jangan di tengah pandemi, kita juga biarkan mereka bekerja di lapangan biasa saja,” kata dia.

Sebelumya Komisi II DPRD Kalbar memang sudah mendorong masyarakat dan pemerintah memperberdayakan lahan pedesaan dengan tujuan membangun ketahanan pangan lokal. Komisi II sendiri sudah berancang-ancang bersama dinas teknis terkait membuat anggaran stimulus dan lebih besar di bidang pertanian di APBD Perubahan 2020 dan APBD murni 2021.

Baca Juga :  Satarudin Meradang Pernyataan Gubernur Soal Penanganan Covid

”Kami (DPRD Kalbar) akan terus torong Pemda
se-Kalbar memprioritaskan program ketahanan pangan lokal. Ini sangat penting karena ketahanan pangan lokal menjadi kebutuhan utama berlangsungnya hidup,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa ada tiga faktor utama yang membuat khawatir di tengah pandemi Covid-18 sehingga program ketahanan pangan dapat menjadi salah satu solusi. Pertama puncak atau batas akhir waktu virus berakhir belum dapat diketahui pasti. Situasi tidak dapat diketahui kapan kembali ke titik zero.

“Ambil contohnya saja seperti negara Tiongkok yang pertama kali mengalami peristiwa covid 19 ini sampai sekarang belum mereda bahkan awalnya terjadi di satu negara ternyata sekarang merebak ke lebih dari 200 negara di dunia,” ucapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/