alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Supadio Buka Lagi Rute Penerbangan

Terapkan Syarat Ketat Bagi Penumpang 

PONTIANAK – Setelah ditutup selama beberapa waktu terkait antisipasi Covid-19, kini penerbangan komersial dari dan menuju ke Bandara Supadio kembali dibuka. Namun ada sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi jika ingin menumpang pesawat. Aturan ini ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara.

Seorang penumpang menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium negatif Covid-19 untuk memenuhi syarat menumpang pesawat.

Executive General Manager Bandara Supadio Pontianak, Eri Braliantoro menjelaskan, sudah ada beberapa aktivitas penerbangan di Bandara Supadio terhitung Sabtu (9/5).

“Untuk penerbangan reguler sudah ada satu dari pesawat Garuda, pesawat carter serta tiga penerbangan kargo. Untuk maskapai yang lain belum beroperasi hari ini. Mungkin mereka juga tergantung pembelian tiket penumpang. Bisa saja kosong atau hanya sedikit, sehingga mereka tidak melakukan penerbangan,” jelasnya, kemarin.

Terkait aturan penerbangan, ia mengatakan, Dirjen Perhubungan Udara dan BNPB menetapkan pada prinsipnya penumpang mudik tetap dilarang. Yang diperbolehkan hanya penumpang yang mendapat pengecualian.

Baca Juga :  Kluster Rumah Tangga Temuan Covid Terbanyak

“Penumpang harus membawa berkas-berkas perlengkapannya, seperti TNI/Polri atau ASN ada membawa surat tugasnya, serta membawa surat bebas Covid-19. Untuk masyarakat umum hanya yang mendapat pengecualian, seperti ada keluarga yang sakit keras, ada keluarga yang meninggal, atau ada penugasan di daerah lain,” imbuhnya.

Namun demikian, Eri menuturkan jumlah penerbangan sendiri tidak dibatasi, tergantung maskapai dan jumlah penumpang. Hingga kemarin, pihak bandara belum menerima izin penerbangan dari maskapai lain selain Garuda.

“Bisa saja ada yang mulai hari Minggu, atau hari Senin. Dari pihak bandara kami belum menerima izin untuk melakukan operasi (penerbangan) kembali. Untuk rute luar negeri hingga hari ini belum ada permohonan izin untuk beroperasi kembali,” terangnya.

Sementara itu, salah satu calon penumpang, Sri, mengaku sudah tiga minggu di Pontianak. Sebelumnya ia di kota ini karena kebutuhan pekerjaan. Namun setelah pekerjaannya itu selesai, ia tidak bisa pulang ke daerah asal karena tidak ada penerbangan domestik.

Baca Juga :  Gudeg dan Sambal Krecek Menu Favorit Edi Saat Lebaran

“Seharusnya sudah dari tanggal 7 lalu bandara sudah dibuka, kenapa dari maskapai dipersulit. Semua persyaratan sudah saya penuhi seperti surat tugas, hasil rapid test dan swab semuanya negatif. Lalu pihak maskapai minta lagi surat dari lurah. Sedangkan jadwal keberangkatan hari Minggu, dan kelurahan baru buka hari Senin,” ungkapnya.

Sri mengatakan ada banyak orang yang tidak bisa pulang dan masih di Kota Pontianak karena masalah yang sama. “Kita di sini biaya pakai biaya sendiri, bayangkan jika masih harus ditunda. Kalau dibiayai sih tidak masalah,” tutupnya.(var)

 

Terapkan Syarat Ketat Bagi Penumpang 

PONTIANAK – Setelah ditutup selama beberapa waktu terkait antisipasi Covid-19, kini penerbangan komersial dari dan menuju ke Bandara Supadio kembali dibuka. Namun ada sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi jika ingin menumpang pesawat. Aturan ini ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara.

Seorang penumpang menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium negatif Covid-19 untuk memenuhi syarat menumpang pesawat.

Executive General Manager Bandara Supadio Pontianak, Eri Braliantoro menjelaskan, sudah ada beberapa aktivitas penerbangan di Bandara Supadio terhitung Sabtu (9/5).

“Untuk penerbangan reguler sudah ada satu dari pesawat Garuda, pesawat carter serta tiga penerbangan kargo. Untuk maskapai yang lain belum beroperasi hari ini. Mungkin mereka juga tergantung pembelian tiket penumpang. Bisa saja kosong atau hanya sedikit, sehingga mereka tidak melakukan penerbangan,” jelasnya, kemarin.

Terkait aturan penerbangan, ia mengatakan, Dirjen Perhubungan Udara dan BNPB menetapkan pada prinsipnya penumpang mudik tetap dilarang. Yang diperbolehkan hanya penumpang yang mendapat pengecualian.

Baca Juga :  Sanggau Tambah 39 Kasus, 4 Meninggal Dunia

“Penumpang harus membawa berkas-berkas perlengkapannya, seperti TNI/Polri atau ASN ada membawa surat tugasnya, serta membawa surat bebas Covid-19. Untuk masyarakat umum hanya yang mendapat pengecualian, seperti ada keluarga yang sakit keras, ada keluarga yang meninggal, atau ada penugasan di daerah lain,” imbuhnya.

Namun demikian, Eri menuturkan jumlah penerbangan sendiri tidak dibatasi, tergantung maskapai dan jumlah penumpang. Hingga kemarin, pihak bandara belum menerima izin penerbangan dari maskapai lain selain Garuda.

“Bisa saja ada yang mulai hari Minggu, atau hari Senin. Dari pihak bandara kami belum menerima izin untuk melakukan operasi (penerbangan) kembali. Untuk rute luar negeri hingga hari ini belum ada permohonan izin untuk beroperasi kembali,” terangnya.

Sementara itu, salah satu calon penumpang, Sri, mengaku sudah tiga minggu di Pontianak. Sebelumnya ia di kota ini karena kebutuhan pekerjaan. Namun setelah pekerjaannya itu selesai, ia tidak bisa pulang ke daerah asal karena tidak ada penerbangan domestik.

Baca Juga :  Lima Sembuh, Tiga Meninggal

“Seharusnya sudah dari tanggal 7 lalu bandara sudah dibuka, kenapa dari maskapai dipersulit. Semua persyaratan sudah saya penuhi seperti surat tugas, hasil rapid test dan swab semuanya negatif. Lalu pihak maskapai minta lagi surat dari lurah. Sedangkan jadwal keberangkatan hari Minggu, dan kelurahan baru buka hari Senin,” ungkapnya.

Sri mengatakan ada banyak orang yang tidak bisa pulang dan masih di Kota Pontianak karena masalah yang sama. “Kita di sini biaya pakai biaya sendiri, bayangkan jika masih harus ditunda. Kalau dibiayai sih tidak masalah,” tutupnya.(var)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/