alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Tujuh ASN Mangkir di Hari Pertama, Sekda Sidak Dua Perangkat Daerah

PONTIANAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para pegawai di lingkungan pemerintah provinsi (pemprov) di hari pertama kerja usai libur Lebaran, Senin (9/5) pagi.

Ada dua perangkat daerah yang didatangi, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar. Dari kedua perangkat daerah tersebut masih ditemukan tujuh pegawai yang belum masuk kerja.

Seperti diketahui, sesuai ketentuan yang berlaku, ASN di lingkungan Pemprov Kalbar wajib masuk kerja mulai dari pukul 07.15 WIB sampai 15.45 WIB. Ketika datang ke DPM-PTSP Kalbar sekitar pukul 07.30 WIB, Harisson masih mendapati beberapa pegawai yang belum masuk.

“Di DPM-PTSP itu ada 48 pegawai. Nah, yang belum absen tadi itu ada empat orang. Tadi saya sudah minta kepala dinasnya untuk melakukan tindak lanjut ke mana yang empat orang ini,” katanya ketika diwawancarai awak media usai melakukan sidak.

Sementara di Disdikbud Kalbar, total pegawainya ada 98 orang. Sementara yang tidak hadir di kantor tersebut masih ada tiga orang. Untuk itu Harisson juga meminta kepala dinasnya menindaklanjuti pegawai yang belum masuk di hari pertama kerja kemarin.

Baca Juga :  Perkenalkan Gastronomi dan Ekonomi Kreatif

“Yang tidak masuk hari ini tetap kami akan melakukan tindakan disiplin, baik berupa pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), maupun nanti dengan surat teguran lisan,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Harisson, sanksi diberikan kepada pegawai yang benar-benar tidak masuk kerja tanpa alasan jelas. Sedangkan yang memang mengambil cuti resmi atau berhalangan sakit, tentu tidak akan dikenakan sanksi.

“Sidak ini juga dimaksudkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat sudah berlangsung optimal kembali pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalbar

Y Anthonius Rawing menambahkan, bagi pegawai yang tidak masuk, sebagaimana arahan Sekda, maka akan ditindaklanjuti dengan sanksi dan teguran sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk yang sakit tentunya atau yang cuti memberikan laporan sesuai dengan cuti atau sakitnya dan melengkapi dokumen (tidak akan disanksi). Pada prinsipnya tadi sudah hadir bagus dan tingkat kehadiran tinggi,” ujarnya.

Lakukan Tes PCR dan Antigen

Selain melaksanakan sidak kehadiran pegawai, kemarin Pemprov Kalbar juga melaksanakan tes pemeriksaan Covid-19 baik dengan RT-PCR maupun antigen. Sekda Kalbar Harisson mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Kalbar memang sudah melandai, akan tetapi semua pihak tidak boleh lengah.

Baca Juga :  Wali Kota Cup Club Perbakin Pontianak, Kompetisi Menembak yang Tetap Patuhi Prokes Covid-19

Positivity rate (Kalbar) itu sudah 0,2 persen, tapi jangan lengah. Untuk itu Pemprov, terhadap seluruh pegawai dilakukan tes RT-PCR dan antigen,” katanya.

Bagi aparatur sipil negara (ASN) pemprov yang melakukan mudik ke luar daerah maka dites RT-PCR. Sementara yang tetap di dalam kota juga dites, namun cukup dengan pemeriksaan antigen.

“Ini juga dalam rangka kami untuk mengetahui sebenarnya sejauh mana penyebaran Covid-19. Apakah sudah benar-benar turun dengan positivity rate yang rendah terutama di kalangan pegawai pemprov,” paparnya.

Harisson berharap tingkat keterjangkitan Covid-19 di masyarakat memang benar-benar sudah menurun. Pihaknya juga akan terus melakukan langkah-langkah antisipasi agar jangan sampai terjadi lonjakan kasus pasca-libur dan cuti Lebaran.

“Seluruh kepala perangkat daerah pasti (dites). Kalau pegawai di kantor gubernur sebanyak 504 orang semuanya tes PCR. Tapi kalau yang di dinas-dinas itu kami ambil sampel acak, tapi kepala dinasnya tetap tes RT-PCR,” tutupnya. (bar)

PONTIANAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para pegawai di lingkungan pemerintah provinsi (pemprov) di hari pertama kerja usai libur Lebaran, Senin (9/5) pagi.

Ada dua perangkat daerah yang didatangi, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar. Dari kedua perangkat daerah tersebut masih ditemukan tujuh pegawai yang belum masuk kerja.

Seperti diketahui, sesuai ketentuan yang berlaku, ASN di lingkungan Pemprov Kalbar wajib masuk kerja mulai dari pukul 07.15 WIB sampai 15.45 WIB. Ketika datang ke DPM-PTSP Kalbar sekitar pukul 07.30 WIB, Harisson masih mendapati beberapa pegawai yang belum masuk.

“Di DPM-PTSP itu ada 48 pegawai. Nah, yang belum absen tadi itu ada empat orang. Tadi saya sudah minta kepala dinasnya untuk melakukan tindak lanjut ke mana yang empat orang ini,” katanya ketika diwawancarai awak media usai melakukan sidak.

Sementara di Disdikbud Kalbar, total pegawainya ada 98 orang. Sementara yang tidak hadir di kantor tersebut masih ada tiga orang. Untuk itu Harisson juga meminta kepala dinasnya menindaklanjuti pegawai yang belum masuk di hari pertama kerja kemarin.

Baca Juga :  ASN Harus Siap Bela NKRI

“Yang tidak masuk hari ini tetap kami akan melakukan tindakan disiplin, baik berupa pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), maupun nanti dengan surat teguran lisan,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Harisson, sanksi diberikan kepada pegawai yang benar-benar tidak masuk kerja tanpa alasan jelas. Sedangkan yang memang mengambil cuti resmi atau berhalangan sakit, tentu tidak akan dikenakan sanksi.

“Sidak ini juga dimaksudkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat sudah berlangsung optimal kembali pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalbar

Y Anthonius Rawing menambahkan, bagi pegawai yang tidak masuk, sebagaimana arahan Sekda, maka akan ditindaklanjuti dengan sanksi dan teguran sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk yang sakit tentunya atau yang cuti memberikan laporan sesuai dengan cuti atau sakitnya dan melengkapi dokumen (tidak akan disanksi). Pada prinsipnya tadi sudah hadir bagus dan tingkat kehadiran tinggi,” ujarnya.

Lakukan Tes PCR dan Antigen

Selain melaksanakan sidak kehadiran pegawai, kemarin Pemprov Kalbar juga melaksanakan tes pemeriksaan Covid-19 baik dengan RT-PCR maupun antigen. Sekda Kalbar Harisson mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Kalbar memang sudah melandai, akan tetapi semua pihak tidak boleh lengah.

Baca Juga :  Honor Ekstra ASN Dihapus

Positivity rate (Kalbar) itu sudah 0,2 persen, tapi jangan lengah. Untuk itu Pemprov, terhadap seluruh pegawai dilakukan tes RT-PCR dan antigen,” katanya.

Bagi aparatur sipil negara (ASN) pemprov yang melakukan mudik ke luar daerah maka dites RT-PCR. Sementara yang tetap di dalam kota juga dites, namun cukup dengan pemeriksaan antigen.

“Ini juga dalam rangka kami untuk mengetahui sebenarnya sejauh mana penyebaran Covid-19. Apakah sudah benar-benar turun dengan positivity rate yang rendah terutama di kalangan pegawai pemprov,” paparnya.

Harisson berharap tingkat keterjangkitan Covid-19 di masyarakat memang benar-benar sudah menurun. Pihaknya juga akan terus melakukan langkah-langkah antisipasi agar jangan sampai terjadi lonjakan kasus pasca-libur dan cuti Lebaran.

“Seluruh kepala perangkat daerah pasti (dites). Kalau pegawai di kantor gubernur sebanyak 504 orang semuanya tes PCR. Tapi kalau yang di dinas-dinas itu kami ambil sampel acak, tapi kepala dinasnya tetap tes RT-PCR,” tutupnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/