alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Gadis Belia Disekap dan Digilir Dua Hari

Tiga dari Lima Pelaku Diamuk Massa

PONTIANAK – Tiga dari lima pelaku penyekapan, pencabulan dan persetubuhan terhadap gadis berusia 16 tahun ditangkap polisi. Sebelum ditangkap, ketiga pelaku terlebih dahulu diamankan warga. Mereka sempat diamuk massa, lantaran warga berang akan aksi tak terpuji itu.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut terungkap setelah orang tua korban mencurigai keadaan anaknya yang tidak pulang ke rumah selama dua hari.

Setelah kembali, lanjut Komarudin, orang tua korban semakin curiga dengan kondisi anaknya yang murung dan kerap menyendiri di dalam kamar. “Melihat kondisi itu, orang tuanya lalu bertanya. ¬†Anaknya bercerita bahwa dirinya telah dicabuli dan disetubuhi secara bergiliran oleh lima orang pelaku selama dua hari,” kata Komarudin, Selasa (9/6).

Baca Juga :  Midji Minta Aparat Dalami Dugaan Pungli Pemeriksaan Rapid Antigen di Sambas

Komarudin menjelaskan, mendengar cerita anaknya, orang tua korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polresta Pontianak. Setelah polisi melakukan penyelidikan, tiga dari lima pelaku, yakni EP (21), WR (20) dan NP (19) berhasil ditangkap di salah indekos yang menjadi tempat kejadian.”Ketiganya ditangkap di wilayah Kecamatan Pontianak Barat,” ucap Komarudin.

Dari keterangan korban, pencabulan dan persetubuhan itu bermula ketika korban berkenalan dengan salah satu pelaku melalui media sosial. Setelah berkenalan, dia menambahkan, korban kemudian diajak bertemu. Karena tidak curiga, korban pun bersedia. Ia dijemput dan dibawa ke indekos. Saat itu empat pelaku lainnya sudah menunggu. “Korban dicabuli dan disetubuhi selama dua hari secara bergiliran oleh kelima pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 3 Tersangka Pengedar Narkoba di Senakin

Komarudin menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya, yang berhasil melarikan diri saat penangkapan berlangsung. “Para pelaku akan dikenakan pasal 81 dan 82 Undang undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” tegasnya.

Sementara untuk korban, Komarudin mengatakan, saat ini masih dilakukan pendampingan dari pihaknya dan dinas sosial karena yang bersangkutan mengalami trauma berat. (adg)

Tiga dari Lima Pelaku Diamuk Massa

PONTIANAK – Tiga dari lima pelaku penyekapan, pencabulan dan persetubuhan terhadap gadis berusia 16 tahun ditangkap polisi. Sebelum ditangkap, ketiga pelaku terlebih dahulu diamankan warga. Mereka sempat diamuk massa, lantaran warga berang akan aksi tak terpuji itu.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut terungkap setelah orang tua korban mencurigai keadaan anaknya yang tidak pulang ke rumah selama dua hari.

Setelah kembali, lanjut Komarudin, orang tua korban semakin curiga dengan kondisi anaknya yang murung dan kerap menyendiri di dalam kamar. “Melihat kondisi itu, orang tuanya lalu bertanya. ¬†Anaknya bercerita bahwa dirinya telah dicabuli dan disetubuhi secara bergiliran oleh lima orang pelaku selama dua hari,” kata Komarudin, Selasa (9/6).

Baca Juga :  Ungkap 137 Kasus Selama Ops Pekat, Polres Landak Tetapkan 31 Tersangka

Komarudin menjelaskan, mendengar cerita anaknya, orang tua korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polresta Pontianak. Setelah polisi melakukan penyelidikan, tiga dari lima pelaku, yakni EP (21), WR (20) dan NP (19) berhasil ditangkap di salah indekos yang menjadi tempat kejadian.”Ketiganya ditangkap di wilayah Kecamatan Pontianak Barat,” ucap Komarudin.

Dari keterangan korban, pencabulan dan persetubuhan itu bermula ketika korban berkenalan dengan salah satu pelaku melalui media sosial. Setelah berkenalan, dia menambahkan, korban kemudian diajak bertemu. Karena tidak curiga, korban pun bersedia. Ia dijemput dan dibawa ke indekos. Saat itu empat pelaku lainnya sudah menunggu. “Korban dicabuli dan disetubuhi selama dua hari secara bergiliran oleh kelima pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satarudin: Pembangunan JPO Cuma Akal-Akalan Cari Iklan

Komarudin menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya, yang berhasil melarikan diri saat penangkapan berlangsung. “Para pelaku akan dikenakan pasal 81 dan 82 Undang undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” tegasnya.

Sementara untuk korban, Komarudin mengatakan, saat ini masih dilakukan pendampingan dari pihaknya dan dinas sosial karena yang bersangkutan mengalami trauma berat. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/