alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Pupuk Subsidi Kurang, Surplus Pangan Hanya Mimpi

PONTIANAK—Komisi II DPRD Kalimantan Barat melakukan rapat kerja sesuai protokol kesehatan yang digelar di Gedung Serbaguna, kantor Dewan Kalbar, Rabu(10/6).

Komisi membidangi pertanian ini mengkritisi penyaluran pupuk subsidi bagi petani di Kalbar. “Ternyata kuota pupuk subsdi untuk petani Kalbar sangat-sangat kurang,” kata H. Affandi, Ketua Komisi III DPRD Kalbar seusai mengikuti rapat dengan Dinas Pertanian Kalbar.

Menurutnya yang diajukan Kalbar berdasarkan hitungan luas lahan sesuai LDKK ke Kementrian Pertanian hanya disetujui Kementan RI sekitar 30 persennya saja. Sehingga terjadi kekurangan sebanyak 70 persen untuk kuota pupuknya.

“Sampai kapanpun tidak akan tuntas masalah pertanian di Kalbar kalau pengajuannya selalu tidak maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pimpin Komisi III, Wan Is Siap Bersinergi

Komisi III menyarankan ke Dinas Pertanian Kalbar supaya meminta tambahan kuota pupuk melalui Gubenur Kalbar. Kalau secepatnya tidak dilakukan, Kalbar dipastikan akan kekurangan kuota pupuk subsidi.

“Sehingga untuk mencapai surplus pangan di Kalbar, mimpi saja. Sulit terwujud andai permasalahn kuota pupuk subsidi tidak dilakukan,” ungkap dia.

Pupuk subsidi sendiri beberapa diantaranya dikenal dengan nama pupuk Urea, B36, Za, pupuk organik dan pupuk lainnya. Untuk Kalbar sendiri, rata-rata petani memakai pupuk subsidi jenis Urea dan Ponska. Keduanya dipakai karena kontur tanah pertanian di Kalbar sangat cocok dan ideal.(den)

PONTIANAK—Komisi II DPRD Kalimantan Barat melakukan rapat kerja sesuai protokol kesehatan yang digelar di Gedung Serbaguna, kantor Dewan Kalbar, Rabu(10/6).

Komisi membidangi pertanian ini mengkritisi penyaluran pupuk subsidi bagi petani di Kalbar. “Ternyata kuota pupuk subsdi untuk petani Kalbar sangat-sangat kurang,” kata H. Affandi, Ketua Komisi III DPRD Kalbar seusai mengikuti rapat dengan Dinas Pertanian Kalbar.

Menurutnya yang diajukan Kalbar berdasarkan hitungan luas lahan sesuai LDKK ke Kementrian Pertanian hanya disetujui Kementan RI sekitar 30 persennya saja. Sehingga terjadi kekurangan sebanyak 70 persen untuk kuota pupuknya.

“Sampai kapanpun tidak akan tuntas masalah pertanian di Kalbar kalau pengajuannya selalu tidak maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Muncul Desakan Transparansi APBD Kalbar Rp895 Miliar Penanganan Covid

Komisi III menyarankan ke Dinas Pertanian Kalbar supaya meminta tambahan kuota pupuk melalui Gubenur Kalbar. Kalau secepatnya tidak dilakukan, Kalbar dipastikan akan kekurangan kuota pupuk subsidi.

“Sehingga untuk mencapai surplus pangan di Kalbar, mimpi saja. Sulit terwujud andai permasalahn kuota pupuk subsidi tidak dilakukan,” ungkap dia.

Pupuk subsidi sendiri beberapa diantaranya dikenal dengan nama pupuk Urea, B36, Za, pupuk organik dan pupuk lainnya. Untuk Kalbar sendiri, rata-rata petani memakai pupuk subsidi jenis Urea dan Ponska. Keduanya dipakai karena kontur tanah pertanian di Kalbar sangat cocok dan ideal.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/