alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Pesaing Midji Mulai Muncul

PONTIANAK–Di tengah gempuran pandemi Covid-19, ternyata dunia politik masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat Kalimantan Barat. Pemilihan Gubenur (Pilgub) Kalbar 2024 yang masih tersisa beberapa tahun ke depan, hulu ke hilir mulai memunculkan nama-nama kandidat yang diprediksi bakal bertarung dalam pemilukada.

Latar belakang Bacalonkada bermacam-macam, walaupun masih didominasi nama-nama dari partai politik. Petahana Sutarmidji, yang masih menjabat sebagai Gubernur Kalbar bersama Ria Norsan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat dipastikan akan memiliki lawan-lawan tangguh di Pilkada 2024 mendatang.

Entah keduanya masih mesra melanjutkan kebersamaan atau berpisah, kans keduanya kembali mewakili Kalbar pada Pilgub 2024 mendatang masih terbuka lebar. Meski demikian, nama-nama tokoh politik Kalbar yang bersinar di tingkat pusat juga tidak sedikit. Tokoh-tokoh tersebut terus didorong baik internal partai di daerah, pusat sampai masyarakat akar rumput untuk bertarung pada Pilkada Kalbar 2024. Apalagi basis masa yang diwakili dari 14 Kabupaten/Kota, juga tak sedikit menyuarakan mereka untuk bertarung.

Lasarus, Ketua PDI Perjuangan Kalbar misalnya. Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar 2 sekaligus Ketua Komisi V DPR RI bulat didukung 14 DPC PDI Perjuangan dari 14 Kabupaten/Kota untuk bertarung pada Pilgub Kalbar tahun 2024 mendatang. Selain dari internal partai, dukungan juga banyak disuarakan kaum akar rumput di bawah.

Nama lain seperti Karolin Margret Natasa, Bupati Landak juga layak menjadi perhitungan di Pilgub Kalbar tahun 2024 mendatang. Sekretaris PDI Perjuangan Kalbar ini, sebagaimana diketahui sebelumnya pernah menjadi lawan tangguh Sutarmidji-Ria Norsan di Pilgub 2019-2024. Meski tidak menang, tetapi kans politikus cantik PDI Perjuangan Kalbar ini untuk bertarung kembali masih sangat besar.

Selain itu, politisi muda yang namanya cukup mentereng di kancah nasional adalah Maman Abdurahman. Ketua DPD 1 Golkar Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI juga didorong internal partainya, untuk bertarung berebut kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2024 mendatang.

Hanya saja, Partai Beringin sendiri memang tidak kekurangan kader dari tingkat internalnya. Nama lain yang juga menjadi magnet Pilgub Kalbar adalah Ria Norsan, petahana Wakil Gubernur Kalbar sekaligus Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kalbar. Adrianus Asia Sidot, Anggota DPR RI asal dapil Kalbar 2 termasuk nama Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Kalbar sekaligus mantan Wakil Bupati Sambas.

Dari PAN Kalbar, politikus Boyman Harun yang menjabat sebagai Ketua DPW PAN Kalbar sekaligus anggota Komisi V DPR RI juga disuarakan untuk maju. Masih ingat ? Mantan Wakil Bupati Ketapang ini pernah bertarung di Pilgub 2019-2024 berpasangan dengan Milton Crosby. Tentu peluang untuk maju kembali pada Pilgub Kalbar 2024 mendatang ikut terbuka lebar. Dukungan perolehan kursi atau suara PAN di DPRD Kalbar termasuk mayoritas.

Nama lainnya, yakni politisi senior Syarif Abdullah Alkadrie, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Nasdem Kalbar diam-diam juga ramai disuarakan di tingkat internal partainya. Walaupun belum pernah memberikan pernyataan ke publik, tetapi Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini cukup berpeluang untuk maju. Memang, belakangan ini santer dibicarakan politisi dari Dapil Kalbar 1 ini ramai didorong untuk maju ke Pilbup Kubu Raya 2024 mendatang.

Baca Juga :  Vaksinasi Dosis Kedua Landak Dimulai

Yuliansyah, pengusaha juga sebagai Ketua DPD Gerindra Kalimantan Barat punya peluang sama pada Pilgub Kalbar 2024 mendatang. Namun, pengurus IMI Kalbar ini nampaknya lebih banyak berkutat di Kubu Raya, keluar masuk kampung. Kabarnya dengan baliho tersebar, pengusaha minyak ini diprediksi bertarung di Pilbup Kubu Raya.

Nama-nama kepala daerah yang ikut berpeluang maju baik sebagai KB 1 atau KB2 adalah Djarot Winarno, Bupati Sintang. Pun demikian nama Martin Rantan, Ketua DPD 2 Golkar Kabupaten Ketapang juga menjadi pertimbangan untuk bersaing. Apalagi nama Bupati Ketapang ini sedang menjalani dua periode pemerintahannya sebagai kepala daerah di wilayah yang dikenal dengan makanan khas kerupuk amplang  ini.

Muda Mahendrawan, Bupati Kubu Raya yang juga tengah menjalani dua periode masa pemerintahan sebagai kepala daerah punya peluang serupa maju di Pilgub Kalbar. Namanya ramai menjadi perbincangan masyarakat untuk kembali bertarung di kancah politik Kalbar.

Nama-nama tokoh politik Kalbar sekaligus Ketua Partai Politik di Kalimantan Barat lain pun banyak menyedot perhatian publik. Ada Arief Joni Prasteyo, Ketua DPW PKS Kalbar sekaligus Anggota DPRD Kalbar dari Dapil Kota Pontianak. Nama Suyanto Tanjung alias Ajung, Ketua Hanura Kalbar yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Kalbar punya peluang serupa. Termasuk nama terakhir Mulyadi Tawik yang kembali memimpin PKB Kalbar.

Terkait peluang-peluang tokoh  partai politik, bupati dan tokoh masyarakat di Kalbar, Pengamat Politik Universitas Tanjungpura Pontianak Dr. Erdi Abidin memiliki pandangan tersendiri. Baginya boleh saja semua tokoh-tokoh dimajukan oleh partai politik. “Silakan saja untuk menjadi Bacalonkada untuk Gubernur atau Wakil Gubenur. Itu adalah hak politik partai tokoh atau orang yang ditokohkan masyarakat dan diajukan menjadi pemimpin daerah,” katanya saat dimintai tanggapan.

Para tokoh tersebut, selain diberikan kebebasan untuk maju, juga harus memperhitungkan perolehan suara atau jumlah perahu. Sebab, sistem perpolitikan di Indonesia, tanpa dukungan parpol juga bakal sulit untuk mendudukkan meski maju dari jalur perseorangan tetap memungkinkan.

“Parpol mau tidak mau adalah penentu, siapapun tokoh yang akan maju,” ucapnya. Erdi berharap sekali Bacalonkada yang akan bertarung di Pilgub 2024 punya program saling terhubung yang harus diwujudkan ketika sudah menjadi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

Rekam jejak bacalonkada juga layak menjadi pertimbangan ketika akan mendorongnya di Pilgub mendatang. Artinya jangan sampai ada “orang” tertentu dimunculkan secara tiba-tiba tanpa track record yang melekat di masyarakat.

Selanjutnya diharapkan pada Pilgub 2024 mendatang, parpol mau mempergunakan kompetensi ketokohan  Bacalonkada yang akan didorong maju. Bisa saja, partai politik mendorong sendiri atau parpol berembuk bersama dalam memotret tokoh yang akan didorong. Sebab, nama-nama kepala daerah dengan ketokohan melekat ke masyarakat akan memiliki nilai jual tinggi ke masyarakat tentu dengan berbagai faktor dan kelebihan pribadinya.

Baca Juga :  Cegah Masuknya Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

“Jujur saya lebih menyukai Bacalonkada berkompetensi, memasarkan diri dan membidik apa harapan masyarakat  ke depan. Saya juga berharap parpol-parpol tidak masing-masing mencalonkan jagoannya, meski parpol punya hak penuh memberikan atau merekomendasikan Bacalonkada,” jelasnya.

Parpol-parpol yang baik adalah satu napas, melakukan diskusi, mengevaluasi sebelum  memilih atauj menetapkan satu nama saja. Sehingga yang disuguhkan ke masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Menyuguhkan banyak nama Bacalonkada untuk Pilgub Kalbar 2024 mendatang, jelas akan membuat bingung masyarakat.

“Idealnya Pilgub Kalbar 2024 mendatang dari kacamata pribadi saya cukup maksimal  dengan 3 pasangan Bacalonkada atau minimal 2 pasangan saja. Maka dari itu parpol-parpol yang punya kandidat dan kesempatan mengusulkan dapat membuat koalisi yang benar-benar utuh,” usulnya.

Koalisi parpol sendiri adalah bagaimana memilih pasangan Bacalonkada setelah menyortir banyak calon. Adakan semacam konvensi terbuka sehingga muncul posisi Gubernur-Wakil Gubenur harapan masyarakat banyak.

Kepala Daerah seperti menjadi harapan masyarakat pada 2024 mendatang? Dosen Untan ini memiliki banyak pandangan kepada Bacalonkada 2024 mendatang. Kalbar sendiri memiliki banyak bidang yang memiliki peluang besar, juga persoalan. Namun harus diingat Kalbar kompetitif berada pada bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan sumber daya alam lain.

Makanya, sambung Erdi, Bacalonkada 2024 mendatang harus dapat membawa desa, petani, nelayan, dan masyarakat yang hidup dari tani, kebun, juga holtikultura ke arah kesejahteraan. “Kita punya nelayan atau petani yang masih memiliki persoalan besar di daerah. Tantangan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 mendatang adalah membawa kehidupan mereka menjadi lebih baik,” tukasnya.

Korelasi kesejahteraan masyarakat desa akan saling berhubungan dengan isolasi daerah. Program mandiri seperti listrik terang benderang termasuk sinyal dinikmati merata harus terus diperjuangkan. Pemerintah nasional bahkan sudah menargetkan kelistrikan di Kalbar mendapai 99 persen terang. Kepala daerah wajib mewujudkan karena berhubungan dengan ekonomi masyarakat di desa.

Nah, sebanyak 85 persen masyarakat yang tinggal daerah masih dalam kondisi berjuang dengan kesejahteraan. APBD Kalbar juga harus benar-benar diporsikan untuk perbaikan  infrastruktur di desa. Pemerintah daerah dapat mewujudkannya, misalnya dengan mempertegas Perda CSR yang pelaksanaan oleh perusahaan masih di bawah harapan. “Perusahaan-perusahaan yang menjadi area investasi diharapkan menjadi salah satu tulang punggung perbaikan infrasruktur di daerah. Manfaatnya harus dirasakan masyarakat juga,” tukas dia.

Terakhir adalah bagaimana Bacalonkada yang bertarung di Pilgub 2024 mendatang, selain punya program kerja jelas, terukur dan terarah juga mampu membenahi SDM Kalbar ke depan berdaya saing tinggi baik tingkat nasional dan internasional. Tidak hanya masalah pendidikan terus dibenahi, persoalan dasar kesehatan sebagai peletak dasar SDM Kalbar unggul harus terus dipikirkan.  Sebab kualitas pendidikan akan sejalan ketika kesehatan masyarakat dapat dinikmati merata. (den)

PONTIANAK–Di tengah gempuran pandemi Covid-19, ternyata dunia politik masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat Kalimantan Barat. Pemilihan Gubenur (Pilgub) Kalbar 2024 yang masih tersisa beberapa tahun ke depan, hulu ke hilir mulai memunculkan nama-nama kandidat yang diprediksi bakal bertarung dalam pemilukada.

Latar belakang Bacalonkada bermacam-macam, walaupun masih didominasi nama-nama dari partai politik. Petahana Sutarmidji, yang masih menjabat sebagai Gubernur Kalbar bersama Ria Norsan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat dipastikan akan memiliki lawan-lawan tangguh di Pilkada 2024 mendatang.

Entah keduanya masih mesra melanjutkan kebersamaan atau berpisah, kans keduanya kembali mewakili Kalbar pada Pilgub 2024 mendatang masih terbuka lebar. Meski demikian, nama-nama tokoh politik Kalbar yang bersinar di tingkat pusat juga tidak sedikit. Tokoh-tokoh tersebut terus didorong baik internal partai di daerah, pusat sampai masyarakat akar rumput untuk bertarung pada Pilkada Kalbar 2024. Apalagi basis masa yang diwakili dari 14 Kabupaten/Kota, juga tak sedikit menyuarakan mereka untuk bertarung.

Lasarus, Ketua PDI Perjuangan Kalbar misalnya. Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar 2 sekaligus Ketua Komisi V DPR RI bulat didukung 14 DPC PDI Perjuangan dari 14 Kabupaten/Kota untuk bertarung pada Pilgub Kalbar tahun 2024 mendatang. Selain dari internal partai, dukungan juga banyak disuarakan kaum akar rumput di bawah.

Nama lain seperti Karolin Margret Natasa, Bupati Landak juga layak menjadi perhitungan di Pilgub Kalbar tahun 2024 mendatang. Sekretaris PDI Perjuangan Kalbar ini, sebagaimana diketahui sebelumnya pernah menjadi lawan tangguh Sutarmidji-Ria Norsan di Pilgub 2019-2024. Meski tidak menang, tetapi kans politikus cantik PDI Perjuangan Kalbar ini untuk bertarung kembali masih sangat besar.

Selain itu, politisi muda yang namanya cukup mentereng di kancah nasional adalah Maman Abdurahman. Ketua DPD 1 Golkar Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI juga didorong internal partainya, untuk bertarung berebut kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2024 mendatang.

Hanya saja, Partai Beringin sendiri memang tidak kekurangan kader dari tingkat internalnya. Nama lain yang juga menjadi magnet Pilgub Kalbar adalah Ria Norsan, petahana Wakil Gubernur Kalbar sekaligus Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kalbar. Adrianus Asia Sidot, Anggota DPR RI asal dapil Kalbar 2 termasuk nama Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Kalbar sekaligus mantan Wakil Bupati Sambas.

Dari PAN Kalbar, politikus Boyman Harun yang menjabat sebagai Ketua DPW PAN Kalbar sekaligus anggota Komisi V DPR RI juga disuarakan untuk maju. Masih ingat ? Mantan Wakil Bupati Ketapang ini pernah bertarung di Pilgub 2019-2024 berpasangan dengan Milton Crosby. Tentu peluang untuk maju kembali pada Pilgub Kalbar 2024 mendatang ikut terbuka lebar. Dukungan perolehan kursi atau suara PAN di DPRD Kalbar termasuk mayoritas.

Nama lainnya, yakni politisi senior Syarif Abdullah Alkadrie, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Nasdem Kalbar diam-diam juga ramai disuarakan di tingkat internal partainya. Walaupun belum pernah memberikan pernyataan ke publik, tetapi Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini cukup berpeluang untuk maju. Memang, belakangan ini santer dibicarakan politisi dari Dapil Kalbar 1 ini ramai didorong untuk maju ke Pilbup Kubu Raya 2024 mendatang.

Baca Juga :  ANTAM Salurkan 800 Masker N95 dan 100 APD

Yuliansyah, pengusaha juga sebagai Ketua DPD Gerindra Kalimantan Barat punya peluang sama pada Pilgub Kalbar 2024 mendatang. Namun, pengurus IMI Kalbar ini nampaknya lebih banyak berkutat di Kubu Raya, keluar masuk kampung. Kabarnya dengan baliho tersebar, pengusaha minyak ini diprediksi bertarung di Pilbup Kubu Raya.

Nama-nama kepala daerah yang ikut berpeluang maju baik sebagai KB 1 atau KB2 adalah Djarot Winarno, Bupati Sintang. Pun demikian nama Martin Rantan, Ketua DPD 2 Golkar Kabupaten Ketapang juga menjadi pertimbangan untuk bersaing. Apalagi nama Bupati Ketapang ini sedang menjalani dua periode pemerintahannya sebagai kepala daerah di wilayah yang dikenal dengan makanan khas kerupuk amplang  ini.

Muda Mahendrawan, Bupati Kubu Raya yang juga tengah menjalani dua periode masa pemerintahan sebagai kepala daerah punya peluang serupa maju di Pilgub Kalbar. Namanya ramai menjadi perbincangan masyarakat untuk kembali bertarung di kancah politik Kalbar.

Nama-nama tokoh politik Kalbar sekaligus Ketua Partai Politik di Kalimantan Barat lain pun banyak menyedot perhatian publik. Ada Arief Joni Prasteyo, Ketua DPW PKS Kalbar sekaligus Anggota DPRD Kalbar dari Dapil Kota Pontianak. Nama Suyanto Tanjung alias Ajung, Ketua Hanura Kalbar yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Kalbar punya peluang serupa. Termasuk nama terakhir Mulyadi Tawik yang kembali memimpin PKB Kalbar.

Terkait peluang-peluang tokoh  partai politik, bupati dan tokoh masyarakat di Kalbar, Pengamat Politik Universitas Tanjungpura Pontianak Dr. Erdi Abidin memiliki pandangan tersendiri. Baginya boleh saja semua tokoh-tokoh dimajukan oleh partai politik. “Silakan saja untuk menjadi Bacalonkada untuk Gubernur atau Wakil Gubenur. Itu adalah hak politik partai tokoh atau orang yang ditokohkan masyarakat dan diajukan menjadi pemimpin daerah,” katanya saat dimintai tanggapan.

Para tokoh tersebut, selain diberikan kebebasan untuk maju, juga harus memperhitungkan perolehan suara atau jumlah perahu. Sebab, sistem perpolitikan di Indonesia, tanpa dukungan parpol juga bakal sulit untuk mendudukkan meski maju dari jalur perseorangan tetap memungkinkan.

“Parpol mau tidak mau adalah penentu, siapapun tokoh yang akan maju,” ucapnya. Erdi berharap sekali Bacalonkada yang akan bertarung di Pilgub 2024 punya program saling terhubung yang harus diwujudkan ketika sudah menjadi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

Rekam jejak bacalonkada juga layak menjadi pertimbangan ketika akan mendorongnya di Pilgub mendatang. Artinya jangan sampai ada “orang” tertentu dimunculkan secara tiba-tiba tanpa track record yang melekat di masyarakat.

Selanjutnya diharapkan pada Pilgub 2024 mendatang, parpol mau mempergunakan kompetensi ketokohan  Bacalonkada yang akan didorong maju. Bisa saja, partai politik mendorong sendiri atau parpol berembuk bersama dalam memotret tokoh yang akan didorong. Sebab, nama-nama kepala daerah dengan ketokohan melekat ke masyarakat akan memiliki nilai jual tinggi ke masyarakat tentu dengan berbagai faktor dan kelebihan pribadinya.

Baca Juga :  Selamatkan Uang Negara Rp21 Miliar

“Jujur saya lebih menyukai Bacalonkada berkompetensi, memasarkan diri dan membidik apa harapan masyarakat  ke depan. Saya juga berharap parpol-parpol tidak masing-masing mencalonkan jagoannya, meski parpol punya hak penuh memberikan atau merekomendasikan Bacalonkada,” jelasnya.

Parpol-parpol yang baik adalah satu napas, melakukan diskusi, mengevaluasi sebelum  memilih atauj menetapkan satu nama saja. Sehingga yang disuguhkan ke masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Menyuguhkan banyak nama Bacalonkada untuk Pilgub Kalbar 2024 mendatang, jelas akan membuat bingung masyarakat.

“Idealnya Pilgub Kalbar 2024 mendatang dari kacamata pribadi saya cukup maksimal  dengan 3 pasangan Bacalonkada atau minimal 2 pasangan saja. Maka dari itu parpol-parpol yang punya kandidat dan kesempatan mengusulkan dapat membuat koalisi yang benar-benar utuh,” usulnya.

Koalisi parpol sendiri adalah bagaimana memilih pasangan Bacalonkada setelah menyortir banyak calon. Adakan semacam konvensi terbuka sehingga muncul posisi Gubernur-Wakil Gubenur harapan masyarakat banyak.

Kepala Daerah seperti menjadi harapan masyarakat pada 2024 mendatang? Dosen Untan ini memiliki banyak pandangan kepada Bacalonkada 2024 mendatang. Kalbar sendiri memiliki banyak bidang yang memiliki peluang besar, juga persoalan. Namun harus diingat Kalbar kompetitif berada pada bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan sumber daya alam lain.

Makanya, sambung Erdi, Bacalonkada 2024 mendatang harus dapat membawa desa, petani, nelayan, dan masyarakat yang hidup dari tani, kebun, juga holtikultura ke arah kesejahteraan. “Kita punya nelayan atau petani yang masih memiliki persoalan besar di daerah. Tantangan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 mendatang adalah membawa kehidupan mereka menjadi lebih baik,” tukasnya.

Korelasi kesejahteraan masyarakat desa akan saling berhubungan dengan isolasi daerah. Program mandiri seperti listrik terang benderang termasuk sinyal dinikmati merata harus terus diperjuangkan. Pemerintah nasional bahkan sudah menargetkan kelistrikan di Kalbar mendapai 99 persen terang. Kepala daerah wajib mewujudkan karena berhubungan dengan ekonomi masyarakat di desa.

Nah, sebanyak 85 persen masyarakat yang tinggal daerah masih dalam kondisi berjuang dengan kesejahteraan. APBD Kalbar juga harus benar-benar diporsikan untuk perbaikan  infrastruktur di desa. Pemerintah daerah dapat mewujudkannya, misalnya dengan mempertegas Perda CSR yang pelaksanaan oleh perusahaan masih di bawah harapan. “Perusahaan-perusahaan yang menjadi area investasi diharapkan menjadi salah satu tulang punggung perbaikan infrasruktur di daerah. Manfaatnya harus dirasakan masyarakat juga,” tukas dia.

Terakhir adalah bagaimana Bacalonkada yang bertarung di Pilgub 2024 mendatang, selain punya program kerja jelas, terukur dan terarah juga mampu membenahi SDM Kalbar ke depan berdaya saing tinggi baik tingkat nasional dan internasional. Tidak hanya masalah pendidikan terus dibenahi, persoalan dasar kesehatan sebagai peletak dasar SDM Kalbar unggul harus terus dipikirkan.  Sebab kualitas pendidikan akan sejalan ketika kesehatan masyarakat dapat dinikmati merata. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/