alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Komisi IV: Elpiji 3 Kg Harus Tepat Sasaran

PONTIANAK–Komisi IV DPRD Kalimantan Barat meminta penyaluran gas elpiji bersubsidi isi tabung 3 kilogram harus tepat sasaran. Sementara proses penyaluran di lapangan juga benar-benar diterima warga yang berhak.

Itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur seusai kegiatan sidak Komisi IV DPRD Prov Kalbar, bersama Sales Branch Manager/ SBM Rayon II PT. Pertamina, Dinas ESDM Kalbar monitoring ke PT. ANUGERAH KREASI ALAM / SPBE di Kota Singkawang.

Menurutnya berdasarkan keterangan dan data diperoleh dari pihak BSM bahwa stok dan ketersediaan gas elpiji di wilayah Singkawang, Bengkayang dan Sambas (Singbebas) tercukupi dan aman. Di lapangan praktek jual belinya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) isi 3 kilogram mencapai Rp16.500. “Itu berlaku dalam jangkauan radius dibawah 60 kilometer dari SPBE,” ucappnya.

Baca Juga :  Pemprov Teken MoU HKI dengan Kemenkumham

Isya anggota Komisi IV menambahkan bahwa memang terjadi perbedaan harga pada setiap wilayah kabupaten. Itu karena kewenangan dan kebijakan dari masing-masing kepala daerah menjadi penentu melalui surat keputusan penentuan HET.

“Kami sudah meminta kepada Pertamina untuk bekerja sama dengan Pemda setempat dengan melibatkan Kepala Desa dalam melakukan monitor dan turun ke lapangan. Tujuannyah supaya gas elpiji bersubsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat penerima,” ujarnya. “Sanksi kepada pangkalan nakal juga diharapkan diberikan,” timpalnya.

Subhan melanjutkan memang perlu dilakukan evaluasi mendalam terkait gas elpiji bersubsidi. Sanksi tegas harus diberikan apabila ditemukan penyelewengan.

“Pertamina selalu mengatakan stok Elpiji bersubsidi cukup. Kenyataannya, di mana-mana antrean. Artinya kan ada masalah di situ. Masyarakat jadi susah,” ujarnya.(den)

Baca Juga :  Subhan Nur: Rakyat Butuh Jalan Mulus, Bukan Berdebat

PONTIANAK–Komisi IV DPRD Kalimantan Barat meminta penyaluran gas elpiji bersubsidi isi tabung 3 kilogram harus tepat sasaran. Sementara proses penyaluran di lapangan juga benar-benar diterima warga yang berhak.

Itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur seusai kegiatan sidak Komisi IV DPRD Prov Kalbar, bersama Sales Branch Manager/ SBM Rayon II PT. Pertamina, Dinas ESDM Kalbar monitoring ke PT. ANUGERAH KREASI ALAM / SPBE di Kota Singkawang.

Menurutnya berdasarkan keterangan dan data diperoleh dari pihak BSM bahwa stok dan ketersediaan gas elpiji di wilayah Singkawang, Bengkayang dan Sambas (Singbebas) tercukupi dan aman. Di lapangan praktek jual belinya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) isi 3 kilogram mencapai Rp16.500. “Itu berlaku dalam jangkauan radius dibawah 60 kilometer dari SPBE,” ucappnya.

Baca Juga :  Tak Semua Daerah Tersentuh Vaksin

Isya anggota Komisi IV menambahkan bahwa memang terjadi perbedaan harga pada setiap wilayah kabupaten. Itu karena kewenangan dan kebijakan dari masing-masing kepala daerah menjadi penentu melalui surat keputusan penentuan HET.

“Kami sudah meminta kepada Pertamina untuk bekerja sama dengan Pemda setempat dengan melibatkan Kepala Desa dalam melakukan monitor dan turun ke lapangan. Tujuannyah supaya gas elpiji bersubsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat penerima,” ujarnya. “Sanksi kepada pangkalan nakal juga diharapkan diberikan,” timpalnya.

Subhan melanjutkan memang perlu dilakukan evaluasi mendalam terkait gas elpiji bersubsidi. Sanksi tegas harus diberikan apabila ditemukan penyelewengan.

“Pertamina selalu mengatakan stok Elpiji bersubsidi cukup. Kenyataannya, di mana-mana antrean. Artinya kan ada masalah di situ. Masyarakat jadi susah,” ujarnya.(den)

Baca Juga :  Paripurna Dewan Tanpa Tatib?

Most Read

Artikel Terbaru

/