alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Untungnya Berjualan Gorengan Cempedak

Musim buah cempedak di kawasan Kota Pontianak dan sekitarnya sudah mulai. Buah yang memiliki tekstur lembut nan basah ini tidak hanya enak dimakan langsung. Namun juga bisa dinikmati dengan cara digoreng.  

Seperti yang dilakukan Farida Fatima. Penjual makanan gorengan cempedak di bilangan Jalan Rajawali, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota. Ia berjualan menggunakan gerobak kecil dan beberapa kursi. Sudah 15 tahun, Farida dan suaminya berjualan makanan ringan dan gorengan di tempat itu. Namun khusus gorengan cempedak baru mulai dijualnya sejak tahun 2019 silam. Ide awal untuk berjualan gorengan cempedak dari suaminya. Ketika itu musim buah cempedak sedang melimpah. “Langsung kami coba,” kata Farida di Pontianak, kemarin.

Ide itu berbuah manis. Gorengan cempedak miliknya laris manis diserbu pembeli hingga saat ini. Kalau itu, Ia bahkan pernah menghabiskan 600 buah cempedak dalam satu hari. Namun saat itu masih belum diserang pandemi Covid-19. Saat ini dalam sehari hanya sekitar 200-400 buah cempedak per hari.  Farida tidak menyiapkan bumbu khusus untuk membuat adonan gorengan cempedak. Hanya tepung, gula dan garam. Setelah itu buah cempedak berserta bijinya diaduk menjadi satu dan kemudian digoreng. “Resepnya itu saja dan tidak dicampur apa-apa,” kata dia.

Baca Juga :  Pansus CSR PT Masih Terbelah, Lima Fraksi Support Penuh, Tiga Bingung

Harga gorengan cempedak per buah Rp1.000. Pembeli pun tidak hanya dari masyarakat sekitar tapi juga dari luar. Bahkan terkadang pembeli harus mengantri untuk membeli gorengan cempedak milik Farida.  Meski penjualan sempat merosot di kala pandemi Covid-19, namun penghasilan yang didapat masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum pandemi ia bisa pendapatannya bisa sampai Rp1 juta per hari.

Namun saat ini mengalami penurunan. Dalam sehari ia hanya bisa mendapat sekitar Rp500 ribu. Jika penjualan sedang bagus, pendapatannya bisa sampai Rp700 ribu per hari. Selain dibuat gorengan, Farida juga menjual buah cempedak dalam hitungan satuan.  “Lumayan jauh turun beda pendapatan sebelum pandemi dibandingkan sekarang. Turunnya memang jauh,” jelas dia.

Namun pendapatan itu tergantung dari ketersediaan buah cempedak. Ia mengatakan biasanya ada yang mengantarkan langsung buah cempedak ke tempatnya berjualan. Jika tidak, ia membeli buah itu di Pasar Flamboyan. Biasanya ia membeli buah dengan cara per kilo. Satu kilo harganya Rp4.000. Namun ada juga yang menjual per buah. Harganya Rp6.000.

Baca Juga :  Keluarga Ini Batal Naik SJ-182 dan Putuskan Naik Kapal

Kendati demikian gorengan cempedak ini tidak setiap saat ada. Namun tergantung musim. Jika sedang musim buahnya, Farida biasanya dalam satu bulan rutin berjualan cempedak. Bahkan sebelumnya ia pernah berjualan gorengan cempedak selama dua bulan dan laris diserbu pembeli.  Soleh, salah seorang pembeli cempedak merupakan langganan tetap di warung Farida. Terhitung sudah empat tahun terakhir.

Sebelum bekerja, ia biasa singgah di warung milik Farida, sambil menikmati gorengan cempedak dan secangkir kopi. “Rumah dekat sini juga. Jadi, sebelum masuk kerja duduk dulu di warung ini makan gorengan cempedak,” cerita Soleh.  Tak hanya Soleh, keluarganya juga suka menikmati gorengan cempedak. Selain enak, harga jualnya juga murah. “Saya biasanya bisa menghabis lima hingga sepuluh biji. Terkadang juga bawa pulang untuk anak-anak,” pungkasnya. (mse)

Musim buah cempedak di kawasan Kota Pontianak dan sekitarnya sudah mulai. Buah yang memiliki tekstur lembut nan basah ini tidak hanya enak dimakan langsung. Namun juga bisa dinikmati dengan cara digoreng.  

Seperti yang dilakukan Farida Fatima. Penjual makanan gorengan cempedak di bilangan Jalan Rajawali, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota. Ia berjualan menggunakan gerobak kecil dan beberapa kursi. Sudah 15 tahun, Farida dan suaminya berjualan makanan ringan dan gorengan di tempat itu. Namun khusus gorengan cempedak baru mulai dijualnya sejak tahun 2019 silam. Ide awal untuk berjualan gorengan cempedak dari suaminya. Ketika itu musim buah cempedak sedang melimpah. “Langsung kami coba,” kata Farida di Pontianak, kemarin.

Ide itu berbuah manis. Gorengan cempedak miliknya laris manis diserbu pembeli hingga saat ini. Kalau itu, Ia bahkan pernah menghabiskan 600 buah cempedak dalam satu hari. Namun saat itu masih belum diserang pandemi Covid-19. Saat ini dalam sehari hanya sekitar 200-400 buah cempedak per hari.  Farida tidak menyiapkan bumbu khusus untuk membuat adonan gorengan cempedak. Hanya tepung, gula dan garam. Setelah itu buah cempedak berserta bijinya diaduk menjadi satu dan kemudian digoreng. “Resepnya itu saja dan tidak dicampur apa-apa,” kata dia.

Baca Juga :  Ruang Isolasi Hampir Penuh

Harga gorengan cempedak per buah Rp1.000. Pembeli pun tidak hanya dari masyarakat sekitar tapi juga dari luar. Bahkan terkadang pembeli harus mengantri untuk membeli gorengan cempedak milik Farida.  Meski penjualan sempat merosot di kala pandemi Covid-19, namun penghasilan yang didapat masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum pandemi ia bisa pendapatannya bisa sampai Rp1 juta per hari.

Namun saat ini mengalami penurunan. Dalam sehari ia hanya bisa mendapat sekitar Rp500 ribu. Jika penjualan sedang bagus, pendapatannya bisa sampai Rp700 ribu per hari. Selain dibuat gorengan, Farida juga menjual buah cempedak dalam hitungan satuan.  “Lumayan jauh turun beda pendapatan sebelum pandemi dibandingkan sekarang. Turunnya memang jauh,” jelas dia.

Namun pendapatan itu tergantung dari ketersediaan buah cempedak. Ia mengatakan biasanya ada yang mengantarkan langsung buah cempedak ke tempatnya berjualan. Jika tidak, ia membeli buah itu di Pasar Flamboyan. Biasanya ia membeli buah dengan cara per kilo. Satu kilo harganya Rp4.000. Namun ada juga yang menjual per buah. Harganya Rp6.000.

Baca Juga :  Perwakilan Tionghoa Pimpin Golkar Kecamatan Pontianak Selatan

Kendati demikian gorengan cempedak ini tidak setiap saat ada. Namun tergantung musim. Jika sedang musim buahnya, Farida biasanya dalam satu bulan rutin berjualan cempedak. Bahkan sebelumnya ia pernah berjualan gorengan cempedak selama dua bulan dan laris diserbu pembeli.  Soleh, salah seorang pembeli cempedak merupakan langganan tetap di warung Farida. Terhitung sudah empat tahun terakhir.

Sebelum bekerja, ia biasa singgah di warung milik Farida, sambil menikmati gorengan cempedak dan secangkir kopi. “Rumah dekat sini juga. Jadi, sebelum masuk kerja duduk dulu di warung ini makan gorengan cempedak,” cerita Soleh.  Tak hanya Soleh, keluarganya juga suka menikmati gorengan cempedak. Selain enak, harga jualnya juga murah. “Saya biasanya bisa menghabis lima hingga sepuluh biji. Terkadang juga bawa pulang untuk anak-anak,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/