alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Polisi Amankan Ribuan Batang Kayu di Kawasan Hutan

Perambahan Hutan Kembali Marak

Aktivitas perambahan kawasan hutan di Kalimantan Barat masih saja terjadi. Belum lama ini, Polres Kubu Raya mengamankan ribuan batang kayu jenis rimba campuran yang ditebang di Kawasan hutan lindung desa Kalibandung, Kabupaten Kubu Raya. 

ARIEF NUGROHO, Pontianak

SELAIN itu, polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas perambahan hutan itu. Berdasarkan informasi yang diperoleh Pontianak Post, dalam operasi tersebut, Polres Kubu Raya menemukan ribuan batang kayu gelondongan hasil tebangan di beberapa titik lokasi di Kawasan tersebut. Di antaranya, ada yang masih berada di daratan, ada juga yang sudah berbentuk rakit di Sungai Kapuas.

Perambahan hutan itu diduga juga melibatkan seorang cukong berinisial J, warga Sungai Rasau, Kabupaten Kubu Raya.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Iptu Charles B. N Karimar membenarkan adanya pengungkapan kasus illegal logging di Kawasan hutan Desa Kalibandung, Kabupaten Kubu Raya itu. Namun demikian, pihaknya enggan komentar lebih jauh.

“Sementara ini kami belum bisa sampaikan secara detail bang, karena masih proses pemeriksaan,” kata Charles saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Baca Juga :  Polda-PLN Kalbar Gelar Booster Vaksin, Disambut Antusias Ratusan Karyawan

Namun sebagai informasi, lanjut Charles, hingga saat ini pihaknya telah mengamankan tiga oang warga yang diduga terlibat dalam aktivitas perambahan hutan itu.

“Sementara ini ada tiga orang yang diamankan. Untuk barang bukti sekitar 1000 batang kayu jenis rimba campuran,” lanjutnya.

Dikatakan Charles, saat ini pihaknya sedang memeriksa ahli kehutanan untuk menentukan Kawasan perambahan hutan tersebut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan ahli kehutanan terkait dengan Kawasan itu. menurut informasi masyarakat, hutan tersebut masuk dalam Kawasan hutan lindung,” terangnya.

Sebelumnya, perambahan hutan juga terjadi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Sungai Kenak, Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah.

Hutan seluas 19.662 hektar yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjugpura itu dirambah oleh pihak-pihak tertentu.

Tim gabungan terdiri dari Korem 121/Abw, Kodim 1201/Mph, SPORC Gakkum KLHK, Polres Mempawah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, KPH Mempawah dan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura itu, mengamankan 14 orang pelaku, dua diantaranya merupakan cukong kayu.

Baca Juga :  Anggota Polri Tewas Gantung Diri di Rumah Kontrakan

Dari operasi itu,tim gabungan juga mengamankan barang bukti berupa 236 batang kayu log jenis rimba campuran dan menemukan lima chain saw di lokasi yang berbeda.

Sebelumnya, Polair Polda Kalbar dan Direkrorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar juga mengamankan ratusan barang kayu illegal.

Ratusan batang kayu jenis Meranti dan jenis rimba campuran itu diangkut sebuah truk, di Jalan Trans Kalimantan, Senin (31/8).

Saat dihentikan dan dilakukan pengecekan, supir tidak dapat menunjukan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK).

Di sisi lain, Direktorat Polisi Perairan Polda Kalbar juga mengamankan sekitar 1000 batang Kayu tanpa dilengkapi dokumen yang sah di perairan Sungai Kapuas, kawasan Sukalanting, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

Selain kayu tak berdokumen sah anggota unit II Siintelair Subditgakum Ditpolair Polda Kalbar  turut mengamankan pemilik berinisial MW (32) warga Dusun Batulayang, Desa Betuah, Kecamatan Terentang dan motor air jenis Kato. (*)

Perambahan Hutan Kembali Marak

Aktivitas perambahan kawasan hutan di Kalimantan Barat masih saja terjadi. Belum lama ini, Polres Kubu Raya mengamankan ribuan batang kayu jenis rimba campuran yang ditebang di Kawasan hutan lindung desa Kalibandung, Kabupaten Kubu Raya. 

ARIEF NUGROHO, Pontianak

SELAIN itu, polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas perambahan hutan itu. Berdasarkan informasi yang diperoleh Pontianak Post, dalam operasi tersebut, Polres Kubu Raya menemukan ribuan batang kayu gelondongan hasil tebangan di beberapa titik lokasi di Kawasan tersebut. Di antaranya, ada yang masih berada di daratan, ada juga yang sudah berbentuk rakit di Sungai Kapuas.

Perambahan hutan itu diduga juga melibatkan seorang cukong berinisial J, warga Sungai Rasau, Kabupaten Kubu Raya.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Iptu Charles B. N Karimar membenarkan adanya pengungkapan kasus illegal logging di Kawasan hutan Desa Kalibandung, Kabupaten Kubu Raya itu. Namun demikian, pihaknya enggan komentar lebih jauh.

“Sementara ini kami belum bisa sampaikan secara detail bang, karena masih proses pemeriksaan,” kata Charles saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Baca Juga :  Satu Lagi Maskapai Dilarang Terbang, Midji : Pengawasan di Bandara Jelek dan Asal

Namun sebagai informasi, lanjut Charles, hingga saat ini pihaknya telah mengamankan tiga oang warga yang diduga terlibat dalam aktivitas perambahan hutan itu.

“Sementara ini ada tiga orang yang diamankan. Untuk barang bukti sekitar 1000 batang kayu jenis rimba campuran,” lanjutnya.

Dikatakan Charles, saat ini pihaknya sedang memeriksa ahli kehutanan untuk menentukan Kawasan perambahan hutan tersebut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan ahli kehutanan terkait dengan Kawasan itu. menurut informasi masyarakat, hutan tersebut masuk dalam Kawasan hutan lindung,” terangnya.

Sebelumnya, perambahan hutan juga terjadi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Sungai Kenak, Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah.

Hutan seluas 19.662 hektar yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjugpura itu dirambah oleh pihak-pihak tertentu.

Tim gabungan terdiri dari Korem 121/Abw, Kodim 1201/Mph, SPORC Gakkum KLHK, Polres Mempawah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, KPH Mempawah dan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura itu, mengamankan 14 orang pelaku, dua diantaranya merupakan cukong kayu.

Baca Juga :  Anggota Polri Tewas Gantung Diri di Rumah Kontrakan

Dari operasi itu,tim gabungan juga mengamankan barang bukti berupa 236 batang kayu log jenis rimba campuran dan menemukan lima chain saw di lokasi yang berbeda.

Sebelumnya, Polair Polda Kalbar dan Direkrorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar juga mengamankan ratusan barang kayu illegal.

Ratusan batang kayu jenis Meranti dan jenis rimba campuran itu diangkut sebuah truk, di Jalan Trans Kalimantan, Senin (31/8).

Saat dihentikan dan dilakukan pengecekan, supir tidak dapat menunjukan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK).

Di sisi lain, Direktorat Polisi Perairan Polda Kalbar juga mengamankan sekitar 1000 batang Kayu tanpa dilengkapi dokumen yang sah di perairan Sungai Kapuas, kawasan Sukalanting, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

Selain kayu tak berdokumen sah anggota unit II Siintelair Subditgakum Ditpolair Polda Kalbar  turut mengamankan pemilik berinisial MW (32) warga Dusun Batulayang, Desa Betuah, Kecamatan Terentang dan motor air jenis Kato. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/