alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Gedung Isolasi RSUD Soedarso Penuh

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, saat ini terus terjadi peningkatan pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit (RS). Bahkan di gedung isolasi terpadu RSUD Soedarso, Pontianak seluruh lantai mulai dari lantai satu sampai tiga sudah terisi penuh.

Seperti diketahui gedung isolasi tiga lantai itu memiliki kapasitas 108 tempat tidur. Selain itu ruangan isolasi yang memiliki fasilitas peralatan non infasive ventilator dan alat ventilator juga hampir penuh.

“Saat ini RSUD Soedarso sedang menyiapkan beberapa ruangan tambahan dan alat ventilator tambahan untuk merawat pasien Covid-19,” ujarnya, Sabtu (10/10).

Ia menegaskan bahwa sekarang ini terjadi kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 yang dirawat di RS. Kecenderungan kasus Covid-19 yang dirawat ini merupakan kasus-kasus dengan gejala sedang sampai berat. Dimana pasien memerlukan alat bantu pernafasan untuk menyuplai oksigen ke dalam paru-paru yaitu non infasive ventilator maupun ventilator.

“Soedarso sudah menambah lima ventilator untuk merawat pasien Covid-19. Sedangkan untuk menjaga ketersediaan ruangan isolasi Covid-19 RSUD Soedarso akan menambah kapasitas ruangan untuk pasien yang dirawat dengan kasus Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Hadapi Pandemi Covid-19, Disabilitas Turut Produksi Masker Non Medis Melalui Program PLN Peduli

Ia mengimbau masyarakat untuk segera sadar dan terus waspada bahwa saat ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat yang dirawat di RSUD Soedarso. Bahkan cenderung pasien-pasien tersebut bisa menjadi fatal atau menyebabkan kematian. Kasus kasus berat dan bahkan fatal adalah kasus yang terjadi pada pasien dengan komorbid seperti penyakit diabetes atau kencing manis, penyakit jantung, penyakit ginjal, hipertensi yang tidak terkontrol serta asma dan lain sebagainya.

“Penyakit komorbid ini berisiko dan dapat menyebabkan kematian pada pasien yang tertular Covid-19. Bisa menjadi fatal dan dapat menyebabkan kematian,” tegasnya.

Ia mengatakan mungkin saja pada anak muda atau dewasa tanpa komorbid yang tertular Covid-19 atau telah dinyatakan positif tidak menunjukkan gejala (OTG) atau asimtomatik. Tetapi bila anak muda tersebut bertemu dengan orang yang berusia tua, usia yang rentan apalagi dengan orang yang memiliki komorbid maka apabila terjadi penularan, bisa berakibat fatal.

Baca Juga :  Polsek Pontianak Selatan Bekuk Komplotan Pencuri Sepeda Motor

“Maka yang tertular ini akan menderita Covid-19 dengan kondisi penyakit yang berat sehingga butuh perawatan khusus di RS, butuh alat bantuan pernafasan,” tegasnya.

Ia mengatakan bila masyarakat tidak kunjung sadar dan tidak terus berdisiplin menjaga agar tidak tertular dari Covid-19, maka penularan akan terus berlangsung yang meyebabkan peningkatan kasus yang dirawat di RS.

“Percayalah nanti kalau masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan maka rumah sakit- rumah sakit kita akan penuh yang menyebabkan pelayanan perawatan terhadap pasien Covid-19 menjadi tidak optimal yang disebabkan oleh tidak seimbangnya antara pasien yang dirawat dengan jumlah dokter atau tenaga kesehatan yang merawat,” ujarnya.

Harisson menambahlan jika RS sudah penuh, maka akan ada pasien yang dirawat di koridor-koridor dan hal itu tentu menjadi hal yang tak diinginkan. “Nantinya perawatan yang melebihi kapasitas tempat tidur RS akan menyebabkan kualitas layanan tidak optimal dan ini berarti pasien tidak dapat terlayani dengan baik,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, saat ini terus terjadi peningkatan pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit (RS). Bahkan di gedung isolasi terpadu RSUD Soedarso, Pontianak seluruh lantai mulai dari lantai satu sampai tiga sudah terisi penuh.

Seperti diketahui gedung isolasi tiga lantai itu memiliki kapasitas 108 tempat tidur. Selain itu ruangan isolasi yang memiliki fasilitas peralatan non infasive ventilator dan alat ventilator juga hampir penuh.

“Saat ini RSUD Soedarso sedang menyiapkan beberapa ruangan tambahan dan alat ventilator tambahan untuk merawat pasien Covid-19,” ujarnya, Sabtu (10/10).

Ia menegaskan bahwa sekarang ini terjadi kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 yang dirawat di RS. Kecenderungan kasus Covid-19 yang dirawat ini merupakan kasus-kasus dengan gejala sedang sampai berat. Dimana pasien memerlukan alat bantu pernafasan untuk menyuplai oksigen ke dalam paru-paru yaitu non infasive ventilator maupun ventilator.

“Soedarso sudah menambah lima ventilator untuk merawat pasien Covid-19. Sedangkan untuk menjaga ketersediaan ruangan isolasi Covid-19 RSUD Soedarso akan menambah kapasitas ruangan untuk pasien yang dirawat dengan kasus Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengurus Masjid Siapkan Banyak Tempat Cuci Tangan

Ia mengimbau masyarakat untuk segera sadar dan terus waspada bahwa saat ini telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat yang dirawat di RSUD Soedarso. Bahkan cenderung pasien-pasien tersebut bisa menjadi fatal atau menyebabkan kematian. Kasus kasus berat dan bahkan fatal adalah kasus yang terjadi pada pasien dengan komorbid seperti penyakit diabetes atau kencing manis, penyakit jantung, penyakit ginjal, hipertensi yang tidak terkontrol serta asma dan lain sebagainya.

“Penyakit komorbid ini berisiko dan dapat menyebabkan kematian pada pasien yang tertular Covid-19. Bisa menjadi fatal dan dapat menyebabkan kematian,” tegasnya.

Ia mengatakan mungkin saja pada anak muda atau dewasa tanpa komorbid yang tertular Covid-19 atau telah dinyatakan positif tidak menunjukkan gejala (OTG) atau asimtomatik. Tetapi bila anak muda tersebut bertemu dengan orang yang berusia tua, usia yang rentan apalagi dengan orang yang memiliki komorbid maka apabila terjadi penularan, bisa berakibat fatal.

Baca Juga :  Masa Pandemi, Beri Keringanan Iuran Kuliah Mahasiswa

“Maka yang tertular ini akan menderita Covid-19 dengan kondisi penyakit yang berat sehingga butuh perawatan khusus di RS, butuh alat bantuan pernafasan,” tegasnya.

Ia mengatakan bila masyarakat tidak kunjung sadar dan tidak terus berdisiplin menjaga agar tidak tertular dari Covid-19, maka penularan akan terus berlangsung yang meyebabkan peningkatan kasus yang dirawat di RS.

“Percayalah nanti kalau masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan maka rumah sakit- rumah sakit kita akan penuh yang menyebabkan pelayanan perawatan terhadap pasien Covid-19 menjadi tidak optimal yang disebabkan oleh tidak seimbangnya antara pasien yang dirawat dengan jumlah dokter atau tenaga kesehatan yang merawat,” ujarnya.

Harisson menambahlan jika RS sudah penuh, maka akan ada pasien yang dirawat di koridor-koridor dan hal itu tentu menjadi hal yang tak diinginkan. “Nantinya perawatan yang melebihi kapasitas tempat tidur RS akan menyebabkan kualitas layanan tidak optimal dan ini berarti pasien tidak dapat terlayani dengan baik,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/