alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

MA Jatuhkan Pidana 10 Bulan Penjara pada Kasus Penggelapan Uang Perusahaan PT MAP

PONTIANAK – Kasus dugaan penggelapan uang perusahaan PT. Metalindo Adi Perkasa (PT. MAP) oleh Herman Kora, komisaris perusahaan tersebut, akhirnya menemui titik terang. Mahkamah Agung RI menjatuhkan pidana kurungan penjara selama 10 bulan kepada Herman Kora, yang sebelumnya oleh Pengadilan Negeri Tangerang diputus bebas.

Informasi tersebut diungkapkan YS. Parsiholan, penasihat hukum Johan Kosasi, direktur PT. Metalindo Adi Perkasa (PT. MAP), sekaligus pelapor atas kasus penggelapan uang perusahaan yang dilakukan komisarisnya tersebut. Dikatakan Parsiholan, kasus ini berawal dari laporan kliennya, Johan Kosasi terhadap Herman Kora, di Polsek Teluk Naga Tangerang, terkait perbuatan ‘Penggelapan dalam jabatan’ sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP.

“Klien kami selaku Direktur PT. Metalindo Adi Perkasa melaporkan komisaris perusahaan karena diduga melakukan penggelapan uang perusahaan,” kata Parsiholan, kepada Pontianak Post, kemarin. Atas laporan tersebut, kata Parsiholan, kasus itu kemudian diadili di PN Tangerang dengan Perkara register nomor Nomor 1773/Pid.B/2020 PN Tangerang.

Baca Juga :  Pastikan Kehadiran Erick Thohir

“Selama proses persidangan, yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan, dan pada tanggal 25 Februari 2021 Majelis Hakim PN Tangerang melalui Putusan PN Tangerang Nomor 1773/Pid.B/2020 PN Tangerang memberikan putusan bebas bagi terdakwa,” bebernya.

Terhadap putusan Majelis Hakim PN tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Tengerang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan Kasasi tersebut, Mahkamah Agung membatalkan Putusan PN Tangerang Nomor 1773/Pid.B/2020 PN.Tng, pada 3 Agustus 2021 dan menjatuhkan pidana kurungan penjara selama 10 bulan terhadap terpidana, Herman Kora.

“Dengan adanya putusan Mahkamah Agung tersebut, perkara sudah berkekuatan hukum yang tetap, dan terhadap Herman Kora, harusnya menjalani hukuman pidana selama 10 bulan penjara sesuai putusan kasasi Mahkamah Agung sebagaimana pasal 374 KUHP,” jelasnya.

Namun, lanjut Parsiholan, sampai adanya putusan Mahkamah Agung tersebut, terpidana Herman Kora, tidak diketahui keberadaannya. Bahkan, jaksa pada Kejaksaan Negeri Tangerang, menurut dia, belum berhasil mengeksekusi Herman Kora.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Wanita Pemilik Sabu di Jalan Tanjung Raya 2

“Sejauh ini, Jaksa telah melayangkan surat panggilan kedua ke alamat yang bersangkutan. Tapi yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut,” katanya.

Menurut Parsiholan, Herman Kora diketahui memiliki dua alamat, salah satunya di Jalan Palapa IIIB, Nomor E12, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan. “Ada dua alamat. Satunya di Tangerang, dan satunya lagi di Pontianak,” katanya.

Untuk itu, ia menyarankan agar Herman Kora menyerahkan diri secara sukarela untuk menjalani hukuman pidananya. Selain itu, karena stastusnya tersebut, maka diimbau dia kepada siapapun untuk tidak membantu menyembunyikan keberadaan terpidana Herman Kora.

“Kepada Herman Kora, sebaiknya menyerahkan diri. Dan kepada siapapun untuk tidak membantu menyembunyikan keberadaannya, karena dapat diancaman pidana pasal 221 ayat (1) KUHP meyembunyikan orang pelaku kejahatan,” pungkasnya. (arf)

PONTIANAK – Kasus dugaan penggelapan uang perusahaan PT. Metalindo Adi Perkasa (PT. MAP) oleh Herman Kora, komisaris perusahaan tersebut, akhirnya menemui titik terang. Mahkamah Agung RI menjatuhkan pidana kurungan penjara selama 10 bulan kepada Herman Kora, yang sebelumnya oleh Pengadilan Negeri Tangerang diputus bebas.

Informasi tersebut diungkapkan YS. Parsiholan, penasihat hukum Johan Kosasi, direktur PT. Metalindo Adi Perkasa (PT. MAP), sekaligus pelapor atas kasus penggelapan uang perusahaan yang dilakukan komisarisnya tersebut. Dikatakan Parsiholan, kasus ini berawal dari laporan kliennya, Johan Kosasi terhadap Herman Kora, di Polsek Teluk Naga Tangerang, terkait perbuatan ‘Penggelapan dalam jabatan’ sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP.

“Klien kami selaku Direktur PT. Metalindo Adi Perkasa melaporkan komisaris perusahaan karena diduga melakukan penggelapan uang perusahaan,” kata Parsiholan, kepada Pontianak Post, kemarin. Atas laporan tersebut, kata Parsiholan, kasus itu kemudian diadili di PN Tangerang dengan Perkara register nomor Nomor 1773/Pid.B/2020 PN Tangerang.

Baca Juga :  Kontingen Peparnas Kalbar Kumpulkan 8 Medali, 4 Medali Emas Dari Cabor Renang

“Selama proses persidangan, yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan, dan pada tanggal 25 Februari 2021 Majelis Hakim PN Tangerang melalui Putusan PN Tangerang Nomor 1773/Pid.B/2020 PN Tangerang memberikan putusan bebas bagi terdakwa,” bebernya.

Terhadap putusan Majelis Hakim PN tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Tengerang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan Kasasi tersebut, Mahkamah Agung membatalkan Putusan PN Tangerang Nomor 1773/Pid.B/2020 PN.Tng, pada 3 Agustus 2021 dan menjatuhkan pidana kurungan penjara selama 10 bulan terhadap terpidana, Herman Kora.

“Dengan adanya putusan Mahkamah Agung tersebut, perkara sudah berkekuatan hukum yang tetap, dan terhadap Herman Kora, harusnya menjalani hukuman pidana selama 10 bulan penjara sesuai putusan kasasi Mahkamah Agung sebagaimana pasal 374 KUHP,” jelasnya.

Namun, lanjut Parsiholan, sampai adanya putusan Mahkamah Agung tersebut, terpidana Herman Kora, tidak diketahui keberadaannya. Bahkan, jaksa pada Kejaksaan Negeri Tangerang, menurut dia, belum berhasil mengeksekusi Herman Kora.

Baca Juga :  POM Meriahkan HUT Kota ke-250, Dukung Pontianak Sebagai Kota Pariwisata

“Sejauh ini, Jaksa telah melayangkan surat panggilan kedua ke alamat yang bersangkutan. Tapi yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut,” katanya.

Menurut Parsiholan, Herman Kora diketahui memiliki dua alamat, salah satunya di Jalan Palapa IIIB, Nomor E12, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan. “Ada dua alamat. Satunya di Tangerang, dan satunya lagi di Pontianak,” katanya.

Untuk itu, ia menyarankan agar Herman Kora menyerahkan diri secara sukarela untuk menjalani hukuman pidananya. Selain itu, karena stastusnya tersebut, maka diimbau dia kepada siapapun untuk tidak membantu menyembunyikan keberadaan terpidana Herman Kora.

“Kepada Herman Kora, sebaiknya menyerahkan diri. Dan kepada siapapun untuk tidak membantu menyembunyikan keberadaannya, karena dapat diancaman pidana pasal 221 ayat (1) KUHP meyembunyikan orang pelaku kejahatan,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/