alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Apindo Kalbar Minta Masyarakat Jaga Perilaku Kelompok Agar Kasus Covid-19 Tidak Naik Lagi

PONTIANAK – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya mengatakan perlu menjaga perilaku kelompok untuk memastikan kasus Covid-19 tidak kembali naik.

Acui menyampaikan itu terkait dengan perilaku masyarakat yang sudah terbiasa situasi dan kondisi pandemi. Masyarakat saat ini mulai berkunjung ke tempat-tempat wisata.

“Artinya sudah ada penyesuaian dan menjaga perilaku kelompok,” kata Acui di Pontianak, kemarin.

Ia mencontohkan ketika masyarakat mengunjungi berbagai tempat wisata di Kalimantan Barat. Orang-orang yang ikut adalah yang sering berinteraksi bersama.

“Jadi tahu kondisinya. Seperti sudah divaksin. Jika pernah terkena Covid tapi kemudian sembuh, sehingga diketahui kondisinya,” jelas Acui.

Menurutnya mengenai gelombang ketiga merupakan analisa ahli sekaligus untuk kesiapan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan terkait pandemi.

Baca Juga :  Jadi Orang Tua Asuh Mangrove ala Desa Sungai Kupah

“Ketakutan itu hanya pada ahli dan pembuat kebijakan karena kekhawatiran pada masyarakat tidak seperti sebelumnya dan sudah ada penyesuaian,” ujar dia.

Ia melanjutkan pemerintah semestinya meyakini keefektifan vaksin dua kali. Masyarakat yang sudah divaksin terlihat pada aplikasi peduli lindungi.

“Penyesuaian-penyesuaian tetap dilakukan. Kehidupan itu bergerak maju dan tidak mundur. Ke depan semakin terbiasa dan lebih gesit menghadai situasi pandemi,” pungkasnya. (mse)

PONTIANAK – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya mengatakan perlu menjaga perilaku kelompok untuk memastikan kasus Covid-19 tidak kembali naik.

Acui menyampaikan itu terkait dengan perilaku masyarakat yang sudah terbiasa situasi dan kondisi pandemi. Masyarakat saat ini mulai berkunjung ke tempat-tempat wisata.

“Artinya sudah ada penyesuaian dan menjaga perilaku kelompok,” kata Acui di Pontianak, kemarin.

Ia mencontohkan ketika masyarakat mengunjungi berbagai tempat wisata di Kalimantan Barat. Orang-orang yang ikut adalah yang sering berinteraksi bersama.

“Jadi tahu kondisinya. Seperti sudah divaksin. Jika pernah terkena Covid tapi kemudian sembuh, sehingga diketahui kondisinya,” jelas Acui.

Menurutnya mengenai gelombang ketiga merupakan analisa ahli sekaligus untuk kesiapan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan terkait pandemi.

Baca Juga :  Pemprov Buka 1.119 Formasi untuk P3K dan ASN

“Ketakutan itu hanya pada ahli dan pembuat kebijakan karena kekhawatiran pada masyarakat tidak seperti sebelumnya dan sudah ada penyesuaian,” ujar dia.

Ia melanjutkan pemerintah semestinya meyakini keefektifan vaksin dua kali. Masyarakat yang sudah divaksin terlihat pada aplikasi peduli lindungi.

“Penyesuaian-penyesuaian tetap dilakukan. Kehidupan itu bergerak maju dan tidak mundur. Ke depan semakin terbiasa dan lebih gesit menghadai situasi pandemi,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/