alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Rela Berburu Demi Koleksi Diecast Custom

Ada banyak hal yang menjadi hobi seseorang. Termasuk mengoleksi diecast custom. Inilah yang dilakukan Faskalis Thomas. Mengoleksi diecast custom serasa memiliki mobil sungguhan.

RAMSES TOBING, Pontianak

DIECAST costum berbagai varian mewarnai meja kerja Thomas. Ada juga diecast costum yang disimpannya di rumah. Namun dari koleksi yang dimiliki Thomas tak semuanya sudah dibuka dari bungkusan. Sebagian lainnya tetap terbungkus rapi dan disimpannya di kotak plastik.

Thomas mulai mengkoleksi sejak dua tahun terakhir, meskipun kesenangannya akan mobil-mobilan sudah sejak kecil. Berawal dari ajakan teman, satu persatu variasi diecast costum dibelinya.

Koleksi pertama yang dimilikinya jenis Rubicon. Saat ini varian yang dimilikinya beragam. seperti VW, BMW, Forza, truk dan pesawat. Sedangkan untuk versi truk seperti Wrangler, Jepp, Ford, dan Land lover, jumlahnya sudah mencapai 500 buah.

“Saya paling senang dengan koleksi jenis VW dan jumlahnya sekitar 150,” kata Thomas di Pontianak, kemarin.

Bagi pehobi, satu hal yang pasti dilakukan Thomas adalah berburu diecast costum ke retail modern untuk menambah koleksi. Dari satu retail modern ke retail yang lainnya, hanya demi mendapatkan koleksi terbaru.

Baca Juga :  Tungau Sarcoptes Scabei Ditularkan Antarwarga

Untuk berburu tak harus ke retail modern. Terkadang ia juga memantau di media sosial. Biasanya para pehobi akan melelang diecast costum mereka. Untuk harga jangan ditanya sudah pasti mahal, lantaran yang dilelang biasanya adalah koleksi unik dan langka.

Jika demikian Thomas harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Pernah dalam sekali berburu ia menghabiskan uang senilai Rp1,5 juta. Bahkan ia pernah membeli satu diecast costum seharga Rp300 ribu. “Ya karena ini hobi, cuma dipikir-pikir lagi banyak juga mengeluarkan uang untuk beli koleksi,” kata pria berusia 30 tahun ini.

Bagaimana dengan orangtua? Diakuinya orangtua kerap bertanya dengan hobinya itu. Apalagi pernah sekali berburu menghabiskan uang senilai Rp1,5 juta. “Ya orangtua mengerti juga, karena dari kecil hobi mengkoleksi mobil-mobilan. Sejauh ini tidak mengganggu penghasilan karena sudah disisihkan dan jika ada uang lebih untuk berburu,” kata dia.

Meski demikian Thomas tak mau sembarangan berburu diecast costum di dunia maya. Meski bermodalkan saling percaya, untuk berburu diecast costum di dunia maya dilakukannya setelah mendapat rekomendasi dari sesama pehobi.

Baca Juga :  Pertamina Resmikan Dua Pertashop Perdana di Kalbar

Tak semua dari koleksi Thomas itu beli. Ada juga yang saling tukar dengan sesama penghobi. Tak hanya sesama penghobi di tingkat lokal saja tapi juga dari luar. Alasan tukaran koleksi itu karena unik atau sama-sama belum memiliki varian yang diinginkan.

Saking hobinya, saat bertugas keluar kota, Thomas rela mampir ke retail modern ke retail lainnya demi menambah koleksi. Jika ada, jangan ditanya sudah pasti dibelinya. Hanya saja untuk saat ini berburu diecast costum cukup sulit, lantaran penghobi yang terus ditambah.

Bagi Thomas mengkoleksi diecast costum memiliki kepuasan tersendiri. Mobil-mobilan mini yang sama persis dengan mobil sungguhan. Bedanya hanya pada ukuran mobil. Jika mobil sungguhan bisa dikendarai, sementara diecast custom hanya bisa menjadi pajangan untuk menghilangkan penat dari pekerjaan.

“Cukup dengan koleksi saja sudah senang dan seakan-akan memiliki mobil sungguhan. Kalau sudah begitu pikiran segar lagi,” ungkap Thomas. (*)

Ada banyak hal yang menjadi hobi seseorang. Termasuk mengoleksi diecast custom. Inilah yang dilakukan Faskalis Thomas. Mengoleksi diecast custom serasa memiliki mobil sungguhan.

RAMSES TOBING, Pontianak

DIECAST costum berbagai varian mewarnai meja kerja Thomas. Ada juga diecast costum yang disimpannya di rumah. Namun dari koleksi yang dimiliki Thomas tak semuanya sudah dibuka dari bungkusan. Sebagian lainnya tetap terbungkus rapi dan disimpannya di kotak plastik.

Thomas mulai mengkoleksi sejak dua tahun terakhir, meskipun kesenangannya akan mobil-mobilan sudah sejak kecil. Berawal dari ajakan teman, satu persatu variasi diecast costum dibelinya.

Koleksi pertama yang dimilikinya jenis Rubicon. Saat ini varian yang dimilikinya beragam. seperti VW, BMW, Forza, truk dan pesawat. Sedangkan untuk versi truk seperti Wrangler, Jepp, Ford, dan Land lover, jumlahnya sudah mencapai 500 buah.

“Saya paling senang dengan koleksi jenis VW dan jumlahnya sekitar 150,” kata Thomas di Pontianak, kemarin.

Bagi pehobi, satu hal yang pasti dilakukan Thomas adalah berburu diecast costum ke retail modern untuk menambah koleksi. Dari satu retail modern ke retail yang lainnya, hanya demi mendapatkan koleksi terbaru.

Baca Juga :  Pertamina Resmikan Dua Pertashop Perdana di Kalbar

Untuk berburu tak harus ke retail modern. Terkadang ia juga memantau di media sosial. Biasanya para pehobi akan melelang diecast costum mereka. Untuk harga jangan ditanya sudah pasti mahal, lantaran yang dilelang biasanya adalah koleksi unik dan langka.

Jika demikian Thomas harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Pernah dalam sekali berburu ia menghabiskan uang senilai Rp1,5 juta. Bahkan ia pernah membeli satu diecast costum seharga Rp300 ribu. “Ya karena ini hobi, cuma dipikir-pikir lagi banyak juga mengeluarkan uang untuk beli koleksi,” kata pria berusia 30 tahun ini.

Bagaimana dengan orangtua? Diakuinya orangtua kerap bertanya dengan hobinya itu. Apalagi pernah sekali berburu menghabiskan uang senilai Rp1,5 juta. “Ya orangtua mengerti juga, karena dari kecil hobi mengkoleksi mobil-mobilan. Sejauh ini tidak mengganggu penghasilan karena sudah disisihkan dan jika ada uang lebih untuk berburu,” kata dia.

Meski demikian Thomas tak mau sembarangan berburu diecast costum di dunia maya. Meski bermodalkan saling percaya, untuk berburu diecast costum di dunia maya dilakukannya setelah mendapat rekomendasi dari sesama pehobi.

Baca Juga :  Pelatihan Menulis Kreatif dan Kreasi Konten Media Sosial

Tak semua dari koleksi Thomas itu beli. Ada juga yang saling tukar dengan sesama penghobi. Tak hanya sesama penghobi di tingkat lokal saja tapi juga dari luar. Alasan tukaran koleksi itu karena unik atau sama-sama belum memiliki varian yang diinginkan.

Saking hobinya, saat bertugas keluar kota, Thomas rela mampir ke retail modern ke retail lainnya demi menambah koleksi. Jika ada, jangan ditanya sudah pasti dibelinya. Hanya saja untuk saat ini berburu diecast costum cukup sulit, lantaran penghobi yang terus ditambah.

Bagi Thomas mengkoleksi diecast costum memiliki kepuasan tersendiri. Mobil-mobilan mini yang sama persis dengan mobil sungguhan. Bedanya hanya pada ukuran mobil. Jika mobil sungguhan bisa dikendarai, sementara diecast custom hanya bisa menjadi pajangan untuk menghilangkan penat dari pekerjaan.

“Cukup dengan koleksi saja sudah senang dan seakan-akan memiliki mobil sungguhan. Kalau sudah begitu pikiran segar lagi,” ungkap Thomas. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/