alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Kukerja Fasilitasi Pemberi dan Pencari Kerja

PONTIANAK – Mencari pekerjaan kini tidak sulit lagi. Begitu pula bagi para pemberi kerja, jauh lebih mudah. Pasalnya kini sudah ada aplikasi yang menghubungkan para pencari dan pemberi kerja. Salah satunya adalah aplikasi Kukerja, startup dari Kalimantan Barat (Kalbar).

Aprianto, Founder & CEO Kukerja mengatakan, aplikasi ini lahir guna memperluas akses lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja, sekaligus menjawab persoalan mereka dalam mencari kerja. “Kami melihat banyak pengangguran yang sulit mencari kerja. Kami cari tahu apa sebenarnya kesulitan mereka itu,” ungkap dia, saat kegiatan Official Lunch, Sabtu (9/1).

Menurutnya, masih banyak lowongan pekerjaan yang penerimaannya dilakukan secara manual, sehingga proses kurang efektif dan efesien. Mulai dari menulis lamaran, mengantar lamaran ke lokasi sesuai jam operasional, menunggu kabar lamaran tanpa kepastian, hingga biaya yang dikeluarkan untuk melamar pekerjaan. Aplikasi ini, kata dia,  memungkinkan lamaran kerja dilakukan lewat genggaman, dan dengan beragam fasilitas yang memudahkan.

Baca Juga :  Satarudin Siap Jadi Orang Pertama Pontianak Divaksin

“Dengan aplikasi ini, membuat Curriculum Vitae online tanpa kertas, melamar secara online tanpa perlu ke lokasi, cek status lamaran secara real time, serta bebas biaya apapun cukup dengan kuota internet,” jelas dia.

Aplikasi yang baru diluncurkan itu, kini telah 2000 pekerja terdaftar, yang mana, 70 di antaranya telah memperoleh pekerjaan lewat aplikasi ini. Aprianto mengatakan, Kota Pontianak menjadi kota pertama yang difasilitasi oleh perusahaan rintisan ini. Dalam waktu dekat, aplikasi ini akan berekspansi ke berbagai kota lain di tanah air.

“Di tahun 2021 ini, kami targetkan ada 500 ribu pengguna aktif, dengan 30 ribu lowongan kerja. Kami ingin ekspansi ke 20 kota,” tutur dia.

Baca Juga :  KSBSI Gelar Rapat Musyawarah Siap Berikan Advokasi untuk Buruh

Meski menarget ribuan penyedia pekerjaan yang tersedia di aplikasi, namun pihaknya akan mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap penyedia kerja tersebut. Perusahaan atau usaha pencari tenaga kerja, kata dia, harus memiliki kejelasan usaha agar tidak merugikan pihak pencari kerja.

“Kami berkomitmen untuk tidak merugikan pihak manapun,” pungkas dia (sti)

PONTIANAK – Mencari pekerjaan kini tidak sulit lagi. Begitu pula bagi para pemberi kerja, jauh lebih mudah. Pasalnya kini sudah ada aplikasi yang menghubungkan para pencari dan pemberi kerja. Salah satunya adalah aplikasi Kukerja, startup dari Kalimantan Barat (Kalbar).

Aprianto, Founder & CEO Kukerja mengatakan, aplikasi ini lahir guna memperluas akses lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja, sekaligus menjawab persoalan mereka dalam mencari kerja. “Kami melihat banyak pengangguran yang sulit mencari kerja. Kami cari tahu apa sebenarnya kesulitan mereka itu,” ungkap dia, saat kegiatan Official Lunch, Sabtu (9/1).

Menurutnya, masih banyak lowongan pekerjaan yang penerimaannya dilakukan secara manual, sehingga proses kurang efektif dan efesien. Mulai dari menulis lamaran, mengantar lamaran ke lokasi sesuai jam operasional, menunggu kabar lamaran tanpa kepastian, hingga biaya yang dikeluarkan untuk melamar pekerjaan. Aplikasi ini, kata dia,  memungkinkan lamaran kerja dilakukan lewat genggaman, dan dengan beragam fasilitas yang memudahkan.

Baca Juga :  Sembilan Hari Mengungsi di Kebun Karet, Warga Kekurangan Lauk dan Bumbu Masak

“Dengan aplikasi ini, membuat Curriculum Vitae online tanpa kertas, melamar secara online tanpa perlu ke lokasi, cek status lamaran secara real time, serta bebas biaya apapun cukup dengan kuota internet,” jelas dia.

Aplikasi yang baru diluncurkan itu, kini telah 2000 pekerja terdaftar, yang mana, 70 di antaranya telah memperoleh pekerjaan lewat aplikasi ini. Aprianto mengatakan, Kota Pontianak menjadi kota pertama yang difasilitasi oleh perusahaan rintisan ini. Dalam waktu dekat, aplikasi ini akan berekspansi ke berbagai kota lain di tanah air.

“Di tahun 2021 ini, kami targetkan ada 500 ribu pengguna aktif, dengan 30 ribu lowongan kerja. Kami ingin ekspansi ke 20 kota,” tutur dia.

Baca Juga :  Satarudin Siap Jadi Orang Pertama Pontianak Divaksin

Meski menarget ribuan penyedia pekerjaan yang tersedia di aplikasi, namun pihaknya akan mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap penyedia kerja tersebut. Perusahaan atau usaha pencari tenaga kerja, kata dia, harus memiliki kejelasan usaha agar tidak merugikan pihak pencari kerja.

“Kami berkomitmen untuk tidak merugikan pihak manapun,” pungkas dia (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/