alexametrics
28 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Midji Kecewa Kinerja Bappeda Kalbar

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyebut jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalbar berisi orang-orang yang tidak optimis dalam bekerja. Kritikan itu ia sampaikan saat membahas tentang capaian dan target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalbar.

Dalam forum Konsultasi Publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023, Kamis (10/2), Midji sapaan karibnya, membahas beberapa data capain dan target. Termasuk soal nilai IKLH Kalbar.

Sebelum menyampaikan hal tersebut dirinya terlebih dahulu meminta maaf kepada Kepala Bappeda Kalbar Sukaliman. Bahwa nilai IKLH yang ditetapkan tersebut harus diperiksa kembali. Sebab dari data yang disusun Bappeda, dari capaian IKLH tahun 2021, justru ditargetkan menurun di tahun 2022.

Turunnya angka tersebut menurutnya tak masuk nalar. Karena yang namanya target seharusnya selalu harus ditingkatkan. “Pas tidak, angkanya sih pas, cuma nalarnya, itu capaiannya makin tinggi atau makin rendah yang baik? Nah kita sudah sampai 73, kenapa di 2022 turun lagi dan berikutnya turun lagi,” ungkapnya.

Midji menyebut sengaja membuka data yang dianggapnya keliru itu di depan forum. “Artinya apa, Bappeda bekerja berisi orang-orang yang tidak optimis,” tambahnya.

Baca Juga :  Nasdem Kerahkan Kekuatan Semprot Disinfektan Massal

Melihat data yang disusun itu lanjut dia, boro-boro ditingkatkan, capaian IKLH yang sudah diperoleh seolah tak mampu dipertahankan. Midji menyebut sehebat apapun hal yang terjadi, terkecuali memang dunia sudah kiamat, maka capaian tentang IKLH tak mungkin turun sampai satu poin dari tahun sebelumnya.

“Seberapa hebat, kalaupun terjadi kerusakan (lingkungan), seberapa hebatlah orang melakukan itu (kerusakan), apa tidak ada tindakan hukum? Itu (data) yang perlu diperhatikan,” pesannya.

Dalam kesempatan itu Midji juga sempat membahas tentang kondisi ekonomi Kalbar. Ia memperkirakan di tahun 2023 ekonomi masih bisa tumbuh dengan baik. “Kita (ekonomi) masih aman, dalam artian, ekspor impor, kemudian pendapatan asli daerah (PAD) dan lain sebagainya itu masih aman,” katanya.

Ia berharap untuk 2022 ini saja, capaian PAD dan realisasi belanja bisa semakin membaik. Terbukti dari rilis yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), capaian pendapatan Kalbar tahun 2021 sudah berada di urutan ke-10 nasional. Artinya sudah lebih baik dari 24 provinsi di urutan bawahnya.

Sementara dari sisi belanja, Kalbar sudah berada di urutan ke-15. “Sebetulnya capaian kita (Kalbar) itu karena kita membuat hitungan-hitungan target mendekati potensi. Kita bisa saja buat pendapatan kita itu menjadi 150 persen bahkan urutan pertama (nasional), tapi kita buat pendapatan di anggaran itu jauh dari potensi, itu bisa,” paparnya.

Baca Juga :  Pemberian Imunisasi ORI untuk Kasus Difteri

Midji mencontohkan, semisal potensinya ada 100, maka bisa saja target yang dipatok hanya di angka 80. Sehingga jika capaiannya bisa mencapai angka 95 saja, itu artinya sudah sangat luar biasa.

“Tapi itu (namanya) bukan kerja. Saya selalu menghitung realisasi itu, target selalu di atas 95 persen dari potensi. Kalau saya mau tampilan pencitraan, saya buat saja 80, pasti nomor satu kita (se-Indonesia),” terangnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu bersykur sejak dirinya bersama Wagub Ria Norsan menjabat di tahun 2018, pendapatan Kalbar terus mengalami peningkatan. Data tahun lalu misalnya, angka PAD kata dia, sudah mencapai sekitar Rp800 miliar.

Sehingga di tahun 2022 dalam APBD Kalbar, nilai PAD sudah lebih tinggi dari nilai transfer pusat. “Ini sudah bagus dan saya yakin realisasinya lebih dari itu,” pungkasnya. (bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyebut jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalbar berisi orang-orang yang tidak optimis dalam bekerja. Kritikan itu ia sampaikan saat membahas tentang capaian dan target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalbar.

Dalam forum Konsultasi Publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023, Kamis (10/2), Midji sapaan karibnya, membahas beberapa data capain dan target. Termasuk soal nilai IKLH Kalbar.

Sebelum menyampaikan hal tersebut dirinya terlebih dahulu meminta maaf kepada Kepala Bappeda Kalbar Sukaliman. Bahwa nilai IKLH yang ditetapkan tersebut harus diperiksa kembali. Sebab dari data yang disusun Bappeda, dari capaian IKLH tahun 2021, justru ditargetkan menurun di tahun 2022.

Turunnya angka tersebut menurutnya tak masuk nalar. Karena yang namanya target seharusnya selalu harus ditingkatkan. “Pas tidak, angkanya sih pas, cuma nalarnya, itu capaiannya makin tinggi atau makin rendah yang baik? Nah kita sudah sampai 73, kenapa di 2022 turun lagi dan berikutnya turun lagi,” ungkapnya.

Midji menyebut sengaja membuka data yang dianggapnya keliru itu di depan forum. “Artinya apa, Bappeda bekerja berisi orang-orang yang tidak optimis,” tambahnya.

Baca Juga :  Midji Minta KPK Evaluasi Tambang dan Tindak Jika Ada yang Bermasalah

Melihat data yang disusun itu lanjut dia, boro-boro ditingkatkan, capaian IKLH yang sudah diperoleh seolah tak mampu dipertahankan. Midji menyebut sehebat apapun hal yang terjadi, terkecuali memang dunia sudah kiamat, maka capaian tentang IKLH tak mungkin turun sampai satu poin dari tahun sebelumnya.

“Seberapa hebat, kalaupun terjadi kerusakan (lingkungan), seberapa hebatlah orang melakukan itu (kerusakan), apa tidak ada tindakan hukum? Itu (data) yang perlu diperhatikan,” pesannya.

Dalam kesempatan itu Midji juga sempat membahas tentang kondisi ekonomi Kalbar. Ia memperkirakan di tahun 2023 ekonomi masih bisa tumbuh dengan baik. “Kita (ekonomi) masih aman, dalam artian, ekspor impor, kemudian pendapatan asli daerah (PAD) dan lain sebagainya itu masih aman,” katanya.

Ia berharap untuk 2022 ini saja, capaian PAD dan realisasi belanja bisa semakin membaik. Terbukti dari rilis yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), capaian pendapatan Kalbar tahun 2021 sudah berada di urutan ke-10 nasional. Artinya sudah lebih baik dari 24 provinsi di urutan bawahnya.

Sementara dari sisi belanja, Kalbar sudah berada di urutan ke-15. “Sebetulnya capaian kita (Kalbar) itu karena kita membuat hitungan-hitungan target mendekati potensi. Kita bisa saja buat pendapatan kita itu menjadi 150 persen bahkan urutan pertama (nasional), tapi kita buat pendapatan di anggaran itu jauh dari potensi, itu bisa,” paparnya.

Baca Juga :  Soedarso Pasang Tenda Triase, Dirut RSUD: Masyarakat Jangan Panik

Midji mencontohkan, semisal potensinya ada 100, maka bisa saja target yang dipatok hanya di angka 80. Sehingga jika capaiannya bisa mencapai angka 95 saja, itu artinya sudah sangat luar biasa.

“Tapi itu (namanya) bukan kerja. Saya selalu menghitung realisasi itu, target selalu di atas 95 persen dari potensi. Kalau saya mau tampilan pencitraan, saya buat saja 80, pasti nomor satu kita (se-Indonesia),” terangnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu bersykur sejak dirinya bersama Wagub Ria Norsan menjabat di tahun 2018, pendapatan Kalbar terus mengalami peningkatan. Data tahun lalu misalnya, angka PAD kata dia, sudah mencapai sekitar Rp800 miliar.

Sehingga di tahun 2022 dalam APBD Kalbar, nilai PAD sudah lebih tinggi dari nilai transfer pusat. “Ini sudah bagus dan saya yakin realisasinya lebih dari itu,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/