alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

RS Untan Jadi Lab Uji Swab dan PCR Covid-19, Terganjal Kebutuhan Reagen

PONTIANAK- Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meninjau kesiapan laboratorium pemeriksaan Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) termasuk uji swab di Rumah Sakit (RS) Universitas Tanjungpura (Untan), Sabtu (11/4). Keberadaan lab ini dinilai penting guna mengetahui secara cepat status pasien terkonfirmasi (positif) ataukah negatif Covid-19.

Fasilitas di sana menurutnya sudah sangat siap mulai dari ruangan, peralatan hingga tim ahli atau Sumber Daya Manusia (SDM) untuk operasional. “Ahlinya sudah ada dua orang, salah satunya dokter Firhan, kita sudah siap semua,” ungkapnya usai meninjau lokasi.

Dari penjelasan pihak lab menurutnya di sana dapat dilakukan pemeriksaan swab dengan PCR untuk 100 sampel per hari. Hanya saja untuk operasional lab tersebut masih terganjal satu masalah, yakni reagen atau kit yang sampai saat ini sulit didapat.

Baca Juga :  Lomba Senam Jepin Upaya Pelestarian Seni dan Budaya

“Saya berupaya untuk mendapatkannya ke Kemenkes RI, melalui BNPB RI dan melalui para distributor lainnya, tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan itu,” ujarnya.

Seandainya kebutuhan reagen bisa terpenuhi dan bisa dilakukan uji swab yang akurat, ia yakin Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang beberapa kasus sudah meninggal dunia baru hasil lab-nya keluar, bisa lebih cepat diketahui. Dengan demikian PDP yang meninggal dunia, jika memang tidak terpapar Covid-19, akan lebih mudah menjalankan pemulasaran jenazahnya hingga pemakaman.

“Artinya masyarakat bisa lega dan tempat pemakamannya pun bisa di pemakaman umum biasa,” terangnya.

Sementara jika yang meninggal dunia adalah pasien yang terkonfirmasi Covid-19, ia memastikan juga sudah diperlakukan dengan baik sesuai prosedur. Midji sapaan akrabnya meyakinkan jangan ada kekhawatiran masyarakat ketika pasien tersebut dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) biasa. “Tidak ada masalah karena protapnya sudah jelas,” katanya.

Baca Juga :  Petugas Pajak KPP Kubu Raya Kenalkan M-Pajak

Orang nomor satu di Kalbar itu lantas mengimbau masyarakat tetap sabar dan terus menjaga jarak serta selalu menggunakan masker. Budayakan hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan.

Sementara itu Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko menambahkan, lab di RS Untan diperkirakan bisa mengetahui hasil tes realtime PCR dalam waktu empat jam.

“Tapi mungkin butuh sedikit waktu tambahan untuk laporan dan lain-lain, saat ini tenaga ahli ada dua tapi sudah nambah 12 yang sudah belajar. Selain itu juga akan ada penilaian dari Balitbangkes dan pelatihan bagi tenaga medisnya. Dan diluar itu, semuanya tergantung tes kit dan reagen untuk ekstraksi,” pungkasnya. (ndo/bar)

PONTIANAK- Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meninjau kesiapan laboratorium pemeriksaan Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) termasuk uji swab di Rumah Sakit (RS) Universitas Tanjungpura (Untan), Sabtu (11/4). Keberadaan lab ini dinilai penting guna mengetahui secara cepat status pasien terkonfirmasi (positif) ataukah negatif Covid-19.

Fasilitas di sana menurutnya sudah sangat siap mulai dari ruangan, peralatan hingga tim ahli atau Sumber Daya Manusia (SDM) untuk operasional. “Ahlinya sudah ada dua orang, salah satunya dokter Firhan, kita sudah siap semua,” ungkapnya usai meninjau lokasi.

Dari penjelasan pihak lab menurutnya di sana dapat dilakukan pemeriksaan swab dengan PCR untuk 100 sampel per hari. Hanya saja untuk operasional lab tersebut masih terganjal satu masalah, yakni reagen atau kit yang sampai saat ini sulit didapat.

Baca Juga :  PPKM Darurat Penuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat

“Saya berupaya untuk mendapatkannya ke Kemenkes RI, melalui BNPB RI dan melalui para distributor lainnya, tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan itu,” ujarnya.

Seandainya kebutuhan reagen bisa terpenuhi dan bisa dilakukan uji swab yang akurat, ia yakin Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang beberapa kasus sudah meninggal dunia baru hasil lab-nya keluar, bisa lebih cepat diketahui. Dengan demikian PDP yang meninggal dunia, jika memang tidak terpapar Covid-19, akan lebih mudah menjalankan pemulasaran jenazahnya hingga pemakaman.

“Artinya masyarakat bisa lega dan tempat pemakamannya pun bisa di pemakaman umum biasa,” terangnya.

Sementara jika yang meninggal dunia adalah pasien yang terkonfirmasi Covid-19, ia memastikan juga sudah diperlakukan dengan baik sesuai prosedur. Midji sapaan akrabnya meyakinkan jangan ada kekhawatiran masyarakat ketika pasien tersebut dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) biasa. “Tidak ada masalah karena protapnya sudah jelas,” katanya.

Baca Juga :  Lima Bandit yang Resahkan Warga di Kota Pontianak Berhasil Diringkus Polisi

Orang nomor satu di Kalbar itu lantas mengimbau masyarakat tetap sabar dan terus menjaga jarak serta selalu menggunakan masker. Budayakan hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan.

Sementara itu Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko menambahkan, lab di RS Untan diperkirakan bisa mengetahui hasil tes realtime PCR dalam waktu empat jam.

“Tapi mungkin butuh sedikit waktu tambahan untuk laporan dan lain-lain, saat ini tenaga ahli ada dua tapi sudah nambah 12 yang sudah belajar. Selain itu juga akan ada penilaian dari Balitbangkes dan pelatihan bagi tenaga medisnya. Dan diluar itu, semuanya tergantung tes kit dan reagen untuk ekstraksi,” pungkasnya. (ndo/bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/