alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Melihat Ramadan Para Lansia Panti Sosial Rehabilitasi Mulia Dharma

*Tetap Berpuasa Penuh dan Tunaikan Salat

Usia tak menghalangi para lansia di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma untuk berpuasa. Sebagian dari penghuni panti tersebut memutuskan ikut berpuasa seharian penuh. Mereka juga rajin mengikuti salat tarawih berjemaah di musala.

SITI SULBIYAH, Sungai Raya

Sambil berbaring, Siti Mesir melantun dzikir. Tasbih di tangan kanannya, membantu lansia berusia 73 tahun ini untuk menghitung jumlah asma Allah yang  keluar dari bibirnya. Hari itu, ia tengah menjalankan ibadah puasa hari kelima di bulan Ramadan ini. Berzikir menjadi hal biasa yang ia lakukan untuk mengisi hari-hari tuanya.

“Belum ada bolong puasa,” katanya saat ditemui Pontianak Post di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Sungai Raya, belum lama ini.

Siti adalah salah satu penghuni di panti lansia tersebut. Meski tidak lagi muda, ia masih kuat berpuasa seharian penuh. Baginya, puasa adalah kewajiban yang harus dipenuhi. Selama masih sehat, tak ada alasan baginya untuk tidak menjalankan rukun Islam tersebut.

Tak hanya berpuasa, Siti termasuk jemaah tetap di musala yang berada di UPT tersebut. Ia juga ikut salat berjemaah, mulai dari salat wajib lima waktu hingga salat tarawih. Ia juga sering menunaikan salat sunnah lainnya yang dianjurkan.

Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan juga dilakukan oleh Sapunah. Penghuni panti yang kini berusia 65 tahun tersebut bersyukur bisa berpuasa pada tahun ini.

Baca Juga :  Gathering and Fishing Komunitas Jurnalis di bulan Puasa

“Inginnya bisa berpuasa penuh,” ucapnya.

Sama seperti Siti, Sapunah juga ikut menunaikan salat di masjid. Termasuk Salat Tarawih. Meskipun saat salat, ia dalam posisi duduk lantaran kakinya yang kerap sakit.

Aktivitas sahur juga dilakukan bersama. Pihak UPT menghidangkan santapan sahur sejak pukul 03.00 pagi. Para lansia sahur di wismanya masing-masing. Sama dengan sahur, berbuka puasa juga dilakukan di setiap wisma. Sapunah sendiri sering berbuka bersama dengan para penghuni wisma.

“Kemarin juga sempat buka puasa bersama sama penghuni panti di masjid,” ujarnya.

Penghuni panti lainnya, Fatimah MM juga sama. Hingga hari kelima Bulan Ramadan tahun ini, belum ada satu hari pun lepas berpuasa. Ia pun merasa bersyukur dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

“Kemarin seminggu sebelum Ramadan sempat sakit. Sakit sekali perut seperti ditusuk. Tetapi Alhamdulillah pas masuk Ramadan sudah sembuh,” ucap wanita berusia 70 tahun ini.

Karena rawan sakit, Fatimah pun selalu siap dengan obat-obatan yang diberikan oleh perawat di UPT tersebut. Namun sejauh ini, penyakit maag yang menyerang sebelumnya tak lagi timbul.

“Mungkin karena kita ini niatnya mau ibadah, itu dimudahkan puasanya,” imbuhnya.

Namun, Fatimah tidak bisa ikut salat berjemaah di masjid seperti sejumlah lansia lainnya. Hal ini karena penglihatannya sudah kabur. Selain itu, ia juga tidak terlalu kuat berjalan lama.

Fatimah bersyukur bisa menjalankan ibadah di Bulan Ramadan. Ini adalah tahun ketiganya berada di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma. Di sini, ia mendapatkan keluarga baru. Mereka juga saling menjaga satu sama lain.

Baca Juga :  Bawa Kadin Berkiprah Hingga ke Pelosok

“Kemarin waktu sakit, (penghuni wisma) gantian menjaga saya,” ujarnya.

Kepala UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma, Syarif Mussadiq mengatakan secara umum aktivitas para lansia tidak mengalami perubahan yang cukup berarti selama bulan Ramadan. Jadwal bimbingan berjalan normal.

“Kegiatan seperti bimbingan rohani masih berjalan.Kecuali kegiatan fisik seperti olahraga tidak kita laksanakan seperti biasanya,” katanya.

Menurutnya, sebagian lansia masih ikut berpuasa seharian. Dari total 66 lansia yang ada di sana, 30an di antaranya ikut berpuasa. Sisanya tidak mampu berpuasa karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Lansia walaupun dalam kondisi uzur, masih bisa melaksanakan ibadah puasa. Tapi kita tidak memaksakan, kalau mereka ingin berpuasa silahkan,” ucapnya.

Selain berpuasa, ibadah salat tarawih secara berjamaah juga dilakukan. Pihak UPT pun membuatkan jadwal harian untuk petugas imam dan muadzin atau petugas yang mengumandangkan azan.

Pihaknya juga meningkatkan perhatian kepada beberapa lansia yang memiliki riwayat penyakit namun tetap ikut berpuasa. Pemeriksaan rutin dilakukan serta memastikan obat-obatan yang perlu dikonsumsi oleh lansia itu tersedia.

“Tentu kami lebih siaga. Kita pun minta yang mana mereka kondisinya agak rawan bisa berpuasa setengah hari saja,” pungkasnya.**

*Tetap Berpuasa Penuh dan Tunaikan Salat

Usia tak menghalangi para lansia di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma untuk berpuasa. Sebagian dari penghuni panti tersebut memutuskan ikut berpuasa seharian penuh. Mereka juga rajin mengikuti salat tarawih berjemaah di musala.

SITI SULBIYAH, Sungai Raya

Sambil berbaring, Siti Mesir melantun dzikir. Tasbih di tangan kanannya, membantu lansia berusia 73 tahun ini untuk menghitung jumlah asma Allah yang  keluar dari bibirnya. Hari itu, ia tengah menjalankan ibadah puasa hari kelima di bulan Ramadan ini. Berzikir menjadi hal biasa yang ia lakukan untuk mengisi hari-hari tuanya.

“Belum ada bolong puasa,” katanya saat ditemui Pontianak Post di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Sungai Raya, belum lama ini.

Siti adalah salah satu penghuni di panti lansia tersebut. Meski tidak lagi muda, ia masih kuat berpuasa seharian penuh. Baginya, puasa adalah kewajiban yang harus dipenuhi. Selama masih sehat, tak ada alasan baginya untuk tidak menjalankan rukun Islam tersebut.

Tak hanya berpuasa, Siti termasuk jemaah tetap di musala yang berada di UPT tersebut. Ia juga ikut salat berjemaah, mulai dari salat wajib lima waktu hingga salat tarawih. Ia juga sering menunaikan salat sunnah lainnya yang dianjurkan.

Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan juga dilakukan oleh Sapunah. Penghuni panti yang kini berusia 65 tahun tersebut bersyukur bisa berpuasa pada tahun ini.

Baca Juga :  Persaingan Ketat Kategori Usia Emas

“Inginnya bisa berpuasa penuh,” ucapnya.

Sama seperti Siti, Sapunah juga ikut menunaikan salat di masjid. Termasuk Salat Tarawih. Meskipun saat salat, ia dalam posisi duduk lantaran kakinya yang kerap sakit.

Aktivitas sahur juga dilakukan bersama. Pihak UPT menghidangkan santapan sahur sejak pukul 03.00 pagi. Para lansia sahur di wismanya masing-masing. Sama dengan sahur, berbuka puasa juga dilakukan di setiap wisma. Sapunah sendiri sering berbuka bersama dengan para penghuni wisma.

“Kemarin juga sempat buka puasa bersama sama penghuni panti di masjid,” ujarnya.

Penghuni panti lainnya, Fatimah MM juga sama. Hingga hari kelima Bulan Ramadan tahun ini, belum ada satu hari pun lepas berpuasa. Ia pun merasa bersyukur dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

“Kemarin seminggu sebelum Ramadan sempat sakit. Sakit sekali perut seperti ditusuk. Tetapi Alhamdulillah pas masuk Ramadan sudah sembuh,” ucap wanita berusia 70 tahun ini.

Karena rawan sakit, Fatimah pun selalu siap dengan obat-obatan yang diberikan oleh perawat di UPT tersebut. Namun sejauh ini, penyakit maag yang menyerang sebelumnya tak lagi timbul.

“Mungkin karena kita ini niatnya mau ibadah, itu dimudahkan puasanya,” imbuhnya.

Namun, Fatimah tidak bisa ikut salat berjemaah di masjid seperti sejumlah lansia lainnya. Hal ini karena penglihatannya sudah kabur. Selain itu, ia juga tidak terlalu kuat berjalan lama.

Fatimah bersyukur bisa menjalankan ibadah di Bulan Ramadan. Ini adalah tahun ketiganya berada di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma. Di sini, ia mendapatkan keluarga baru. Mereka juga saling menjaga satu sama lain.

Baca Juga :  Delapan Terdakwa Divonis Bersalah dalam Kasus Proyek Bodong Kemendes PDTT di Bengkayang

“Kemarin waktu sakit, (penghuni wisma) gantian menjaga saya,” ujarnya.

Kepala UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma, Syarif Mussadiq mengatakan secara umum aktivitas para lansia tidak mengalami perubahan yang cukup berarti selama bulan Ramadan. Jadwal bimbingan berjalan normal.

“Kegiatan seperti bimbingan rohani masih berjalan.Kecuali kegiatan fisik seperti olahraga tidak kita laksanakan seperti biasanya,” katanya.

Menurutnya, sebagian lansia masih ikut berpuasa seharian. Dari total 66 lansia yang ada di sana, 30an di antaranya ikut berpuasa. Sisanya tidak mampu berpuasa karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Lansia walaupun dalam kondisi uzur, masih bisa melaksanakan ibadah puasa. Tapi kita tidak memaksakan, kalau mereka ingin berpuasa silahkan,” ucapnya.

Selain berpuasa, ibadah salat tarawih secara berjamaah juga dilakukan. Pihak UPT pun membuatkan jadwal harian untuk petugas imam dan muadzin atau petugas yang mengumandangkan azan.

Pihaknya juga meningkatkan perhatian kepada beberapa lansia yang memiliki riwayat penyakit namun tetap ikut berpuasa. Pemeriksaan rutin dilakukan serta memastikan obat-obatan yang perlu dikonsumsi oleh lansia itu tersedia.

“Tentu kami lebih siaga. Kita pun minta yang mana mereka kondisinya agak rawan bisa berpuasa setengah hari saja,” pungkasnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/