alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

136 TKI dari Sarawak Dipulangkan Lewat Perbatasan Entikong Sanggau

PONTIANAK- Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi ratusan pekerja migran Indonesia, baik dari Kalimantan Barat maupun luar Kalbar. Ratusan pekerja migran tersebut dideportasi melalui PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau. Meskipun ada larangan dari Gubernur Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

“Totalnya ada 136 orang,” kata Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Pontianak Andi Kusuma.
Menurut Andi, ratusan pekerja migran ini terkendala soal dokumen. Sebanyak 101 orang tidak memiliki paspor, 22 orang tidak memiliki permit, 3 orang kabur dari majikan, 3 orang gaji tidak dibayar, 3 orang bayi, dan 4 orang ikut orangtua.

Dikatakan Andi, sebelum masuk ke wilayah Indonesia, para pekerja migran ini menjalani pemeriksaan kesehatan sebanyak 3 kali, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sementara itu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching Yonny Tri Prayitno mengatakan, pemulangan 136 pekerja migran Indonesia tersebut sudah melalui koordinasi, baik koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kemeterian Sosial, BP2MI maupun Pemerintan Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga :  BPH Migas Kaget Solar Bersubsidi Langka di Kalbar

“Pemulangan PMI dan Repartri ini sudah ada koordinasi berbagai pihak, baik Kemlu, Kemsos hingga koordinasi dengan pemerintah provinsi Kalimantan Barat,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji tak mengizinkan pekerja migran yang berasal dari luar Kalbar dipulangkan lewat Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Sutarmidji telah menyampaikan penolakan itu kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia.

“Pemulangan pekerja migran boleh, tapi khusus warga Kalbar,” kata Sutarmidji lewat keterangan tertulis, Minggu (26/4).
Sutarmidji menyarankan, pekerja migran Indonesia dipulangkan menggunakan pesawat sewaan. Sehingga, para pekerja migran bisa diterbangkan ke daerah masing-masing dari Malaysia.
“Kan lebih aman, murah, dan manusiawi,” kata Sutarmidji.

Sementara itu, Konsulat Jederal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Serawak, Malaysia, Yonny Tri Prayitno memastikan sementara waktu pihaknya tidak akan memberi surat jalan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia untuk pulang ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Enitkong, Badau, maupun Aruk, kecuali khusus warga Kalbar.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Dilarang, Tempat Wisata Juga Harus Ditutup

Kebijakan itu diambil, sebagai respon dari permintaan Gubernur Kalbar kepada KJRI di Kuching. Karena, dalam sebulan terakhir, otoritas pemerintah Malaysia terus melakukan deportasi terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara besar-besaran di tengah pandemi Covid-19. (arf)

PONTIANAK- Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi ratusan pekerja migran Indonesia, baik dari Kalimantan Barat maupun luar Kalbar. Ratusan pekerja migran tersebut dideportasi melalui PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau. Meskipun ada larangan dari Gubernur Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

“Totalnya ada 136 orang,” kata Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Pontianak Andi Kusuma.
Menurut Andi, ratusan pekerja migran ini terkendala soal dokumen. Sebanyak 101 orang tidak memiliki paspor, 22 orang tidak memiliki permit, 3 orang kabur dari majikan, 3 orang gaji tidak dibayar, 3 orang bayi, dan 4 orang ikut orangtua.

Dikatakan Andi, sebelum masuk ke wilayah Indonesia, para pekerja migran ini menjalani pemeriksaan kesehatan sebanyak 3 kali, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sementara itu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching Yonny Tri Prayitno mengatakan, pemulangan 136 pekerja migran Indonesia tersebut sudah melalui koordinasi, baik koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kemeterian Sosial, BP2MI maupun Pemerintan Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Ajarkan Anak Melawan Corona Melalui Lomba Cerita

“Pemulangan PMI dan Repartri ini sudah ada koordinasi berbagai pihak, baik Kemlu, Kemsos hingga koordinasi dengan pemerintah provinsi Kalimantan Barat,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji tak mengizinkan pekerja migran yang berasal dari luar Kalbar dipulangkan lewat Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Sutarmidji telah menyampaikan penolakan itu kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia.

“Pemulangan pekerja migran boleh, tapi khusus warga Kalbar,” kata Sutarmidji lewat keterangan tertulis, Minggu (26/4).
Sutarmidji menyarankan, pekerja migran Indonesia dipulangkan menggunakan pesawat sewaan. Sehingga, para pekerja migran bisa diterbangkan ke daerah masing-masing dari Malaysia.
“Kan lebih aman, murah, dan manusiawi,” kata Sutarmidji.

Sementara itu, Konsulat Jederal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Serawak, Malaysia, Yonny Tri Prayitno memastikan sementara waktu pihaknya tidak akan memberi surat jalan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia untuk pulang ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Enitkong, Badau, maupun Aruk, kecuali khusus warga Kalbar.

Baca Juga :  BPH Migas Kaget Solar Bersubsidi Langka di Kalbar

Kebijakan itu diambil, sebagai respon dari permintaan Gubernur Kalbar kepada KJRI di Kuching. Karena, dalam sebulan terakhir, otoritas pemerintah Malaysia terus melakukan deportasi terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara besar-besaran di tengah pandemi Covid-19. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/