alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Boleh Terbang Asal Dokumen Lengkap, Penumpang Harus Tiba di Bandara Empat Jam Sebelum Keberangkatan

PONTIANAK- Sejak operasional pesawat komersial dengan penerbangan khusus atau exemption flight kembali dibuka di Bandara Internasional Supadio, jumlah penumpang tetap tidak ramai.

Itu karena persyaratan yang cukup ketat dan bahkan penumpang harus datang empat jam sebelum keberangkatan untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat (Kalbar) Manto mengungkapkan, untuk bisa berangkat penumpang harus melengkapi berbagai dokumen. Mengenai apa saja dokumen yang menjadi persyaratan sudah disosialisasikan termasuk lewat papan pengumuman di bandara.

“Sehingga ketika ini (persyaratan) diterapkan paling tidak penumpang harus hadir ke sini (bandara) empat jam sebelumnya. Apalagi kalau penumpang banyak sampai 100 orang mislanya, itu jangan-jangan empat jam masih kurang waktunya,” ungkap Manto saat meninjau Bandara Internasional Supadio, Senin (11/5).

Baca Juga :  SMP IT ALMUMTAZ Vaksinasi untuk Pelajar

Prosedur untuk masing-masing penumpang dijelaskan dia dimulai dengan verifikasi semua dokumen kelengkapan. Jika dinyatakan lengkap barulah mereka bisa melakukan proses ke tahap berikutnya.

Yakni pemeriksaan clearance dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau yang dikenal dengan istilah karantina kesehatan. Setelah dapat dokumen clearance dari KKP barulah penumpang boleh melaksanakan check in.

“Check in dan baru dapat boarding pass itulah yang bikin lama. Per orang sekitar 10 menit, kalau ditambah personel KKP untuk clearance paling cepat sekitar lina menit, ini yang perlu disosialiasikan kepada calon penumpang untuk memahami kondisi seperti ini,” katanya.

Mengenai jumlah penumpang Manto mengungkapkan sejak dibuka pada 7 Mei lalu sampai saat ini jumlahnya tidak ramai. Di hari pertama sampai hari kedua bahkan sama sekali belum ada penumpang. “Baru hari-hari berikutnya yang banyak keberangkatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Teliti Saat Tentukan Target Setiap Cabang Olahraga

Jumlah yang cukup banyak dikatakan dia adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal luar Kalbar. Mereka yang dipulangkan lewat Kalbar sempat terjebak karena penerbangan ditutup.

“Ada 115 orang dengan persyaratan yang sangat ketat. Tadi ada empat orang kedatangan, enam orang berangkat. Kemudian pada saat TKI 115 keluar ada dua orang kedatangan itu juga dengan persyaratan yang ketat,” pungkasnya. (bar)

PONTIANAK- Sejak operasional pesawat komersial dengan penerbangan khusus atau exemption flight kembali dibuka di Bandara Internasional Supadio, jumlah penumpang tetap tidak ramai.

Itu karena persyaratan yang cukup ketat dan bahkan penumpang harus datang empat jam sebelum keberangkatan untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat (Kalbar) Manto mengungkapkan, untuk bisa berangkat penumpang harus melengkapi berbagai dokumen. Mengenai apa saja dokumen yang menjadi persyaratan sudah disosialisasikan termasuk lewat papan pengumuman di bandara.

“Sehingga ketika ini (persyaratan) diterapkan paling tidak penumpang harus hadir ke sini (bandara) empat jam sebelumnya. Apalagi kalau penumpang banyak sampai 100 orang mislanya, itu jangan-jangan empat jam masih kurang waktunya,” ungkap Manto saat meninjau Bandara Internasional Supadio, Senin (11/5).

Baca Juga :  Ajak Warga Ciptakan Batik dengan Ciri Khas Lokal

Prosedur untuk masing-masing penumpang dijelaskan dia dimulai dengan verifikasi semua dokumen kelengkapan. Jika dinyatakan lengkap barulah mereka bisa melakukan proses ke tahap berikutnya.

Yakni pemeriksaan clearance dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau yang dikenal dengan istilah karantina kesehatan. Setelah dapat dokumen clearance dari KKP barulah penumpang boleh melaksanakan check in.

“Check in dan baru dapat boarding pass itulah yang bikin lama. Per orang sekitar 10 menit, kalau ditambah personel KKP untuk clearance paling cepat sekitar lina menit, ini yang perlu disosialiasikan kepada calon penumpang untuk memahami kondisi seperti ini,” katanya.

Mengenai jumlah penumpang Manto mengungkapkan sejak dibuka pada 7 Mei lalu sampai saat ini jumlahnya tidak ramai. Di hari pertama sampai hari kedua bahkan sama sekali belum ada penumpang. “Baru hari-hari berikutnya yang banyak keberangkatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Gebyar Ekonomi Kreatif Virtual Kalbar Dimulai, Momentum UMKM Kalbar Mendunia

Jumlah yang cukup banyak dikatakan dia adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal luar Kalbar. Mereka yang dipulangkan lewat Kalbar sempat terjebak karena penerbangan ditutup.

“Ada 115 orang dengan persyaratan yang sangat ketat. Tadi ada empat orang kedatangan, enam orang berangkat. Kemudian pada saat TKI 115 keluar ada dua orang kedatangan itu juga dengan persyaratan yang ketat,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/