alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Wako Berjanji Dibalas Meriah di Tahun Depan

Festival Meriam Karbit tak Digelar Tahun Ini

Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan tahun ini tidak akan digelarnya festival meriam karbit saat malam Idulfitri. Penyebabnya tidak lain lantaran saat ini Kota Pontianak tengah dilanda wabah virus korona (Covid-19).

RAMSES TOBING, Pontianak

“DENGAN pertimbangan yang ada, maka tahun ini festival meriam karbit tidak digelar,” kata Edi di Pontianak, kemarin.

Menurutnya salah satu upaya untuk memerangi wabah virus korona ini ialah dengan menerapkan pembatasan fisik. Ini juga yang menjadi alasan mereka terpaksa tidak menggelar festival meriam karbit, untuk meminimalisir terjadinya kerumunan orang.

“Siapa yang bisa menjamin masyarakat tak berbondong-bondong menyaksikan secara langsung jika festival itu digelar?” kata Edi.

Baca Juga :  Prokes Ketat di Permainan Meriam Karbit, Pemkot Tiadakan Festival

Ia pun mengingatkan bahwa festival meriam karbit bukan satu-satunya event khas Kota Pontianak yang batal digelar akibat pandemi. Festival lain yang batal digelar sebut dia seperti festival titik kulminasi.

Edi sendiri tak dapat menyembunyikan kesedihannya lantaran membayangkan tradisi meriam karbit menjelang Idulfitri tidak digelar. Sedari kecil dia menjadi saksi bagaimana rutinitas tahunan yang tak hilang di kalangan masyarakat Kota Pontianak ketika akan menyambut lebaran. Dentuman suara meriam yang menggelegar hingga subuh merupakan sesuatu yang selalu dirindukannya.

Selain festival meriam karbit, Edi juga mengungkapkan bagaimana ibadah salat tarawih selama Ramadan ini pun terpaksa digelar di rumah. Tak dipungkiri dia, kebiasaan suka cita pada saat Ramadan dan Idulfitri benar-benar tidak bisa dirasakan pada tahun ini.

Baca Juga :  5 Februari Kawasan GOR Harus Steril, 230 Pedagang Diminta Angkat Kaki

Edi meyakini jika pandemi ini bisa diselesaikan dengan cepat, maka tahun depan festival ini bisa kembali digelar. Bahkan dia berjanji dengan kemeriahan yang lebih besar sebagai bentuk wujud rasa syukur.

Dikatakanya, untuk memainkan meriam karbit saja membutuhkan biaya yang cukup besar. Dimisalkan dia mulai dari merakit kembali meriam, membeli karbit, dan kebutuhan lainnya. “Lebih baik biaya itu digunakan untuk kehidupan sehari-hari,” pesan Edi.

Lebih lanjut Edi mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga paguyuban untuk bersinergis bersama, perang melawan korona. Di tengah situasi ini seluruh komponen masyarakat diajak dia untuk turut merasakan keprihatinan pandemi Covid-19. (*)

Festival Meriam Karbit tak Digelar Tahun Ini

Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan tahun ini tidak akan digelarnya festival meriam karbit saat malam Idulfitri. Penyebabnya tidak lain lantaran saat ini Kota Pontianak tengah dilanda wabah virus korona (Covid-19).

RAMSES TOBING, Pontianak

“DENGAN pertimbangan yang ada, maka tahun ini festival meriam karbit tidak digelar,” kata Edi di Pontianak, kemarin.

Menurutnya salah satu upaya untuk memerangi wabah virus korona ini ialah dengan menerapkan pembatasan fisik. Ini juga yang menjadi alasan mereka terpaksa tidak menggelar festival meriam karbit, untuk meminimalisir terjadinya kerumunan orang.

“Siapa yang bisa menjamin masyarakat tak berbondong-bondong menyaksikan secara langsung jika festival itu digelar?” kata Edi.

Baca Juga :  Pemkot Mulai Siapkan New Normal

Ia pun mengingatkan bahwa festival meriam karbit bukan satu-satunya event khas Kota Pontianak yang batal digelar akibat pandemi. Festival lain yang batal digelar sebut dia seperti festival titik kulminasi.

Edi sendiri tak dapat menyembunyikan kesedihannya lantaran membayangkan tradisi meriam karbit menjelang Idulfitri tidak digelar. Sedari kecil dia menjadi saksi bagaimana rutinitas tahunan yang tak hilang di kalangan masyarakat Kota Pontianak ketika akan menyambut lebaran. Dentuman suara meriam yang menggelegar hingga subuh merupakan sesuatu yang selalu dirindukannya.

Selain festival meriam karbit, Edi juga mengungkapkan bagaimana ibadah salat tarawih selama Ramadan ini pun terpaksa digelar di rumah. Tak dipungkiri dia, kebiasaan suka cita pada saat Ramadan dan Idulfitri benar-benar tidak bisa dirasakan pada tahun ini.

Baca Juga :  Midji Ajak Warga Bepanton, Hadiahkan Uang Belanja

Edi meyakini jika pandemi ini bisa diselesaikan dengan cepat, maka tahun depan festival ini bisa kembali digelar. Bahkan dia berjanji dengan kemeriahan yang lebih besar sebagai bentuk wujud rasa syukur.

Dikatakanya, untuk memainkan meriam karbit saja membutuhkan biaya yang cukup besar. Dimisalkan dia mulai dari merakit kembali meriam, membeli karbit, dan kebutuhan lainnya. “Lebih baik biaya itu digunakan untuk kehidupan sehari-hari,” pesan Edi.

Lebih lanjut Edi mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga paguyuban untuk bersinergis bersama, perang melawan korona. Di tengah situasi ini seluruh komponen masyarakat diajak dia untuk turut merasakan keprihatinan pandemi Covid-19. (*)

Most Read

OSO Apresiasi Presiden Bagikan SK TORA

Majelis Taklim Dapat Bantuan Anggaran

November Gedung Parkir Difungsikan

Artikel Terbaru

/