alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Gubernur Larang Halalbihalal

PONTIANAK – Tahun ini merupakan tahun kedua perayaan Idulfitri di tengah pandemi Covid-19. Untuk menghindari penularan semakin meluas, masyarakat diimbau tetap taat menjalankan protokol kesehatan (prokes) saat pelaksanaan salat id nanti.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji. Ia bersama keluarga rencananya akan menggelar salat id berjemaah di Pendopo Gubernur saat lebaran nanti. “Kami sekeluarga dan staf salat di Pendopo, biar tidak padat. Di halaman kantor gubernur juga ada (pelaksanaan salat id),” ungkap Midji sapaan akrabnya, Senin (10/5).

Untuk itu ia mengimbau seluruh masjid yang menggelar salat id bisa memperhatikan prokes secara ketat. Pertama dengan menyiapkan masker dan mengupayakan setiap jemaah agar berjarak. “Khotbah jangan terlalu panjang. Diberi bimbingan agar hindari cipika-cipiki,” pesannya.

Selain itu masyarakat juga dianjurkan sebaiknya setiap akan melaksanakan salat di masjid selalu membawa sajadah sendiri. Karena melihat tren kenaikan kasus Covid-19 se-Kalbar akhir-akhir ini, tengah terjadi peningkatan yang tinggi. “Bagi bapak ibu yang lansia serta yang punya penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, ginjal, berbagai autoimun dan lain-lain, lebih baik salat di rumah,” katanya.

Baca Juga :  Sepanjang 2021 Kalbar Sudah 40 Kali Dihantam Banjir

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menegaskan bahwa open house atau halal bihalal tidak boleh diadakan saat perayaan Idulfitri 1442 hijriah. Mengenai larangan tersebut telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Kalbar Nomor 1505 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan buka puasa bersama bulan Ramadan dan pelarangan open house/kegiatan halal bihalal pada hari raya Idulfitri 1442 hijriah.

Adapun edaran tersebut dikeluarkan menindaklanjuti SE Menteri Dalam Negeri Nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Buka Puasa Bersama Bulan Ramadan dan Open House/Kegiatan Halal Bihalal Pada Hari Raya Idulfitri 1442 hijriah Pada Tahun 2021.

“Poin nomor dua pada SE nomor 1505 tahun 2021 menginstruksikan kepada seluruh pejabat ASN di daerah dilarang open house/kegiatan halal bihalal pada hari raya Idulfitri 1442 Hijriah pada Tahun 2021,” katanya.

Meski memang dalam edaran tersebut hanya ditujukan kepada ASN di daerah, tapi kepada masyarakat umum juga diimbau melakukan hal yang sama. Dianjurkan alangkah baiknya masyarakat melakukan pembatasan aktivitas dan dapat melakukan silaturahmi secara virtual.

Baca Juga :  Sutarmidji Salurkan Bantuan Uang Elektronik untuk Mahasiswa Rantau

“Larangan mudik  sudah diberlakukan sejak 6-17 Mei 2021. Bagi masyarakat yang mungkin tidak bisa pulang kampung sebaiknya dapat melakukan silaturahmi virtual. Jadi walaupun jauh silaturahmi tetap terjaga dan keluarga aman, karena kita tahu kalau kita pulang bisa menjadi pembawa virus bagi orang lain,” pesannya.

Begitu juga dengan para pejabat di daerah, agar taat dengan aturan yang sudah dikeluarkan. Jangan sampai masih ada yang melaksanakan open house sehingga berpotensi menyebabkan kerumunan. “Yang perlu dihindari adalah kalau open house saling cipika-cipiki antar keluarga, saling bersalaman, ketika makan masker dibuka dan saling ngobrol. Kita kan tidak tahu apakah mereka semua aman dari virus. Jangan sampai nanti malah bertambah kluster baru setelah lebaran,” pungkasnya. (bar/sti)

 

 

PONTIANAK – Tahun ini merupakan tahun kedua perayaan Idulfitri di tengah pandemi Covid-19. Untuk menghindari penularan semakin meluas, masyarakat diimbau tetap taat menjalankan protokol kesehatan (prokes) saat pelaksanaan salat id nanti.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji. Ia bersama keluarga rencananya akan menggelar salat id berjemaah di Pendopo Gubernur saat lebaran nanti. “Kami sekeluarga dan staf salat di Pendopo, biar tidak padat. Di halaman kantor gubernur juga ada (pelaksanaan salat id),” ungkap Midji sapaan akrabnya, Senin (10/5).

Untuk itu ia mengimbau seluruh masjid yang menggelar salat id bisa memperhatikan prokes secara ketat. Pertama dengan menyiapkan masker dan mengupayakan setiap jemaah agar berjarak. “Khotbah jangan terlalu panjang. Diberi bimbingan agar hindari cipika-cipiki,” pesannya.

Selain itu masyarakat juga dianjurkan sebaiknya setiap akan melaksanakan salat di masjid selalu membawa sajadah sendiri. Karena melihat tren kenaikan kasus Covid-19 se-Kalbar akhir-akhir ini, tengah terjadi peningkatan yang tinggi. “Bagi bapak ibu yang lansia serta yang punya penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, ginjal, berbagai autoimun dan lain-lain, lebih baik salat di rumah,” katanya.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya, Naga Sinar Surya Tak Pernah Absen Meriahkan Cap Go Meh

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menegaskan bahwa open house atau halal bihalal tidak boleh diadakan saat perayaan Idulfitri 1442 hijriah. Mengenai larangan tersebut telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Kalbar Nomor 1505 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan buka puasa bersama bulan Ramadan dan pelarangan open house/kegiatan halal bihalal pada hari raya Idulfitri 1442 hijriah.

Adapun edaran tersebut dikeluarkan menindaklanjuti SE Menteri Dalam Negeri Nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Buka Puasa Bersama Bulan Ramadan dan Open House/Kegiatan Halal Bihalal Pada Hari Raya Idulfitri 1442 hijriah Pada Tahun 2021.

“Poin nomor dua pada SE nomor 1505 tahun 2021 menginstruksikan kepada seluruh pejabat ASN di daerah dilarang open house/kegiatan halal bihalal pada hari raya Idulfitri 1442 Hijriah pada Tahun 2021,” katanya.

Meski memang dalam edaran tersebut hanya ditujukan kepada ASN di daerah, tapi kepada masyarakat umum juga diimbau melakukan hal yang sama. Dianjurkan alangkah baiknya masyarakat melakukan pembatasan aktivitas dan dapat melakukan silaturahmi secara virtual.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Lintang Tambuk Terseret Banjir; Wabup: Segera Diganti Pemerintah Pusat

“Larangan mudik  sudah diberlakukan sejak 6-17 Mei 2021. Bagi masyarakat yang mungkin tidak bisa pulang kampung sebaiknya dapat melakukan silaturahmi virtual. Jadi walaupun jauh silaturahmi tetap terjaga dan keluarga aman, karena kita tahu kalau kita pulang bisa menjadi pembawa virus bagi orang lain,” pesannya.

Begitu juga dengan para pejabat di daerah, agar taat dengan aturan yang sudah dikeluarkan. Jangan sampai masih ada yang melaksanakan open house sehingga berpotensi menyebabkan kerumunan. “Yang perlu dihindari adalah kalau open house saling cipika-cipiki antar keluarga, saling bersalaman, ketika makan masker dibuka dan saling ngobrol. Kita kan tidak tahu apakah mereka semua aman dari virus. Jangan sampai nanti malah bertambah kluster baru setelah lebaran,” pungkasnya. (bar/sti)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/