alexametrics
32 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Gapki Tegaskan Komit Bantu Korban Banjir

PONTIANAK – Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat Purwati Munawir menanggapi sikap Gubernur Kalbar Sutarmidji terkait pertemuan antara kedua pihak beberapa hari lalu. Menurut Purwati, Gapki dan perusahaan yang hadir saat ini berkomitmen untuk membantu korban banjir di berbagai kabupaten di provinsi ini. Namun perusahaan yang hadir saat itu berada pada situasi yang berbeda-beda, sehingga dianggap lamban oleh Sutarmidji.

“Gubernur Kalbar memang orangnya ‘spontan’. Mungkin saat itu, karena permintaannya lamban direspon atau dipenuhi seolah-olah perusahaan tidak peduli. Padahal situasi kondisi perusahan beda-beda. Namun saya yakinkan bahwa perusahaan perkebunan (kelapa sawit) berkomitmen membantu korban banjir,” kata dia.

Menurutnya, Gapki dan perusahaan sawit sudah, sedang menjalankan, dan akan melanjutkan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir. Pada Oktober lalu, melalui Wakil Gubernur Kalbar, Gapki sudah menyerahkan setidaknya 500 dus mie instan. Belum termasuk aksi masing-masing perusahaan yang bergerak mandiri membantu masyarakat. Sementara saat ini, Gapki tengah menyalurkan 10.000 paket sembako untuk warga terdampak banjir. Bantuan ini melibatkan 25 perusahaan anggota Gapki. Selanjutnya, pihaknya tengah menggalang bantuan serupa untuk tahap kedua.

Baca Juga :  Juli, Pemprov Kalbar Bentuk CSIRT

“Perusahaan perkebunan Kalbar khususnya anggota Gapki berkomitmen membantu korban banjir Kalbar. Penyaluran bantuan sdh dan sedang berjalan, utk tahap satu sebanyak 10.000 paket bantuan sembako. Tahap ke dua akan direncanakan kemudian sekitar 10.000. Sebagai catatan, jumlah korban terdampak 40.000,” jelas dia.

Dia menyebut, sejauh ini pihaknya berusaha mendukung dan menjalin kerjasama dengan Pemprov Kalbar. Purwati juga mengatakan, semua perusahaan yang tergabung dalam Gapki memiliki izin dan telah memenuhi berbagai persyaratan, terkait lingkungan dan lainnya.”Perusahaan perkebunan di Kalbar prinsipnya mendukung Pemprov Kalbar dan telah bekerja sama dengan baik selama ini. Seluruh perusahaan perkebunan di Kalbar telah memiliki perijinan mulai dari ilok, Amdal dan IUP,” ungkap dia.

Baca Juga :  Tak Kunjung Tuntas, Desak Kemendagri Verifikasi Ulang Tapal Batas Perumnas IV

Purwati menambahkan, banjir yang terjadi sejatinya jangan membuat perkebunan sawit sebagai satu-satunya tertuduh. “Banjir bisa terjadi dimana saja. Jadi tidak bijaksana menuduh sawit sebagai satu-satunya penyebab banjir,” pungkasnya. (ars)

PONTIANAK – Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat Purwati Munawir menanggapi sikap Gubernur Kalbar Sutarmidji terkait pertemuan antara kedua pihak beberapa hari lalu. Menurut Purwati, Gapki dan perusahaan yang hadir saat ini berkomitmen untuk membantu korban banjir di berbagai kabupaten di provinsi ini. Namun perusahaan yang hadir saat itu berada pada situasi yang berbeda-beda, sehingga dianggap lamban oleh Sutarmidji.

“Gubernur Kalbar memang orangnya ‘spontan’. Mungkin saat itu, karena permintaannya lamban direspon atau dipenuhi seolah-olah perusahaan tidak peduli. Padahal situasi kondisi perusahan beda-beda. Namun saya yakinkan bahwa perusahaan perkebunan (kelapa sawit) berkomitmen membantu korban banjir,” kata dia.

Menurutnya, Gapki dan perusahaan sawit sudah, sedang menjalankan, dan akan melanjutkan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir. Pada Oktober lalu, melalui Wakil Gubernur Kalbar, Gapki sudah menyerahkan setidaknya 500 dus mie instan. Belum termasuk aksi masing-masing perusahaan yang bergerak mandiri membantu masyarakat. Sementara saat ini, Gapki tengah menyalurkan 10.000 paket sembako untuk warga terdampak banjir. Bantuan ini melibatkan 25 perusahaan anggota Gapki. Selanjutnya, pihaknya tengah menggalang bantuan serupa untuk tahap kedua.

Baca Juga :  Juli, Pemprov Kalbar Bentuk CSIRT

“Perusahaan perkebunan Kalbar khususnya anggota Gapki berkomitmen membantu korban banjir Kalbar. Penyaluran bantuan sdh dan sedang berjalan, utk tahap satu sebanyak 10.000 paket bantuan sembako. Tahap ke dua akan direncanakan kemudian sekitar 10.000. Sebagai catatan, jumlah korban terdampak 40.000,” jelas dia.

Dia menyebut, sejauh ini pihaknya berusaha mendukung dan menjalin kerjasama dengan Pemprov Kalbar. Purwati juga mengatakan, semua perusahaan yang tergabung dalam Gapki memiliki izin dan telah memenuhi berbagai persyaratan, terkait lingkungan dan lainnya.”Perusahaan perkebunan di Kalbar prinsipnya mendukung Pemprov Kalbar dan telah bekerja sama dengan baik selama ini. Seluruh perusahaan perkebunan di Kalbar telah memiliki perijinan mulai dari ilok, Amdal dan IUP,” ungkap dia.

Baca Juga :  Joni Dipersilakan Ajukan Praperadilan, Hermansyah Sebut Itu Hak Warga Negara

Purwati menambahkan, banjir yang terjadi sejatinya jangan membuat perkebunan sawit sebagai satu-satunya tertuduh. “Banjir bisa terjadi dimana saja. Jadi tidak bijaksana menuduh sawit sebagai satu-satunya penyebab banjir,” pungkasnya. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/