alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Gubernur Kalbar Terima Kunjungan Tenaga Ahli KSP, Bahas Infrastruktur hingga Berbagai Isu Aktual Daerah

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) menerima kunjungan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) RI Ade Irfan Pulungan di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (10/11). Banyak hal yang dibahas salah satunya soal progres janji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Jembatan Sungai Sambas Besar. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SEBELUMNYA menurut Sutarmidji rombongan tenaga ahli KSP telah berkunjung ke wilayah perbatasan Kalbar. Dan dalam pertemuan kemarin banyak hal yang mereka bicarakan. “Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kemajuan Kalbar ke depan, baik dalam hal tata kelola perbatasan, kemudian isu-isu yang berkembang, percepatan pembangunan Kalbar, perekonomian, hukum dan lain sebagainya,” katanya usai pertemuan.

Midji sapaan karibnya telah menyampaikan apa adanya kondisi Kalbar saat ini. Ia berharap yang bisa menjadi bahan kajian bisa dikaji, lalu yang memang bisa ditindaklanjuti segera dilaksanakan. Salah satunya tentang janji presiden untuk pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Kepolisian Berharap Tak Ada Konvoi dan Kebut-kebutan di Malam Pergantian Tahun

Midji berharap mulai tahun ini proyek tersebut sudah bisa terealisasi. “Saya yakin ya, karena saya tahu Pak Presiden, Pak Jokowi itu ketika menjanjikan sesuatu pasti eksekusinya terjamin. Tidak hanya sekadar janji,” ujarnya.

Termasuk juga soal bantuan alat kesehatan (alkes) dari pemerintah pusat. Dimana alat tersebut akan digunakan untuk mengisi bangunan baru RSUD Soedarso. Gedung baru Rumah Sakit (RS) kebanggaan masyarakat Kalbar itu rencananya bakal diresmikan pada 28 Januari 2022. “Nah alkesnya waktu itu akan dibantu dari pusat Rp150 miliar, mudah-mudahan bisa terealisasi (semua), Rp75 miliar sudah terealisasi, masih Rp75 miliar lagi berupa alkes yang belum terealisasi,” terangnya.

Selain itu banyak hal yang Midji sampaikan mengenai persoalan aktual di Kalbar. Seperti tentang penanganan Jemaah Ahmadiyah di Sintang, pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari perbatasan dan lain sebagainya. “Semuanya kami diskusikan,” ucapnya.

Baca Juga :  KPP Pontianak Barat Jalin Tali Silaturahmi di Tengah Pandemi

Sementara mengenai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi, ia telah menyampaikan berbagai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov). Pertumbuhan ekonomi Kalbar sampai saat ini dinilainya masih cukup baik. “Ekonomi masih bagus, mudah-mudahan akan tetap terus bagus,” pungkasnya.(*)

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) menerima kunjungan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) RI Ade Irfan Pulungan di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (10/11). Banyak hal yang dibahas salah satunya soal progres janji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Jembatan Sungai Sambas Besar. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SEBELUMNYA menurut Sutarmidji rombongan tenaga ahli KSP telah berkunjung ke wilayah perbatasan Kalbar. Dan dalam pertemuan kemarin banyak hal yang mereka bicarakan. “Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kemajuan Kalbar ke depan, baik dalam hal tata kelola perbatasan, kemudian isu-isu yang berkembang, percepatan pembangunan Kalbar, perekonomian, hukum dan lain sebagainya,” katanya usai pertemuan.

Midji sapaan karibnya telah menyampaikan apa adanya kondisi Kalbar saat ini. Ia berharap yang bisa menjadi bahan kajian bisa dikaji, lalu yang memang bisa ditindaklanjuti segera dilaksanakan. Salah satunya tentang janji presiden untuk pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Anggaran Infrastruktur Realistiskan Dengan Target

Midji berharap mulai tahun ini proyek tersebut sudah bisa terealisasi. “Saya yakin ya, karena saya tahu Pak Presiden, Pak Jokowi itu ketika menjanjikan sesuatu pasti eksekusinya terjamin. Tidak hanya sekadar janji,” ujarnya.

Termasuk juga soal bantuan alat kesehatan (alkes) dari pemerintah pusat. Dimana alat tersebut akan digunakan untuk mengisi bangunan baru RSUD Soedarso. Gedung baru Rumah Sakit (RS) kebanggaan masyarakat Kalbar itu rencananya bakal diresmikan pada 28 Januari 2022. “Nah alkesnya waktu itu akan dibantu dari pusat Rp150 miliar, mudah-mudahan bisa terealisasi (semua), Rp75 miliar sudah terealisasi, masih Rp75 miliar lagi berupa alkes yang belum terealisasi,” terangnya.

Selain itu banyak hal yang Midji sampaikan mengenai persoalan aktual di Kalbar. Seperti tentang penanganan Jemaah Ahmadiyah di Sintang, pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari perbatasan dan lain sebagainya. “Semuanya kami diskusikan,” ucapnya.

Baca Juga :  Kebut Pembangunan di Pontianak Utara

Sementara mengenai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi, ia telah menyampaikan berbagai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov). Pertumbuhan ekonomi Kalbar sampai saat ini dinilainya masih cukup baik. “Ekonomi masih bagus, mudah-mudahan akan tetap terus bagus,” pungkasnya.(*)

Most Read

Kalbar Serius Perbaiki Tata Niaga Karet

Bupati akan Tertibkan Bangunan

Bangun Pilar Batas Singkawang-Bengkayang

Artikel Terbaru

/