alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Kembangkan Geowisata Wilayah Pantura

PONTIANAK-Badan Penelitaian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan kajian strategis soal pengembangan kepariwisataan di Kalbar, khususnya di kawasan Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Selanjutnya kajian ini bakal ditindaklanjuti dengan penelitian yang dimulai tahun depan. Hal ini diungkapkan, Kepala Balitbang Kalbar Herkulana Mekarryani usai kegiatan Seminar Idea Concept Paper (ICP), Kamis (10/12). Terkait hal tersebut pihaknya berusaha memberikan masukan kepada Disporapar serta Dinas ESDM untuk melakukan kerja sama. Intinya agar ada pengembangan wisata berbasis geowisata di provinsi ini.

“Dimana nanti mulai dari Kota Pontianak, Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas hingga ke kawasan Pantai Batu Nenek, Temajuk. Jadi kajian strategis ini akan ditindaklanjuti dengan penelitian tahun depan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Memanfaatkan Lahan Sempit untuk Ditanami Cabai, Kini Tindakan Coba-coba Itu Bercuan Pedas

Selain itu berbagai hal lain juga dilakukan kajian strategis yang meliputi optimalisasi reformasi birokrasi, percepatan peningkatan infrastruktur dalam pengentasan kemsikinan dan peningkatan IPM serta pembangunan ekonomi kerakyatan.Meski ini sudah dilakukan di tahun 2020, tapi di 2021 sebagai tindak lanjut (terus dilakukan) karena penelitian ini kan terus berkembang,” katanya.

Dari hasil seminar ICP ini menjadi catataan yang akan dikemas untuk tahun 2021 sebagai bahan untuk penyusunan topik penelitian di tahun 2022 mendatanag. “Kalau di 2021 nanti sudah ada sebanyak 11 judul penelitian,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK-Badan Penelitaian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan kajian strategis soal pengembangan kepariwisataan di Kalbar, khususnya di kawasan Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Selanjutnya kajian ini bakal ditindaklanjuti dengan penelitian yang dimulai tahun depan. Hal ini diungkapkan, Kepala Balitbang Kalbar Herkulana Mekarryani usai kegiatan Seminar Idea Concept Paper (ICP), Kamis (10/12). Terkait hal tersebut pihaknya berusaha memberikan masukan kepada Disporapar serta Dinas ESDM untuk melakukan kerja sama. Intinya agar ada pengembangan wisata berbasis geowisata di provinsi ini.

“Dimana nanti mulai dari Kota Pontianak, Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas hingga ke kawasan Pantai Batu Nenek, Temajuk. Jadi kajian strategis ini akan ditindaklanjuti dengan penelitian tahun depan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Komitmen Pemenuhan Hak Anak

Selain itu berbagai hal lain juga dilakukan kajian strategis yang meliputi optimalisasi reformasi birokrasi, percepatan peningkatan infrastruktur dalam pengentasan kemsikinan dan peningkatan IPM serta pembangunan ekonomi kerakyatan.Meski ini sudah dilakukan di tahun 2020, tapi di 2021 sebagai tindak lanjut (terus dilakukan) karena penelitian ini kan terus berkembang,” katanya.

Dari hasil seminar ICP ini menjadi catataan yang akan dikemas untuk tahun 2021 sebagai bahan untuk penyusunan topik penelitian di tahun 2022 mendatanag. “Kalau di 2021 nanti sudah ada sebanyak 11 judul penelitian,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/