alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

UMKM Tulang Punggung Ekonomi

PONTIANAK –  Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo, menyebut industri dan perdagangan saat ini masih memberikan kontribusi bagi perekonomian di Kota Pontianak. Kontribusi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu yang paling besar.

”Saat ini, 16 persen PDRB sumbangan dari industri, baik itu industri rumah tangga atau industri kecil. Kemudian, 14 persen kontribusi dari perdagangan, yang masuk di dalamnya adalah usaha mikro dan kecil,” ungkap dia, Senin (11/1).

Menurutnya, Kota Pontianak memang merupakan kota perdagangan dan jasa, sehingga tak heran apabila peran pelaku UMKM sangat besar. Sebagai ibukota, menurutnya Kota Pontianak dalam bidang perdagangan turut memberikan pengaruh bagi daerah lainnya di Kalimantan Barat (Kalbar)

Baca Juga :  Penyaluran KUR BRI Tembus Rp88,99 Triliun per April 2022

“Soal pasar misalnya, pasar di Kota Pontianak ini menjadi pasar penentu bagi pasar-pasar yang lain yang ada di Kalbar, dan menjadi juga menjadi acuan nasional,” tutur dia.

Dia menilai, usaha mikro dan kecil saat ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tak terkecuali di Kota Pontianak.  Terlebih ketika diterpa pandemi Covid-19, usaha mikro kecil, kata dia, relatif masih bisa bertahan meski merasakan efek negatifnya. Sementara usaha besar, bahkan level menengah sekalipun, sulit bertahan.

“Usaha mikro non formal masih bertahan, sementara banyak usaha di level menengah ke tas yang tutup sama sekali,” kata dia. Mengingat besarnya peran UMKM, khususnya usaha mikro ini, maka ada banyak stimulus yang diberikan oleh pemerintah selama pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Sepatu Ulat Sutra Samia, UMKM BRI Naik Kelas Hingga ke Mancanegara

Ketua Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Kalbar, Muhammad Fahmi mengatakan, stimulus dari pemerintah yang ditujukan itu, di antaranya bunga KUR yang diturunkan, bantuan UMKM khususnya kepada pelaku usaha mikro, dan lain sebagainya. Bantuan ini, digelontorkan salah satunya diperuntukkan untuk penguatan dari sisi modal.

“Permodalan saat ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha. apalagi di masa pandemi covid-19, permintaan yang mengalami penurunan, membuat pelaku usaha sulit untuk membalikkan modal mereka,” kata dia.

Namun begitu, kendati telah diintervensi pemerintah dengan berbagai program penguatan modal, namun kata Fahmi, yang tak kalah penting adalah pendampingan. “Bagaimana pun UMKM ini perlu pendampingan. Saat ini banyak sekali pendamping UMKM, baik dari kalangan organisasi maupun akademisi,” kata dia. (sti)

PONTIANAK –  Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo, menyebut industri dan perdagangan saat ini masih memberikan kontribusi bagi perekonomian di Kota Pontianak. Kontribusi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu yang paling besar.

”Saat ini, 16 persen PDRB sumbangan dari industri, baik itu industri rumah tangga atau industri kecil. Kemudian, 14 persen kontribusi dari perdagangan, yang masuk di dalamnya adalah usaha mikro dan kecil,” ungkap dia, Senin (11/1).

Menurutnya, Kota Pontianak memang merupakan kota perdagangan dan jasa, sehingga tak heran apabila peran pelaku UMKM sangat besar. Sebagai ibukota, menurutnya Kota Pontianak dalam bidang perdagangan turut memberikan pengaruh bagi daerah lainnya di Kalimantan Barat (Kalbar)

Baca Juga :  Roti Kap Terjual hingga Australia, Belanda dan Malaysia

“Soal pasar misalnya, pasar di Kota Pontianak ini menjadi pasar penentu bagi pasar-pasar yang lain yang ada di Kalbar, dan menjadi juga menjadi acuan nasional,” tutur dia.

Dia menilai, usaha mikro dan kecil saat ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tak terkecuali di Kota Pontianak.  Terlebih ketika diterpa pandemi Covid-19, usaha mikro kecil, kata dia, relatif masih bisa bertahan meski merasakan efek negatifnya. Sementara usaha besar, bahkan level menengah sekalipun, sulit bertahan.

“Usaha mikro non formal masih bertahan, sementara banyak usaha di level menengah ke tas yang tutup sama sekali,” kata dia. Mengingat besarnya peran UMKM, khususnya usaha mikro ini, maka ada banyak stimulus yang diberikan oleh pemerintah selama pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Dinkes Isolasi  Pekerja Migran dari Sarawak

Ketua Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Kalbar, Muhammad Fahmi mengatakan, stimulus dari pemerintah yang ditujukan itu, di antaranya bunga KUR yang diturunkan, bantuan UMKM khususnya kepada pelaku usaha mikro, dan lain sebagainya. Bantuan ini, digelontorkan salah satunya diperuntukkan untuk penguatan dari sisi modal.

“Permodalan saat ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha. apalagi di masa pandemi covid-19, permintaan yang mengalami penurunan, membuat pelaku usaha sulit untuk membalikkan modal mereka,” kata dia.

Namun begitu, kendati telah diintervensi pemerintah dengan berbagai program penguatan modal, namun kata Fahmi, yang tak kalah penting adalah pendampingan. “Bagaimana pun UMKM ini perlu pendampingan. Saat ini banyak sekali pendamping UMKM, baik dari kalangan organisasi maupun akademisi,” kata dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/