alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Wujudkan Pontianak Sebagai Kota Ramah Sepeda

Bincang Ringan Wali Kota Bersama Bike to Work

Mewujudkan Kota Pontianak sebagai kota ramah bagi pesepeda memang bukan hal mudah. Penyediaan sarana prasarana serta yang tak kalah penting menumbuhkan sikap saling menghormati sesama pengguna di jalan raya sudah harus dibangun dari sekarang. Sekelumit persoalan tersebut dibahas Wali Kota Pontianak saat kedatangan pengurus Bike to Work Indonesia

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

SUDAH bukan rahasia, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sangat doyan gowes. Menjajal jalan utama Pontianak ia sudah khatam. Hobi bersepedanya itu, juga diwujudkan dalam sebuah imbauan di lingkup jajaran pemerintahannya. Ia mengajak ASN Pemkot Pontianak agar dapat menggunakan sepeda setiap hari Jumat.

Agar aturannya berjalan mulus, iapun melakukan pemantapan kualitas jalan, penambahan ruang-ruang hijau, hingga pengerjaan trotoar humanis lengkap dengan jalur sepeda. Ia ingin Kota Pontianak dapat menjadi kota ramah bagi pesepeda.

Rupanya, keseriusan orang nomor satu Kota Pontianak mewujudkan kota ramah sepeda mendapat respon positif dikalangan Bike To Work Indonesia. Kemarin pengurus Bike to Work bertemu dengan Wali Kota. Bincang ringan seputar sepeda, sampai rencana mewujudkan Pontianak sebagai kota ramah sepeda pun mengaspal mulus.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Tak Dapat Pajak Ekspor

Ketua B2W Indonesia, Putut Sudaryanto menerangkan, kedatangan pihaknya dari Jakarta ke Pontianak untuk menyampaikan secara langsung apresiasi kepada Pemkot Pontianak yang dalam beberapa waktu terakhir betul-betul memberikan perhatian kepada pengguna sepeda dalam rangka penggunaan sepeda sebagai transportasi sehari-hari.

“Apalagi mengajak masyarakat luas untuk mengurangi ketergantungan dalam penggunaan kendaraan bermotor khususnya pribadi,” terangnya.

Menurutnya, pembangunan taman sepeda oleh Pemkot Pontianak dinilainya sebagai ide yang luar biasa. Demikian pula penyediaan jalur sepeda dibeberapa ruas jalan di Pontianak, hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 59 tahun 2020. Untuk itu, kata Putut, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkot Pontianak yang mulai menunjukkan perhatian terhadap keselamatan pengguna sepeda yang diwujudkan dengan menyediakan jalur sepeda.

Meskipun jalur sepeda tersebut jumlahnya belum banyak, akan tetapi semua itu menurutnya sebagai bagian dari proses. “Kami sadari segala sesuatu tidak bisa dilakukan secara instan. Saya kira ini langkah baik yang dilakukan Pemkot Pontianak,” imbuh Putut.

Ia juga menyampaikan rencana kegiatan bertajuk Srikandi Bike to Work Indonesia. Jika memang event tersebut mendapat persetujuan dari Satgas Covid-19 serta kondisi pandemi Covid-19 sudah membaik, rencananya akan digelar pada Juni 2021.

Baca Juga :  Pemenang MTQ Terima Bonus dari Wakil Gubernur

Rutenya menjelajah Banjarmasin menuju Kota Pontianak oleh 16 perempuan dengan bersepeda bersama. Tujuannya untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi, mendukung lingkungan hidup sekaligus sport tourism yang ada di sepanjang perjalanan. Rencananya, dari 16 pesepeda tersebut, 6 orang diantaranya berasal dari Kalimantan, mulai dari Kalteng, Kalsel dan Kalbar dengan masing-masing dua orang perwakilan.

“Tentunya dengan bersepeda, selain baik bagi kesehatakan, juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan karena mengurangi polusi udara,” ujar Edi.

Dari hasil pembicaraannya dengan pengurus Bike To Work, iapun meminta Pemkot Pontianak melalui dinas terkait dapat berkoodinasi  dengan Bike To Work untuk memberikan ide, saran dan masukan terkait mewujudkan Pontianak sebagai kota yang ramah sepeda. Misalnya adanya masukan untuk membuat rumah sepeda di taman sepeda. Rumah sepeda itu sebagai sekretariat tempat berkumpulnya para penggemar sepeda untuk berdiskusi.

“Untuk taman sepeda kita targetkan tahun 2021 selesai,” tandasnya.(*)

Bincang Ringan Wali Kota Bersama Bike to Work

Mewujudkan Kota Pontianak sebagai kota ramah bagi pesepeda memang bukan hal mudah. Penyediaan sarana prasarana serta yang tak kalah penting menumbuhkan sikap saling menghormati sesama pengguna di jalan raya sudah harus dibangun dari sekarang. Sekelumit persoalan tersebut dibahas Wali Kota Pontianak saat kedatangan pengurus Bike to Work Indonesia

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

SUDAH bukan rahasia, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sangat doyan gowes. Menjajal jalan utama Pontianak ia sudah khatam. Hobi bersepedanya itu, juga diwujudkan dalam sebuah imbauan di lingkup jajaran pemerintahannya. Ia mengajak ASN Pemkot Pontianak agar dapat menggunakan sepeda setiap hari Jumat.

Agar aturannya berjalan mulus, iapun melakukan pemantapan kualitas jalan, penambahan ruang-ruang hijau, hingga pengerjaan trotoar humanis lengkap dengan jalur sepeda. Ia ingin Kota Pontianak dapat menjadi kota ramah bagi pesepeda.

Rupanya, keseriusan orang nomor satu Kota Pontianak mewujudkan kota ramah sepeda mendapat respon positif dikalangan Bike To Work Indonesia. Kemarin pengurus Bike to Work bertemu dengan Wali Kota. Bincang ringan seputar sepeda, sampai rencana mewujudkan Pontianak sebagai kota ramah sepeda pun mengaspal mulus.

Baca Juga :  Tarik Ulur Target Pendapatan Daerah

Ketua B2W Indonesia, Putut Sudaryanto menerangkan, kedatangan pihaknya dari Jakarta ke Pontianak untuk menyampaikan secara langsung apresiasi kepada Pemkot Pontianak yang dalam beberapa waktu terakhir betul-betul memberikan perhatian kepada pengguna sepeda dalam rangka penggunaan sepeda sebagai transportasi sehari-hari.

“Apalagi mengajak masyarakat luas untuk mengurangi ketergantungan dalam penggunaan kendaraan bermotor khususnya pribadi,” terangnya.

Menurutnya, pembangunan taman sepeda oleh Pemkot Pontianak dinilainya sebagai ide yang luar biasa. Demikian pula penyediaan jalur sepeda dibeberapa ruas jalan di Pontianak, hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 59 tahun 2020. Untuk itu, kata Putut, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkot Pontianak yang mulai menunjukkan perhatian terhadap keselamatan pengguna sepeda yang diwujudkan dengan menyediakan jalur sepeda.

Meskipun jalur sepeda tersebut jumlahnya belum banyak, akan tetapi semua itu menurutnya sebagai bagian dari proses. “Kami sadari segala sesuatu tidak bisa dilakukan secara instan. Saya kira ini langkah baik yang dilakukan Pemkot Pontianak,” imbuh Putut.

Ia juga menyampaikan rencana kegiatan bertajuk Srikandi Bike to Work Indonesia. Jika memang event tersebut mendapat persetujuan dari Satgas Covid-19 serta kondisi pandemi Covid-19 sudah membaik, rencananya akan digelar pada Juni 2021.

Baca Juga :  Usulkan Perubahan Nama Lapas Perempuan

Rutenya menjelajah Banjarmasin menuju Kota Pontianak oleh 16 perempuan dengan bersepeda bersama. Tujuannya untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi, mendukung lingkungan hidup sekaligus sport tourism yang ada di sepanjang perjalanan. Rencananya, dari 16 pesepeda tersebut, 6 orang diantaranya berasal dari Kalimantan, mulai dari Kalteng, Kalsel dan Kalbar dengan masing-masing dua orang perwakilan.

“Tentunya dengan bersepeda, selain baik bagi kesehatakan, juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan karena mengurangi polusi udara,” ujar Edi.

Dari hasil pembicaraannya dengan pengurus Bike To Work, iapun meminta Pemkot Pontianak melalui dinas terkait dapat berkoodinasi  dengan Bike To Work untuk memberikan ide, saran dan masukan terkait mewujudkan Pontianak sebagai kota yang ramah sepeda. Misalnya adanya masukan untuk membuat rumah sepeda di taman sepeda. Rumah sepeda itu sebagai sekretariat tempat berkumpulnya para penggemar sepeda untuk berdiskusi.

“Untuk taman sepeda kita targetkan tahun 2021 selesai,” tandasnya.(*)

Previous articleRonaldo Makin Jadi
Next articleTak Semua Nakes Divaksin

Most Read

Artikel Terbaru

/