alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Junaidi Terancam PAW, Golkar Pertahankan Martin Rantan di Ketapang

PONTIANAK—Riak-riak perpecahan di tubuh Golkar Kabupaten Ketapang sepertinya tinggal menunggu hari saja. Masalahnya, Junaidi, kader Partai Golkar ternyata dicalonkan dari Partai Politik lain (NasDem, PKS, PPP, PKB dan Perindo).

Padahal anggota DPRD Kabupaten Ketapang tersebut juga tercatat sebagai Ketua Harian DPD Golkar Kabupaten Ketapang dibawah Ketum Golkar Martin Rantan.

Hasilnya, jelas saja restu keberpihakan Golkar Kalbar untuk Bakal Calon Kepala Daerah (Bacalonkada) Bupati Ketapang pada Pilkada serentak 2020 mengarah kepada Martin Rantan. Partai dengan Lambang khas Pohon Beringin mempertahankan Martin Rantan, petahana Bupati Ketapang untuk bertarung di Pilkada 2020.

“Martin Rantan adalah Ketua DPD Partai Golkar Ketapang sekaligus Bupati disana. Prestasi Martin Rantan sangat luar biasa dalam membesarkan partai,” kata Prabasa Anantatur, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar belum lama ini.

Menurutnya prestasi Bupati Ketapang tersebut diantaranya berhasil mengantarkan Partai Golkar menjadi partai yang dapat mengusung sendiri Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Sebenarnya dari kondisi ini, saya memang berencana memasang Martin Rantan-Junaidi pada Pilkada Ketapang Tahun 2020. Namun beliau (Junaidi) sepertinya merasa belum cocok menjadi Bacalonkada untuk Wakil Bupati,” katanya.

Prabasa menambahkan bahwa sebenarnya nama Junaidi sudah disampaikan ke DPP Partai Golkar sebagai Bacalonkada untuk posisi Wakil Bupati Ketapang. Ternyata fakta di lapangan, yang bersangkutan sudah didukung lima koalisi partai untuk bertarung dengan Martin Rantan di Pilkada Ketapang tahun 2020.

Baca Juga :  POM Meriahkan HUT Kota ke-250, Dukung Pontianak Sebagai Kota Pariwisata

“Bahkan kabarnya Junaidi-Syahrani melakukan deklarasi sebagai pasangan Bacalonkada Bupati-Wakil Bupati 2020-2024 dari 5 partai tersebut,” ucap dia.

Dia menambahkan bahwa keputusan Junaidi maju tentu akan ada konsekuensi yakni terjadi PAW (Pergantian Antar Waktu) sebagai anggota DPRD Kabupaten Ketapang, usai KPU disana menetapkan sebagai peserta Pilkada Kabupaten Ketapang 2020. Hanya status di Partai Golkar, tercatat sebagai kader atau tidak masih belum jelas. ”Kami tunggu saja deklarasinya,” tutur dia.

Wakil Ketua DPRD Kalbar ini menambahkan bahwa pengurus DPD Partai Golkar Kalbar belum menerima surat pengunduran diri dari Junaidi.

“Golkar Kalabr belum menerima surat resmi dari Pengurus Golkar Ketapang. Tentu kami tak dapat memproses sampai ke DPP. Kita tunggulah, mereka yang lebih mengetahui apa permasalahannya,” ungkap Prabasa.

Hanya, sambungnya, apabila Junaidi benar-benar melakukan deklarasi pada maju Pilkada Ketapang 2020, mempergunakan partai lain, tentunya Junaidi sudah melanggar AD/ART Partai Golkar.

“Junaidi akan diberhentikan, karena melanggar aturan partai. Maka dari itu, tunggu saja,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sebagai kader berpengalaman, tentu Junaidi mengetahui betul aturan organisasi Partai Golkar.

Baca Juga :  Atur Siasat Biar Tidak Mati

Sementara, Syarif Amin Muhammad Assegaf penggurus Partai NasDem menyebutkan bahwa Partai NasDem memilih mengusung Junaidi sebagai Bacalonkada Bupati Ketapang didasarkan dari beberapa pertimbangan.

“Prosesnya dari hasil survei, popularitas, elektabilitas mendekati petahana. Makanya kami (NasDem) berpikir, kalau ingin memenangkan Pilkada Ketapang, satu-satunya dengan mengusung Junaidi,” ujar Amin.

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg 2019) lalu, perolehan suara Junaidi terbanyak di Kabupaten Ketapang. Di sisi lain, Partai NasDem optimis saudara Junaidi mampu memberikan perubahan, menjadikan Ketapang lebih baik ke depan.

“Junaidi juga berkomitmen menjadikan Kabupaten Ketapang lebih dari sekarang, baik dari segi infrastruktur dan pengelolaan Sumber Daya Alama (SDA) untuk Bumi Bertuah menjadi luar biasa,” ucapnya.

Junaidi dikonfirmasi terpisah mengaku siap seandainya Partai Golkar Kalbar mem-PAW dirinya. ”Saya siap kalau konsekuensinya seperti begitu,” ujarnya menjawab Pontianak Post.

Menurut Junaidi tidak ada masalah seandainya di PAW Partai Golkar. Apalagi malam ini (kemarin), Junaidi-Syahrani akan melakukan deklarasi bersama Partai NasDem, PPP, PKS, dan PKB. ”Junaidi-Syahrani dengan Tagline Masyarakat Mandiri Ketapang Hebat,” ucap dia.(den)

PONTIANAK—Riak-riak perpecahan di tubuh Golkar Kabupaten Ketapang sepertinya tinggal menunggu hari saja. Masalahnya, Junaidi, kader Partai Golkar ternyata dicalonkan dari Partai Politik lain (NasDem, PKS, PPP, PKB dan Perindo).

Padahal anggota DPRD Kabupaten Ketapang tersebut juga tercatat sebagai Ketua Harian DPD Golkar Kabupaten Ketapang dibawah Ketum Golkar Martin Rantan.

Hasilnya, jelas saja restu keberpihakan Golkar Kalbar untuk Bakal Calon Kepala Daerah (Bacalonkada) Bupati Ketapang pada Pilkada serentak 2020 mengarah kepada Martin Rantan. Partai dengan Lambang khas Pohon Beringin mempertahankan Martin Rantan, petahana Bupati Ketapang untuk bertarung di Pilkada 2020.

“Martin Rantan adalah Ketua DPD Partai Golkar Ketapang sekaligus Bupati disana. Prestasi Martin Rantan sangat luar biasa dalam membesarkan partai,” kata Prabasa Anantatur, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar belum lama ini.

Menurutnya prestasi Bupati Ketapang tersebut diantaranya berhasil mengantarkan Partai Golkar menjadi partai yang dapat mengusung sendiri Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Sebenarnya dari kondisi ini, saya memang berencana memasang Martin Rantan-Junaidi pada Pilkada Ketapang Tahun 2020. Namun beliau (Junaidi) sepertinya merasa belum cocok menjadi Bacalonkada untuk Wakil Bupati,” katanya.

Prabasa menambahkan bahwa sebenarnya nama Junaidi sudah disampaikan ke DPP Partai Golkar sebagai Bacalonkada untuk posisi Wakil Bupati Ketapang. Ternyata fakta di lapangan, yang bersangkutan sudah didukung lima koalisi partai untuk bertarung dengan Martin Rantan di Pilkada Ketapang tahun 2020.

Baca Juga :  Wan is Kucurkan Bantuan Terdampak Covid-19

“Bahkan kabarnya Junaidi-Syahrani melakukan deklarasi sebagai pasangan Bacalonkada Bupati-Wakil Bupati 2020-2024 dari 5 partai tersebut,” ucap dia.

Dia menambahkan bahwa keputusan Junaidi maju tentu akan ada konsekuensi yakni terjadi PAW (Pergantian Antar Waktu) sebagai anggota DPRD Kabupaten Ketapang, usai KPU disana menetapkan sebagai peserta Pilkada Kabupaten Ketapang 2020. Hanya status di Partai Golkar, tercatat sebagai kader atau tidak masih belum jelas. ”Kami tunggu saja deklarasinya,” tutur dia.

Wakil Ketua DPRD Kalbar ini menambahkan bahwa pengurus DPD Partai Golkar Kalbar belum menerima surat pengunduran diri dari Junaidi.

“Golkar Kalabr belum menerima surat resmi dari Pengurus Golkar Ketapang. Tentu kami tak dapat memproses sampai ke DPP. Kita tunggulah, mereka yang lebih mengetahui apa permasalahannya,” ungkap Prabasa.

Hanya, sambungnya, apabila Junaidi benar-benar melakukan deklarasi pada maju Pilkada Ketapang 2020, mempergunakan partai lain, tentunya Junaidi sudah melanggar AD/ART Partai Golkar.

“Junaidi akan diberhentikan, karena melanggar aturan partai. Maka dari itu, tunggu saja,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sebagai kader berpengalaman, tentu Junaidi mengetahui betul aturan organisasi Partai Golkar.

Baca Juga :  POM Meriahkan HUT Kota ke-250, Dukung Pontianak Sebagai Kota Pariwisata

Sementara, Syarif Amin Muhammad Assegaf penggurus Partai NasDem menyebutkan bahwa Partai NasDem memilih mengusung Junaidi sebagai Bacalonkada Bupati Ketapang didasarkan dari beberapa pertimbangan.

“Prosesnya dari hasil survei, popularitas, elektabilitas mendekati petahana. Makanya kami (NasDem) berpikir, kalau ingin memenangkan Pilkada Ketapang, satu-satunya dengan mengusung Junaidi,” ujar Amin.

Pada Pemilihan Legislatif (Pileg 2019) lalu, perolehan suara Junaidi terbanyak di Kabupaten Ketapang. Di sisi lain, Partai NasDem optimis saudara Junaidi mampu memberikan perubahan, menjadikan Ketapang lebih baik ke depan.

“Junaidi juga berkomitmen menjadikan Kabupaten Ketapang lebih dari sekarang, baik dari segi infrastruktur dan pengelolaan Sumber Daya Alama (SDA) untuk Bumi Bertuah menjadi luar biasa,” ucapnya.

Junaidi dikonfirmasi terpisah mengaku siap seandainya Partai Golkar Kalbar mem-PAW dirinya. ”Saya siap kalau konsekuensinya seperti begitu,” ujarnya menjawab Pontianak Post.

Menurut Junaidi tidak ada masalah seandainya di PAW Partai Golkar. Apalagi malam ini (kemarin), Junaidi-Syahrani akan melakukan deklarasi bersama Partai NasDem, PPP, PKS, dan PKB. ”Junaidi-Syahrani dengan Tagline Masyarakat Mandiri Ketapang Hebat,” ucap dia.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/