alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Mukernas dan Konferensi Internasional ADRI Diikuti 374 PTN-PTS Indonesia Sukses

SINGKAWANG – Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) sukses menggelar dua kegiatan utama; Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-3 Ttahun 2021 dan Konferensi Internasional ADRI ke-27 pada 9-11 Maret 2021 secara hybrid (campuran luring dan daring).

Ketua Panitia penyelenggara dua kegiatan besar tingkat internasional ini dipercayakan kepada Dr. Andi Mursidi, M.Si., Ketua STKIP Singkawang yang juga Ketua ADRI DPD Kalimantan Barat dan Ketua Umum FOGIPSI (Forum Guru IPS Seluruh Indonesia).

Mukernas diawali dengan pembentukan delapan komisi yang kemudian dirumuskan menjadi 10 program kerja ADRI. Mulai dari program capacity building; penguatan internal organisasi, penataan kepengurusan, program-program yang mendukung kebijakan Kampus Merdeka dan peningkatan kompetensi dosen, pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi untuk melaksanakan berbagai kegiatan seperti visiting proffesor, joint research and publication, student mobility.

Peserta Mukernas diikuti oleh 642 peserta dari 374 PTN dan PTS di Indonesia. Kerja sama luar negeri ini langsung diimplementasikan saat mukernas dengan penandatangan MoU secara virtual bersama Phattumthani University Thailand, diikuti oleh 76 Perguruan Tinggi dari Indonesia untuk memfasilitasi 83 peserta visiting professor.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga memberikan arahan secara daring dalam mukernas tersebut. ADRI menggagas Konsorsium Lintas Kampus Merdeka yang saat ini sudah bergabung 41 perguruan tinggi mulai dari Aceh sampai Papua. ADRI mempersilakan perguruan tinggi lain untuk bergabung dalam program ini.

Baca Juga :  Kadin Kalbar Dukung Pemprov Berlakukan 'New Normal'

ADRI memiliki 29 DPD di Indonesia, dan memiliki ADRI luar negeri yang sudah terbentuk di Malaysia, Thailand, Philipina, India, Inggris, dan Amerika Serikat. Pada saat mukernas juga dilakukan pelantikan tujuh Pengurus ADRI Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, DKI Jakarta & Banten, Jawa Barat dan Bali.

Konferensi Internasional ADRI ke-27 dibuka oleh Menko PMK mewakili Wakil Presiden RI, menampilkan pembicara kunci dari enam negara dan berhasil mengmpulkan 65 manuskrip yang dipublikasikan dalam Prosiding Internasional terindeks Crossref, sehingga semua menuskripnya memiliki DOI yang dikeluarkan oleh STKIP Singkawang sebagai mitra Crossref di Indonesia.

Dr. Andi Mursidi mengatakan penyelenggaraan kegiatan internasional semacam ini sangat berat apalagi sudah dua tahun kegiatan ini gagal terealiasi.

”Saya tahu kapasitas Pak Andi dan saya percaya kepadanya berikan saja hak penuh untuk power of execution pasti semua akan jalan dan sukses”, kata Ketua Umum ADRI Dr. Fathoni Rodli yang juga Rektor UMAHA Sidoarjo.

Baca Juga :  Kaki Panjang Doni Tarik Perhatian Warga Tabrani Ahmad

“Cara kerja kami juga sangat unik. Sekretariat berada di kampus STKIP Singkawang, saya berada di Surabaya. Kami bekerja secara online. Di Surabaya saya aktif berkoordinasi dengan Universitas Narotama sebagai tempat kegiatan dan mengatur penyelenggaraan IT dan UMAHA Sidoarjo, koordinasi tamu-tamu VVIP dalam kegiatan tersebut, seperti Wapres, Menko PMK, Komisi X DPR, Mendikbud, Menristek/BRIN, Menaker, Menteri Desa-PDT, Gubernur Jawa Timur dan Gubenur DKI serta Plt. Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek-Risbang Prof. Dr. Heri Hermansyah (di ADRI sebagai Ketua ADRI Jakarta-Banten) yang semuanya bisa hadir dan memberi arahan di acara tersebut;” sebut Dr. Andi Mursidi.

Menurutnya, kesuksesan acara ini karena dukungan dan kerja sama dari para pengurus ADRI di Indonesia dan luar negeri serta para sahabat di Malaysia, Thailand, Taiwan, UK, Afrika. Akhirnya kerja berat yang disiapkan dalam waktu tiga bulan ini terbayar tuntas, dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari semua peserta.

“Program kami berikutnya Konferensi Internasional lima benua yang akan digelar tahun ini juga dengan Prosiding Terindeks Scopus,” kata Dr. Andi Mursidi mengakhiri wawancaranya. (har)

SINGKAWANG – Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) sukses menggelar dua kegiatan utama; Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-3 Ttahun 2021 dan Konferensi Internasional ADRI ke-27 pada 9-11 Maret 2021 secara hybrid (campuran luring dan daring).

Ketua Panitia penyelenggara dua kegiatan besar tingkat internasional ini dipercayakan kepada Dr. Andi Mursidi, M.Si., Ketua STKIP Singkawang yang juga Ketua ADRI DPD Kalimantan Barat dan Ketua Umum FOGIPSI (Forum Guru IPS Seluruh Indonesia).

Mukernas diawali dengan pembentukan delapan komisi yang kemudian dirumuskan menjadi 10 program kerja ADRI. Mulai dari program capacity building; penguatan internal organisasi, penataan kepengurusan, program-program yang mendukung kebijakan Kampus Merdeka dan peningkatan kompetensi dosen, pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi untuk melaksanakan berbagai kegiatan seperti visiting proffesor, joint research and publication, student mobility.

Peserta Mukernas diikuti oleh 642 peserta dari 374 PTN dan PTS di Indonesia. Kerja sama luar negeri ini langsung diimplementasikan saat mukernas dengan penandatangan MoU secara virtual bersama Phattumthani University Thailand, diikuti oleh 76 Perguruan Tinggi dari Indonesia untuk memfasilitasi 83 peserta visiting professor.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga memberikan arahan secara daring dalam mukernas tersebut. ADRI menggagas Konsorsium Lintas Kampus Merdeka yang saat ini sudah bergabung 41 perguruan tinggi mulai dari Aceh sampai Papua. ADRI mempersilakan perguruan tinggi lain untuk bergabung dalam program ini.

Baca Juga :  Peringati Hari Pohon Sedunia, Wali Kota Tanam Pohon di Serdam

ADRI memiliki 29 DPD di Indonesia, dan memiliki ADRI luar negeri yang sudah terbentuk di Malaysia, Thailand, Philipina, India, Inggris, dan Amerika Serikat. Pada saat mukernas juga dilakukan pelantikan tujuh Pengurus ADRI Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, DKI Jakarta & Banten, Jawa Barat dan Bali.

Konferensi Internasional ADRI ke-27 dibuka oleh Menko PMK mewakili Wakil Presiden RI, menampilkan pembicara kunci dari enam negara dan berhasil mengmpulkan 65 manuskrip yang dipublikasikan dalam Prosiding Internasional terindeks Crossref, sehingga semua menuskripnya memiliki DOI yang dikeluarkan oleh STKIP Singkawang sebagai mitra Crossref di Indonesia.

Dr. Andi Mursidi mengatakan penyelenggaraan kegiatan internasional semacam ini sangat berat apalagi sudah dua tahun kegiatan ini gagal terealiasi.

”Saya tahu kapasitas Pak Andi dan saya percaya kepadanya berikan saja hak penuh untuk power of execution pasti semua akan jalan dan sukses”, kata Ketua Umum ADRI Dr. Fathoni Rodli yang juga Rektor UMAHA Sidoarjo.

Baca Juga :  Keluarkan Sulung Dari Desa Tertinggal 

“Cara kerja kami juga sangat unik. Sekretariat berada di kampus STKIP Singkawang, saya berada di Surabaya. Kami bekerja secara online. Di Surabaya saya aktif berkoordinasi dengan Universitas Narotama sebagai tempat kegiatan dan mengatur penyelenggaraan IT dan UMAHA Sidoarjo, koordinasi tamu-tamu VVIP dalam kegiatan tersebut, seperti Wapres, Menko PMK, Komisi X DPR, Mendikbud, Menristek/BRIN, Menaker, Menteri Desa-PDT, Gubernur Jawa Timur dan Gubenur DKI serta Plt. Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek-Risbang Prof. Dr. Heri Hermansyah (di ADRI sebagai Ketua ADRI Jakarta-Banten) yang semuanya bisa hadir dan memberi arahan di acara tersebut;” sebut Dr. Andi Mursidi.

Menurutnya, kesuksesan acara ini karena dukungan dan kerja sama dari para pengurus ADRI di Indonesia dan luar negeri serta para sahabat di Malaysia, Thailand, Taiwan, UK, Afrika. Akhirnya kerja berat yang disiapkan dalam waktu tiga bulan ini terbayar tuntas, dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari semua peserta.

“Program kami berikutnya Konferensi Internasional lima benua yang akan digelar tahun ini juga dengan Prosiding Terindeks Scopus,” kata Dr. Andi Mursidi mengakhiri wawancaranya. (har)

Most Read

Pantau Dua Desa Zona Merah

Gunakan Hak Pilih dengan Benar

Tahun Baru di Tengah Pagebluk Covid-19.

Perketat Regulasi untuk Keikutsertaan

Artikel Terbaru

/